Jumat, 17 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

5 Fakta Kasus Bahar bin Smith: Sebut KSAD 'Jenderal Baliho', Cekcok dengan Danrem hingga Teror Maut

Minggu, 2 Januari 2022 20:43 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Seusai bebas dari tahanan nama Bahar bin Smith tak pernah lepas dari sorotan.

Mulai dari menyentil Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman, hingga selisih paham dengan anggota TNI.

Tak hanya itu, Pondok pesantren milik Bahar bin Smith juga menjadi bulan-bulanan dengan adanya teror paket berisi kepala anjing.

1. Ceramah sebut KSAD 'Jenderal Baliho'

Dalam sebuah ceramah pertengahan Desember 2021 lalu, Bahar bin Smith terekam menyinggung KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

Kala itu, Bahar Smith menyebut bahwa Dudung enggan turun tangan memberi bantuan pada korban erupsi Gunung Semeru.

Ia pun sempat menyebut bahwa Jenderal Dudung dengan julukan jenderal baliho, karena sempat menurunkan atribut dan baliho Habib Rizieq Shihab.

"Mana yang kemarin nurunin balihonya Habib Rizieq? Mana jenderal baliho mana yang kemarin nurunin balihonya Habib Rizieq?" seru Bahar, seperti diberitakan Kompas.com.

"Yang ngomong bubarkan saja FPI, mana kok nggak kelihatan di Semeru? Mana? Kok nggak kelihatan di Semeru? Kok malah FPI yang ada di sana," lanjutnya.

2. Dilaporkan ke Polisi

Belum lama keluar dari tahanan, Bahar Smith kemudian dilaporkan kembali ke polisi pada 7 Desember dan 17 Desember lalu.

Bahar bin Smith dilaporkan atas dugaan menyebarkan ujaran kebencian dan memelintir ucapan dari Jenderal Dudung Abdurachman.

Pelapor Bahar bin Smith adalah Habib Husin Shihab.

Menurutnya, Bahar dan Eggi dinilai memelintir omongan Dudung, "Dirinya terbiasa berdoa dengan bahasa Indonesia karena Tuhan bukan orang Arab."

“Yang jadi masalah itu ketika Eggi dan Bahar memelintir bahasanya Pak Dudung. Seolah-olah Pak Dudung itu menyetarakan antara manusia dan Tuhan. Ini yang jadi masalah,” ucap Husin usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Senin (20/12/2021), dikutip dari Kompas.com.

Padahal, menurut Husen, tak ada yang salah dari ucapan KSAD Dudung.

3. Bahar Smith Didatangi Polisi

Sebuah video Habib Bahar bin Smith didatangi kepolisian beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, Habib Bahar terlihat berjabat tangan dengan seorang pria beragam polisi.

Diketahui, mereka adalah anggota Polda Jabar.

Dari informasi yang beredar di media sosial, kedatangan Polda Jabar ini disebut-sebut menyerahkan surat terkait dimulainya penyidikan atas laporan terhadap Habib Bahar bin Smith.

Video itu kemudian dipelintir seolah polisi datang untuk sowan pada Bahar Smith.

Namun, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi A Chaniago menjelaskan bahwa anggota Ditreskrimum Polda Jabar mendatangi rumah Habib Bahar untuk menyerahkan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP).

SPDP ini adalah pelimpahan dari laporan polisi yang masuk ke Polda Metro Jaya, soal adanya ujaran kebencian.

"Bukan tidak ada alasan anggota kami di sana, bahwa anggota di sana adalah untuk menyampaikan surat perintah dimulainya penyidikan. Lucos deliknya ada di Polda Jabar, jadi penyidikannya oleh Polda Jabar," ujar Erdi di Polda Jabar, Kamis (30/12/2021) dikutip dari TribunJabar.

4. Terlibat debat dengan Dandrem

Belum selesai kasus pencemaran nama baik, Bahar bin Smith lagi-lagi terekam dalam sebuah video yang viral.

Kali ini, Bahar Smith tengah debat sengit dan adu mulut dengan anggota TNI yakni Brigjen TNI Achmad Fauzi yang merupakan Komandam Korem 061 Surya Kencana.

Dalam dialognya, sang Brigjen meminta agar Bahar Smith tak melakukan provokasi dalam ceramahnya.

"Sudah tugasnya Pak, Bapak percaya kan tugas Bapak untuk berikan ceramah yang baik kepada warga," kata anggota TNI.

Namun Bahar bin Smith menyebut bahwa kedatangan TNI itu sebagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan.

5. Teror Kepala Anjing

Pondok pesantren milik Habib Bahar bin Smith dilempari tiga potong kepala anjing pada Jumat (31/12/2021) dini hari.

Tiga potong kepala anjing itu dilempar dalam sebuah bungkusan kardus.

Ichwan Tuankotta, pengacara Habib Bahar bin Smith mengatakan melihat orang tak dikenal melempar dari luar area pesantren.

"Dilempar ke pondok oleh seseorang yang enggak tahu kita identitasnya," ujar Ichwan, pada Jumat (31/12/2021).

Tak hanya itu, Ichwan juga menjelaskan bahwa ada benda lain yang juga dilempar, seperti kayu atau kusen.

"Ada juga semacam kayu atau kusen yang dilempar," kata dia dikutip dari TribunBanten.

Sementara itu, pengacara Habib Bahar bin Smith yakni Aziz Yanuar memeparkan bahwa ada setidaknya empat orang tak dikenal yang melakukan pelemparan.

Kepala anjing itu dilempar dari sepeda motor.

(Tribun-Video.com)

# Jenderal Dudung Abdurachman # Bahar bin Smith # Aziz Yanuar

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Reporter: Nila
Video Production: Andy Prasetiyo
Sumber: Tribun Video

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved