Kamis, 9 April 2026

Terkini Daerah

Kabar Terkini Kasus Subang, Praktisi Hukum Tanggapi Target Kapolda Jabar: Harus Rasional dan Fakta

Sabtu, 8 Januari 2022 17:01 WIB
Tribun Jabar

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Subang, Dwiky Maulana Vellayati

TRIBUN-VIDEO.COM, SUBANG - Hari ini, Sabtu (8/1/2022), kasus perampasan nyawa ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, sudah menginjak hari ke-144.

Namun, meskipun sudah hampir lima bulan, polisi belum juga mengungkapkan siapa pelaku yang menghilangkan nyawa Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.

Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana belum lama ini menargetkan kasus Subang ini akan terungkap di awal tahun 2022.

Dengan pernyataan dari Kapolda Jabar tersebut, tentunya apa yang ditargetkan oleh jenderal bintang dua tersebut akan benar terealisasi.

Baca: Sketsa Wajah Pelaku Pembunuhan di Subang Dikaitkan dengan Saksi Prioritas, Kasus Dinilai Bias

Dede Sunarya, praktisi hukum sekaligus tokoh masyarakat di Subang, pun menanggapi target yang disebutkan Kapolda Jabar tersebut.

"Target awal tahun tentunya harapan dari masyarakat juga itu yang pasti. Selain masyarakat, penyidik serta pihak kepolisian berharap seperti itu yah," ucap Dede kepada TribunJabar.id di Subang, Jumat (7/1/2022).

Namun, menurut Dede, apa yang sudah ditargetkan Polda Jabar itu harus rasional dan tentunya sesuai dengan bukti nyata yang ditemukan oleh penyidik.

"Target itu memang bagus, pihak kepolisian harus punya target."

"Tetapi target ini memang harus rasional sesuai fakta di lapangan," katanya.

Tentang terduga pelaku, Dede menduga pelaku kasus perampasan nyawa Tuti Suhartini (55) serta Amalia Mustika Ratu (23) adalah satu di antara 69 saksi yang saat ini sudah diperiksa polisi.

"Ini kan kemungkinan yah, kemungkinannya (pelaku) ada di area para saksi, tapi bisa saja di luar saksi-saksi yang sudah diperiksa polisi," ucap Dede.

Sebelumnya, Polda Jabar sudah merilis sketsa terduga pelaku yang menjadi progres pengungkapan kasus Subang itu.

Sketsa wajah terduga pelaku itu, menurut Dede, dimunculkan polisi sesuai dengan keterangan saksi-saksi yang sudah terperiksa.

"Iya mungkin polisi mendapatkan informasi dari saksi yang sudah diperiksa, maka dari itu muncullah sketsa wajah terkait keterangan saksi," katanya.

Menurut Dede, munculnya sketsa wajah terduga pelaku ini akan menjadi terang benderang dalam mengungkap kasus yang hampir lima bulan masih berjalan ini.

"Itu progres yang luar biasa dari polisi. Selebihnya kita tunggu saja perkembangan selanjutnya dari pihak kepolisian," ujar Dede.

Di sisi lain, terus berlarut-larutnya sampai dengan hampir lima bulan ini belum juga dapat terungkap membuat kasus tersebut menjadi bias dan lebih sulit untuk diungkap.

"Kita sudah melihat kerja keras dari polisi Polres Subang dan ditindaklanjuti oleh Polda Jabar, cuma berlarut-larutnya mungkin ini kasus yang sulit sehingga kasusnya jadi bias," ucap Dede.

Baca: Praktisi Hukum Menduga Pelaku Kasus Subang Ada di Antara 69 Saksi yang Diperiksa, Siapakah Sosoknya?

Kendati demikian, menurut Dede, pihak kepolisian pada kasus perampasan nyawa Tuti serta Amalia bekerja secara ekstrahati-hati dalam mengungkapnya.

Pasalnya, kasus ini menyangkut dari hak asasi manusia (HAM) sehingga pengungkapannya secara mutlak dari pembuktian yang tepat sasaran.

"Polisi baik dari Polres, Polda, maupun Bareskrim Polri sudah bekerja maksimal, hanya saja lebih hati-hati dalam mengungkap kasus ini. Kita tentunya dukung terus polisi dan semoga dapat segera mengungkap," katanya.

Sebelumnya, Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana menargetkan kepada jajaran Polda Jabar agar kasus tersebut dapat terungkap di awal tahun 2022. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul HARI KE-144 Kasus Subang: Bias dan Sulit Diungkap, Harus Rasional, Semoga Januari Ini Terkuak

Video Production: Restu Riyawan
Sumber: Tribun Jabar

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved