Sabtu, 11 April 2026

Terkini Daerah

Kondisi Terkini Maybrat Papua Barat Pasca-penyerangan Posramil Kisor

Kamis, 6 Januari 2022 20:00 WIB
Tribun Papua

TRIBUN-VIDEO.COM, JAYAPURA – Pasca-penyerangan di Posramil Kisor, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, aktifitas pemerintahan di daerah tersebut menurun.

Hal ini ditegaskan Bupati Maybrat Bernard Sagrim kepada awak media, Kamis (6/1/2021).

"Tragedi ini membuat penyelenggara pemerintahan di Kabupaten Maybrat sedikit mengalami penurunan,” kata Sagrim dikutip dari laman Kompas.com.

Penurunan pelayanan bervariasi dimana para ASN dan juga hamba-hamba Tuhan takut untuk melakukan pelayanan kepada masyarakat.

"Kita biasanya Natal dan Tahun Baru suka-cita gembira, tetapi tahun kemarin kita sedikit mengalami penurunan. Itu salah satu rekomendasi yang dibahas di putusan bersama oleh dua gereja agar situasi Natal dilaksankan cukup sederhana," ujarnya.

Sagrim pun memastikan, pemerintahan segera berjalan seperti biasanya untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat mulai awal tahun 2022.

Baca: Komnas HAM Dampingi 98 Pengungsi Kembali ke Kampung Kisor Maybrat, Gunakan 27 Mobil dari Pemda

Sekadar diketahui, penyerangan di Posramil Kisor yang dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK).

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (2/9/2021) dini hari, jumlah penyerang diperkirakan sebanyak 50 orang.

Lima anggota TNI selamat dalam penyerangan Pos Rayon Militer (Posramil) Kisor, Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat.

Penyerangan diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Kamis (2/9/2021) sekira pukul 03.00 WIT.

Insiden tersebut mengakibatkan 4 orang prajurit gugur, dua orang luka bacok, dan 5 orang dalam kondisi aman.

Ketua Pokja Perempuan Majelis Rakyat Papua Barat Christiana Ayello meminta kepada aparat TNI-Polri agar menyikapi persoalan tersebut dengan baik tidak dengan kekerasan.

"Memang ini merupakan persoalan kemanusiaan yang luar biasa, karena menyangkut kematian beberapa prajurit TNI di Posramil Kisor," katanya.

Warga Mengungsi

Warga yang tinggal di 4 kampung yang berada di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat, dikabarkan rela meninggalkan tempat tinggalnya dan memilih mengungsi ke hutan.

Hal itu dilakukan warga di kampung tersebut lantaran takut adanya kehadiran aparat di daerah tersebut bersenjata lengkap yang sedang memburu terduga pelaku pembunuhan anggota TNI.

Kepala Penerangan Kodam XVIII/Kasuari, Letnan Kolonel Arm Hendra Pesireron, mengaku masyarakat yang mengungsi karena takut dengan teroris.

"Pihaknya meminta agar masyarakat kembali ke kampung, dan tidak usah khawatir," kata Letnan Kolonel Arm Hendra Pesireron dikutip dari laman TribunPapuaBarat.com, Senin (6/9/2021).

Baca: Tangis Histeris Pengungsi di Maybrat saat Lihat Kondisi Rumahnya, Terpaksa Kembali ke Pengungsian

"Kalau untuk oknum tetap dikejar, karena dia telah meresahkan masyarakat,"ujarnya.

Pasca-penyerangan Posramil Kisor, Kabupaten Maybrat, membuat masyarakat di kabupaten itu memilih untuk mengungsi ke hutan, termasuk perempuan dan anak.

Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandey mengingatkan aparat keamanan agar dalam penanganan kasus, harus pararel.

Artinya, lanjut Frits Ramandey, menindak kepada yang bersalah atau yang berbuat.

"Jangan sampai berdampak kepada warga yang tak tahu menahu. Intinya, jangan sampai masyarakat sipil jadi korban,"kata Frits kepada Tribun-Papua.com, Senin (6/9/2021).

Dia berharap aparat kemanan harus meningkatkan kewaspadaan di wilayah Papua terutama di pinggiran kota. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul Pasca-penyerangan Posramil Kisor, Ini Kondisi Terkini Maybrat Papua Barat

# maybrat # Papua Barat # Posramil Kisor

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Puput Wulansari
Sumber: Tribun Papua

Tags
   #Maybrat   #Papua Barat   #Posramil Kisor

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved