Sabtu, 25 April 2026

Terkini Daerah

Kapolres Nunukan Benarkan Ada Oknum Anggotanya yang Aniaya Pemuda: Pelakunya Polisi Baru

Kamis, 30 Desember 2021 22:31 WIB
Tribun Kaltara

TRIBUN-VIDEO.COM - Polres Nunukan benarkan penganiayaan oleh oknum anggota Polri, Kapolres Nunukan AKBP Ricky Hadianto: Pelakunya polisi baru.

Sementara itu, dugaan penganiayaan oleh oknum anggota Polres Nunukan, dibenarkan oleh Kapolres Nunukan AKBP Ricky Hadianto.

"Untuk internalnya, sekarang dalam proses bagian Propam," paparnya.

"Mereka masih melakukan interogasi, dan saya belum menerima laporan secara keseluruhan," lanjut Ricky Hadianto.

Diketahui saat ini, baru dua oknum anggota Polres Nunukan yang menjalani pemeriksaan Propam.

Baca: Cerita Pemuda di Nunukan Disekap dan Dianiaya Oknum Polisi hingga Pagi lantaran Merasa Ditantang

"Pelakunya polisi baru, adapun masalah kebijakan untuk penindakan, sudah saya ambil. Polisi baru yang masih bujang, semua tidak boleh keluar asrama. Ini juga sebagai langkah agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Mereka tidak boleh meninggalkan asrama," terangnya.

Ricky juga tidak membantah adanya informasi penodongan dan pemukulan dengan menggunakan senjata api.

"Informasinya begitu, tapi kemungkinan bukan dari kami yang melakukan. Yang jelas, kami belum tahu persis kejadiannya. Kita tunggu hasil penyidikan Propam dan laporan dari masyarakatnya seperti apa. Masih kita dalami," tegasnya.

Sejumlah Oknum Polisi Aniaya Pemuda di Nunukan

Sejumlah oknum Polisi di Nunukan diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang pemuda berinisial R (21) warga Jalan Antasari Baru, RT 10, Kelurahan Selisun, Kabupaten Nunukan, Sabtu (26/12/2021), malam.

Penganiayaan itu membuat R menderita luka pada lengan bagian kiri, luka lengan pada tubuhnya, hingga wajahnya membengkak selama dua hari.

"Saya dipukul, ditodong pistol, dan disekap mulai pukul 00.00 Wita-06.00 Wita di kosan mereka (oknum Polisi). Saya dipukuli bagian Kepala, muka, belakang saya, pokoknya semua badan saya," kata R kepada TribunKaltara.com, saat ditemui di rumah orangtuanya, Rabu (29/12/2021), malam.

R menjelaskan, penganiayaan yang dialaminya bermuladi depan toko Naufal, Jl. Tien Soeharto, tempat dia bekerja.

Saat itu, R memanggil dan melambaikan tangannya terhadap pengendara motor yang dikira adalah temannya.

Namun, tindakan R tersebut dianggap menantang pengendara motor tersebut. Awalnya hanya enam laki-laki yang mendatanginya, namun lama kelamaan bertambah banyak.

"Mereka nanya ke saya, kenapa melambai jadi saya bilang saya pikir teman saya, karena motor dan gayanya dari belakang mirip. Lalu, saya diajak duel dengan laki-laki yang dibonceng. Tapi karena saya kecil, jadi saya disuruh lawan yang satunya," ucap R.

R yang tak tahu laki-laki yang mendatanginya adalah oknum polisi, sontak memukul pelipis laki-laki yang mengajaknya duel.

Selanjutnya, R dipukul dan dikeroyok oleh sejumlah oknum polisi.

Baca: Oknum Polisi Anggota Mabes Polri Diduga Keroyok 2 Remaja di Jatinegara, Beraksi Pakai Pentungan

Teman-teman R tidak bisa berbuat apa-apa, lantaran mereka mengaku aparat polisi.

"Saya akui salah, karena pukul duluan. Saya dikeroyok dan mereka bilang ke teman-teman saya, kalau mereka adalah aparat Polisi. Saya lebih tahu hukum daripada kalian," ujar R meniru kalimat yang dilontarkan oknum polisi kepada teman-temannya.

Tak hanya itu, R lalu ditarik oleh seorang laki-laki bagian dari mereka dengan perawakan agak besar, menodong pistol pada Kepala R bagian kiri.

R di tarik ke tengah jalan raya diminta untuk jongkok lalu dipukul kepalanya menggunakan pistol.

"Setelah itu saya ditarik ke pinggir jalan jauh dari kerumunan, lalu disuruh tiarap baru dikeroyok. Jumlah mereka bertambah banyak," tuturnya.

Tindakan penganiayaan itu berlanjut, R lalu dibawa menggunakan sepeda motor ke sebuah kos-kosan di Jalan Pasar Baru.

Saat tiba di kos-kosan itu, R dikeroyok lagi di kamar kos dengan posisi pintu terkunci hingga darah dari hidung dan mulut R terus keluar.

"Saya dikunci di kamar dari pukul 01.00-06.00 Wita. Sampai hidung saya dan mulut berdarah lalu dua kali saya muntah. Terus orang yang saya sempat pukul, bilang ke saya, kalau dia pergi minum dulu," ungkapnya.

R mengaku saat itu, ia tak sendiri dibawa ke kosan itu. Melainkan seorang temannya juga dibawa oleh oknum Polisi.

"Teman saya S itu ada kenal dengan salah satu dari mereka, jadi dia aman. Dan disuruh pulang oleh mereka," tambahnya.(TribunKaltara/Febrianus Felis)

# Polres Nunukan # penganiayaan # oknum polisi # Kaltara

Baca berita lainnya terkait oknum polisi

Artikel ini telah tayang di TribunKaltara.com dengan judul Polres Nunukan Benarkan Penganiayaan oleh Oknum Anggota Polri, Kapolres: Pelakunya Polisi Baru

Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: Tribun Kaltara

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved