Rabu, 20 Mei 2026

Terkini Daerah

Penangkapan Puluhan Warga di Desa Wadas Dinilai Berlebihan, Pemerintah akan Lakukan Evaluasi

Kamis, 10 Februari 2022 08:16 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUN-VIDEO. COM - Deputi V Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jaleswari Pramodhawardani menilai bahwa pengamanan aparat saat mendampingi BPN melakukan pengukuran lahan di Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah perlu dievaluasi.

Pengamanan pengukuran lahan untuk penambangan batu andesit yang akan digunakan untuk pembangunan bendungan tersebut dinilai berlebihan, sehingga terjadi penangkapan puluhan warga.

"Perlu adanya evaluasi," katanya saat dihubungi, Rabu, (9/2/2022).

Dalam evaluasi tersebut nantinya akan ada verifikasi fakta di lapangan terkait insiden penangkapan warga tersebut.

Sehingga keputusan tidak hanya bersandar pada informasi di media sosial saja.

Baca: Ganjar Pranowo Minta Maaf dan Ajak Dialog Warga Wadas soal Pengukuran Tanah

Untuk diketahui beredar video di media sosial aparat berseragam lengkap menyisir rumah warga dan melakukan penangkapan terhadap mereka yang menolak penambangan batu andesit di wilayahnya.

"Saat ini hal tersebut sedang dilakukan pemerintah, untuk memastikan duduk perkara insiden tersebut," katanya.

Baca: Dugaan Intimidasi Aparat Bersenjata Lengkap Terhadap Warga Desa Wadas, Puluhan Warga Ditangkap

Setelah verfikasi fakta di lapangan, kata dia, maka akan diputuskan langkah apa yang akan diambil terkait insiden tersebut. Apabila terjadi pelanggaran prosedur oleh aparat maka akan ada tindakan atau sanksi baik itu yang diatur oleh peraturan internal maupun undang-undang.

"Yang jelas di tingkat legal formil, setiap bentuk pelanggaran prosedur di tingkat operasional oleh aparat, sudah ada pengaturan terkait penindakan dan proses hukumnya, baik yang sifatnya peraturan internal maupun di Undang-Undang," pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pemerintah Evaluasi Insiden Penangkapan Warga Desa Wadas

# Wadas Melawan # Desa Wadas # polisi

Editor: winda rahmawati
Video Production: Yogi Putra Anggitatama
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved