Kamis, 23 April 2026

Terkini Metropolitan

Muhidin Korban Kebakaran Bengkel Motor Dikenal Sosok yang Baik dan Berjiwa Penolong

Senin, 3 Januari 2022 11:56 WIB
Warta Kota

TRIBUN-VIDEO.COM - Sebuah bengkel di Jalan Bangka XI, RT 10/RW 10, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, terbakar, Minggu (2/1/2022) pagi.

Kebakaran yang juga merambat ke rumah lainnya itu, memakan korban jiwa, yakni Muhidin (50) serta anak perempuannya, Mawar (20).

Sementara anak laki-laki Muhidin, Angga (22) selamat, tetapi mengalami luka bakar di tangan bagian sebelah kiri.

Diketahui, ketiganya merupakan satu keluarga.

Anton (31), saksi mata sekaligus tetangga korban, mengenang Muhidin sebagai sosok yang baik dan suka bersosialisasi.

"Almarhum tuh baik orangnya, sering sosialisasi," ujar Anton, saat ditemui di lokasi, Minggu (2/1/2022) sore.

Baca: Kisah Mengharukan Ayah yang Selamatkan Putrinya saat Kebakaran, Aksinya Gagal dan Tewaskan Keduanya

Anton mengatakan bahwa dirinya baru mengenal sosok almarhum sekira 6 bulan yang lalu.

Ia sempat kaget dan tidak percaya mendengar kabar duka atas meninggalnya Muhidin.

"Saya kenal sama almarhum emang belum lama, karena dia juga di sini baru tinggal sekitar 6 bulanan lah," katanya.

"Tapi dia orangnya baik, rajin juga ke masjid. Makanya agak ngenes aja lihat dia meninggal kayak gitu," tambah Anton.

Muhidin, tuturnya, pernah membantu anak kecil yang sepedanya kempis, tanpa meminta biaya.

"Pernah juga waktu itu ada anak kecil sepedahan bannya kempes, terus dipanggil sama Almarhum, dipompain bannya tanpa minta biaya. Mungkin kasihan lihat anak kecil," ujarnya.

Selain itu, Anton menuturkan bahwa dirinya merasakan firasat sebelum kepergian Muhidin.

Tiga hari lalu, dirinya sempat ke bengkel Muhidin untuk menambah angin ban motornya pada waktu pagi.

"Terus saya lihat dia kayak kosong, ngelamun aja. Saya tanya "ngelamun aja Beh", dia cuma senyum," kata Anton.

"Sama bilang "Hawanya panas ini hari." Padahal kan masih pagi, masih jam 7-8an, dia bilang hawanya panas," lanjutnya.

Lalu, sehari sebelumnya, Anton sempat bertemu dengan Muhidin, tetapi almarhum tidak mengenali dirinya.

Anton merasa Muhidin sedang sibuk karena biasanya almarhum suka menyapa dirinya.

'Kalau sehari sebelumnya, memang saya ketemu juga, tapi dia kaya yang nggak kenal gitu. Soalnya kalau ketemu biasanya sih nyapa," ujar Anton.

"Nah hari kemarin itu ketemu dia jalan aja kaya yang nggak kenal. Tapi saya biarin aja lah, mungkin almarhum lagi sibuk juga makanya acuhin saya," tambahnya.

Sebelumnya, Anton menjelaskan, api membakar bengkel tersebut sekira pukul 06.30 WIB, Minggu pagi (2/1/2022).

"Awalnya bapaknya lagi nambal ban, terus anaknya (Angga) lagi nuangin bensin," ujarnya, kepada Wartakotalive.com, Minggu (2/1/2022) sore.

"Dengan space yang segini (kecil), mungkin terlalu dekat, jadi kena anginnya buat bensin itu kan bisa kena anginnya," tambah Anton.

Anton mengatakan, kebakaran yang sudah membesar itu baru diketahui dirinya seorang, belum ada warga sekitar lain yang tahu.

Sementara Muhidin dan Angga juga sudah keluar, tapi Angga mengalami luka bakar di tangan kiri.

"Pas kebakaran itu, anak laki (Angga) coba buat nendang jerigen bensin ke jalan, maksudnya biar kebakarnya nggak di dalam bengkel. Nah, Angga ini berhasil keluar sama bapaknya," kata Anton.

Muhidin berusaha masuk kembali ke rumah guna menyelamatkan anaknya yang masih berada di dalam.

Sementara itu, beberapa warga berusaha memadamkan api, tetapi kobaran api begitu cepat menyambar.

Sehingga Muhidin dan Mawar terbakar dan tak bisa diselamatkan hingga keduanya meninggal.

"Tapi anak yang cewek atas nama Mawar ini masih kejebak di dalem bengkel. Kondisi api juga udah gede banget. Mungkin karena naluri orang tua ya, ngelihat anak ceweknya masih kejebak itu dia masuk nggak peduli sama api, pokoknya dia masuk," ujar Anton.

"Saya sama Angga coba larang aja nggak didenger. Dia lari masuk buat selamatin anaknya. Di dalam itu nggak ada akses keluar. Jadi, terjebaklah mereka berdua di dalam," lanjutnya.

Baca: Berusaha Tolong Putrinya, Sang Ayah Justru juga Tak Bisa Diselamatkan dalam Kebakaran di Mampang

Sementara saat kejadian, istri Muhidin tidak ada di lokasi, lantaran sedang pergi ke pasar.

"Istrinya selamat. Kebetulan dia dari pasar. Dia ke pasar," tutur Anton yang mengenakan masker warna hitam.

Lebih lanjut, Anton menuturkan bahwa api baru dapat dipadamkan sekira setengah jam kemudian.

"Padamnya kira-kira 30 menitan. Nggak sampai satu jam. Cuman karena ada material mudah terbakar, seperti kayu. Di belakang situ kan furniture," ujar Anton.

Diketahui, ketiga korban tersebut dibawa ke Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Pantauan di lokasi pukul 17.00 WIB pasca kebakaran, tampak garis polisi sudah terpasang.

Dua buah kompresor dan juga satu motor masih berada di sana dalam kondisi hangus terbakar.

Sebagian genting juga sudah hancur, yang mana menyisakan puing-puing di rumah tersebut. (M31)

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Muhidin Korban Kebakaran yang Terobos Api Demi Anak Perempuannya, Dikenal Berjiwa Penolong

#Korban Kebakaran #Muhidin #Kebakaran

Editor: bagus gema praditiya sukirman
Video Production: Putri Anggun Absari
Sumber: Warta Kota

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved