Sabtu, 25 April 2026

Terkini Daerah

Buntut Bentrokan di Double O Sorong, Kepala Suku Dikumpulkan dan Polisi Diterjunkan untuk Patroli

Rabu, 26 Januari 2022 10:38 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Bentrokan terjadi di tempat karaoke Double O di Kota Sorong, Papua Barat pada Senin (24/1/2021) malam hingga Selasa (25/1/2022) dini hari.

Menurut Kapolres Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan, bentrokan terjadi karena ada kesalahpahaman antara pengunjung dan pihak keamanan pada Minggu (23/1/2022) pagi.

"Kejadian sekitar pukul 23.30 WIT, buntut dari kejadian pada Minggu pagi yang berawal dari sebuah tempat hiburan malam akibat salah paham antara pengunjung dan pihak keamanan di tempat karaoke hingga berlanjut keluar," terang Ary, Selasa, dikutip dari Kompas.com.

Baca: 3 Dancer asal Bandung Tewas Terbakar di Tempat Karaoke yang Dibakar Massa saat Bentrokan di Sorong

Akibat dari bentrokan tersebut, sebanyak 18 orang tewas.

Tujuh belas orang meninggal karena terjebak di lantai dua Double O saat terjadi kebakaran, sementara satu lainnya tewas akibat tindak kekerasan.

"(Sebanyak) 17 orang terbakar di tempat hiburan Double O dan 1 orang meninggal akibat penganiayaan," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo, saat dikonfirmasi Tribunnews pada Selasa.

Buntut dari bentrokan tersebut, pihak kepolisian mengumpulkan beberapa kepala suku untuk menyelesaikan masalah agar tak ada insiden susulan.

Tak hanya itu, AKBP Ary Nyoto juga mengungkapkan pihaknya menerjunkan personel untuk berpatroli.

"Kita sudah kumpulkan beberapa kepala suku untuk menyelesaikan masalah ini agar tidak ada gerakan tambahan yang akan memicu nanti," ujarnya.

Selain itu, tokoh agama dan tokoh masyarakat juga turut dirangkul untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan.

Baca: 17 Jenazah yang Tewas di Double O Sorong Dimasukkan di Tempat Pendingin

Irjen Dedi mengungkapkan saat ini Polres Sorong Timur sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan kedua kelompok yang bertikai.

"Polda jajaran langsung berkoordinasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk mencegah tidak ada aksi balasan atau aksi lainnya," ungkap Irjen Dedi Prasetyo, dilansir Tribunnews.

"Polsek Sorong Timur telah melakukan pertemuan antara kelompok," tegasnya.

Lebih lanjut, Dedi mengatakan polisi telah melakukan penyelidikan serta penyidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dari bentrokan itu.

Ia juga memastikan olah tempat kejadian perkara (TKP) sudah dilakukan.

"Penyelidikan melakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk memproses tuntas kasus kejadian ini."

"Lalu jajaran juga menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP)," tandasnya.

Sementara itu, pada Selasa sekitar pukul 13.40 WIT, rombongan Kapolda Papua Barat tiba di Double O.

Mengutip TribunPapuaBarat, rombongan masuk ke tempat karaoke dan langsung menggelar pertemuan secara tertutup.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mencari aktor intelektual di balik bentrokan di Double O.

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kronologi Bentrokan di Sorong, Berawal dari Salah Paham hingga Tempat Karaoke Dibakar
(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Igman Ibrahim/Suci Bangun DS, TribunPapuaBarat.com, Kompas.com/Maichel)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Buntut Bentrokan di Sorong: Kepala Suku Dikumpulkan, Polisi Diterjunkan untuk Patroli

# Bentrokan di Double O Sorong # Double O Kota Sorong # Bentrok di Sorong # Kapolres Sorong Kota # bentrokan

Editor: Khaira Nova Hanugrahayu
Video Production: Puput Wulansari
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved