Terkini Daerah
Dedi Mulyadi Melakukan Penggerebekan Rumah Kontrakan yang Diduga Digunakan sebagai Penjual Miras
TRIBUN-VIDEO.COM - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi bersama Satpol PP Purwakarta menggerebek sebuah rumah kontrakan yang selama ini digunakan sebagai gudang dan tempat penjualan minuman keras di Kampung Naggorak, RT 04/01, Desa Sindangsari, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta.
Penggerebekan tersebut buntut dari pengakuan bocah F (10) yang sebelumnya diselamatkan Dedi Mulyadi untuk mengikuti program rehabilitasi di Ponpes Cireok Purwakarta.
F direhabilitasi karena kerap mabuk miras dan obat-obatan hingga berbuat hal yang mengarah kriminalitas.
Sebelumnya Dedi juga bertemu dengan Tobi (rilis sebelumnya disebut Topi) yang merupakan anak dewasa teman dari F.
Dari pengakuan F, Tobi adalah orang yang kerap mengajak bahkan meminta uang untuk membeli miras.
Dari sejumlah keterangan dan fakta itu, Dedi mengamankan sebilah golok berukuran 30 cm milik F yang biasa digunakan untuk mengancam.
F mengaku golok tersebut dibeli dari seseorang seharga Rp 300 ribu.
“Kemarin saya ambil golok yang biasa digunakan untuk mengancam kalau tidak dikasih uang pada nenek, kakek, paman atau ibunya,” ujar Kang Dedi Mulyadi.
Selain itu Dedi pun mendapat informasi, miras itu dibeli dari Gilang yang biasa berjualan di rumah kontrakan di Kampung Naggorak, RT 04/01, Desa Sindangsari, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta.
Baca: Aksi Dedi Mulyadi Naik ke Atap Rumah Penyandang Disabilitas yang Hampir Roboh, Janjikan Ini
Baca: Dedi Mulyadi Komentari Kerangkeng Manusia Bupati Langkat: Dulu Dibiarkan, Sekarang Baru Ditindak
Tak menunggu lama, Dedi bersama Satpol PP langsung mendatangi lokasi tersebut. Tidak seperti pada umumnya yang menjual di jalan raya atau pusat keramaian, toko miras tersebut berada di petak atau kontrakan perkampungan yang berdekatan dengan warga.
Dari kejauhan kontrakan terlihat kotor, kumuh dan menyeramkan seolah sudah lama tak berpenghuni. Namun setelah didekati ditemukan banyak botol bekas miras berserakan.
Di lokasi terlihat ada sejumlah kamar yang difungsikan berbeda. Kamar pertama yang gelap difungsikan sebagai gudang miras. Sementara di sebelahnya ada kamar terkunci yang rupanya tempat penjualan lengkap dengan empat unit kulkas penuh miras. Di sana hanya ditemukan seorang penjaga bernama Muji.
“Saya dan Satpol PP datang ke sini pengembangan dari anak kecil 10 tahun punya temen namanya Tobi biasa ambil uang untuk beli minum. Belinya dari Gilang di kontrakan. Di mana Gilangnya?” tanya Dedi.
“Saya hanya yang jaga. Kalau Gilang di rumahnya,” kata Muji.
Dengan diantar Muji, Dedi bersama Satpol PP langsung menemui Gilang yang masih tidur di rumahnya. Dari pengakuan Gilang, tempat tersebut tidak lagi dikelola olehnya.
“Sekarang mah bukan modal Gilang. Ya memang awalnya sama Gilang, tapi sekarang sama Dablu orang Anjun Babakan Gudang. Kalau enggak salah namanya Asep Arismanto,” kata Gilang.
Menurut Gilang awalnya ia terpaksa berjualan miras karena permasalahan utang. Dulu ayahnya meminjam uang Rp 500 juta namun atas nama sang ibu. Kini ayahnya telah meninggal dan utang beralih pada ibunya.
“Jadi ibu saya harus bayar utang Rp 500 jutaan. Tapi sekarang yang punya modal Dablu. Per hari 5 dus sekitar Rp 7 jutaan,” ucapnya.
Setelah mendengar keterangan Gilang, seluruh miras yang ada di tempat penjualan langsung diangkut Satpol PP. Meski demikian, jika terbukti Gilang berjualan karena utang ibunya Dedi tidak akan membuat rugi dan membayar miras tersebut.
“Tapi sekarang miras ini dibawa ke Satpol PP. Saya tidak akan merugikan kamu, kalau benar (untuk bayar utang), semua saya bayar. Tapi tetap ini diproses di Satpol PP,” ujar Dedi.
Saat penggerebekan itu Dedi pun sempat bengong dan merasa heran mengapa aktivitas penjualan miras di kampung tersebut tidak terdeteksi. Ia berharap masyarakat dan aparat bisa lebih peka terhadap berbagai problem sosial yang berdampak pada sebuah kerugian.
"Kok aneh di desa miras bisa lolos padahal aparat lengkap sekali, kok sampai tidak diketahui. Bagaimana kontrol lingkungannya? Ini yang ingin saya perbaiki agar setiap orang memiliki kepekaan terhadap berbagai problem sosial yang menimbulkan sebuah kerugian," ucapnya. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Dedi Mulyadi Gerebek Penjual Miras di Perkampungan, Salah Satu Pembelinya Bocah yang Kerap Ngamuk
#Dedi Mulyadi #gerebek #rumah kontrakan #miras
Sumber: Tribun Jabar
Selebritis
Mulianya Bu Atun, Tolak Rp25 Juta dari KDM Pilih Sumbangkan ke Yayasan Anak Yatim
6 hari lalu
Terkini Nasional
TERBENTUR ATURAN! Dedi Mulyadi Perjuangkan Nasib Honorer di Sekolah, Tugaskan Ini ke Kadisdik
7 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.