Rabu, 29 April 2026

Viral di Medsos

Viral Kisah Pengalaman Mahasiswi Indonesia Part Time Jadi Petani di Jepang Dibayar 1,3 Juta per Hari

Sabtu, 5 Februari 2022 16:38 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Mahasiswi asal Indonesia ini viral di media sosial setelah ia membagikan sebuah cerita.

Ia menceritakan kehidupannya dengan menjadi pekerja paruh waktu sebagai petani di Jepang.

Bekerja part time sebagai petani, mahasiswi ini menerima gaji 10 ribu Yen atau sekitar Rp 1,3 juta per hari.

Bisa dibayangkan berapa gaji yang ia dapatkan selama sebulan penuh.

Cerita mahasiswi asal Indonesia itu awalnya terungkap dari video akun TikTok @heyedle.

Hingga artikel ini terbit, video TikTok tersebut ditonton lebih dari 2 juta orang.

Baca: Viral Video Warga Menjarah Lele dari Truk yang Terguling di Subang, Malah Tidak Menolong

Baca: Sosok Pria yang Jadi Dirigen Lagu Indonesia Raya Viral, Dianggap Berlebihan hingga Bikin Klarifikasi

Tak sedikit komentar warganet tergiur dengan program magang mahasiswi itu.

"Mau ih sambil kuliah," komentar @weychancan.

"Spill caranya kak," tulis @alyaizzahz.

Cerita si Mahasiswi

Dikonfirmasi Tribunnews.com, mahasiswi asal Indonesia itu bernama asli Putrie Khairunnisa (24), asal Bogor, Jawa Barat.

Putrie menyebut pengalamannya kerja sebagai petani di Jepang ia jalani pada 2019 lalu.

Kala itu, ia berkesempatan ikut program magang dari salah satu kampus negeri di Bogor, yang bekerja sama dengan perusahaan jamur di Jepang.

Di sela waktu luang magangnya, ia sempat bekerja menjadi petani padi selama 3 hari.

"Sebenarnya magangnya di perusahaan jamur bukan padi. Kalau padi itu aku nyoba part time aja dan itu 3 hari doang," kata Putrie ketika dihubungi, Jumat (4/2/2022).

Baca: Sosok Agus Humaidi Pembuat Miniatur Pesawat Garuda yang Viral Dicari Erick Thohir, Berikut Alasanya

Baca: Viral Kisah Guru SD Menikahi Mantan Muridnya, Berikut Kronologi Pertemuan hingga Pernikahan Mereka

Bekerja paruh waktu sebagai petani dalam sehari, Putrie bisa mendapatkan bayaran 10 ribu Yen atau sekitar Rp 1,3 juta dalam sehari.

Di mana satu hari kerja sama dengan 8 jam.

Ia juga mendapat perlakuan yang baik dari si pemilik lahan.

Putrie mengatakan alasannya part time jadi petani adalah karena ia tertarik dengan cara menanam padi di Jepang.

Menurutnya, lahan untuk menanam padi di Jepang berbeda dengan di Indonesia.

Sebagai mahasiswi agribisnis, kegiatan ini tentu menambah wawasannya seputar pertanian.

"Aku tertarik buat tahu cara menanam padi di sana soalnya kalau salju enggak bisa tumbuh."

"Mereka menanam bukan di sawah tapi di greenhouse, pakai wadah beberapa lapis tanah dan bibit terus naruh di wadahnya juga pakai mesin. Jadi takarannya udah otomatis," cerita dia.

Tak sendirian, Putrie juga ditemani beberapa mahasiswa asal Indonesia lainnya.

Cerita Putrie dan teman-temannya bekerja jadi petani ini sampai masuk ke koran Jepang pada saat itu.

Dapet Gaji yang Sama di Perusahaan Tempat Magang

Selain kerja menjadi petani, Putrie juga membagikan kisahnya mengikuti magang di perusahaan jamur di Jepang, yang berlokasi di kota Gosen, Niigata, Jepang.

Ia belajar banyak hal tentang pertanian di perusahaan tersebut selama 10 bulan.

Tak hanya ilmu dan pengalaman, Putrie juga mendapatkan bayaran yang hampir sama, sekitar 10 ribu Yen atau Rp 1,3 juta setiap harinya.

Per harinya waktu kerja Putrie sekitar 8 jam.

"Jadi di perusahaan itu ada beberapa divisi dan kita coba semuanya, terus belajar tentang jamur, belajar bahasa juga di sana," kata dia.

"800 Yen per jam. Kalau ada lembur harian ditambah 25 persen itu maksimal satu hari 11 jam dan kalau lembur di hari libur dapet tambahan 35 persen dari gaji biasanya."

Baca: Sosok Pak Ipin ASN yang Jadi Dirigen namun Dianggap Berlebihan, Bercita-cita Ingin ke Istana Negara

Baca: Terkait Pesawat Susi Air Diusir dari Bandara Malinau, Susi Pudjiastuti: Tak Ada Unsur Politik

"Sehari sekitar 10 ribu Yen jadi perbulannya bisa hitung sendiri, hari kerja 19-24 hari."

"Di perusahaan jamur atau part-time jadi petani gajinya sama aja," cerita dia.

Putrie menjelaskan kisaran gaji yang ia dapatkan itu sangat cukup untuk biaya hidupnya di sana.

Ia bahkan masih bisa menyisakan beberapa gajinya untuk ditabung.

"Cukup banget, udah bayar rumah, makan, skin care, liburan, belanja tapi tetep bisa nabung banyak," ucap dia.

Dari videonya yang viral itu, Putrie berpesan agar mahasiswa Indonesia lainnya tidak perlu takut untuk belajar atau bekerja di luar negeri.

Menurut dia, selain gaji yang didapatkan lebih tinggi, yang paling penting adalah pengalaman.

"Biasanya pada mikirin biaya hidup padahal enggak semahal itu kok."

"Di luar gaji yang tinggi bagi mahasiswa seperti aku dulu, yang paling penting pengalaman di sana banyak banget."

"Pembelajaran yang diambil apalagi tentang kedisiplinan orang jepang salut banget," jelasnya.

(Tribunnews.com/Shella Latifa)

Artikel ini telah tayang di TribunNewsmaker.com dengan judul Kerja Jadi Petani di Jepang, Mahasiswi Indonesia Viral Digaji Rp 1,3 Juta Sehari, Ungkap Biaya Hidup

Editor: Ramadhan Aji Prakoso
Video Production: Rania Amalia Achsanty
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved