Minggu, 19 April 2026

Terkini Daerah

Edy Rahmayadi Didesak Buat Pernyataan Maaf secara Terbuka pada Coki Aritonang dan Masyarakat

Kamis, 30 Desember 2021 00:22 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Berikut kronologi Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, menjewer pelatih biliar, Coki Aritonang, yang kini ramai dibicarakan.

Insiden itu terjadi pada Senin (27/12/2021), saat acara penyerahan bonus pada atlet dan pelatih berprestasi di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua XX yang digelar di Rumah Gubernur di Medan.

Saat memberi sambutan, Edy menyinggung soal keinginannya agar Sumut kembali berjaya dan diperhitungkan di dunia olahraga.

Tak hanya itu, ia juga memberi beberapa kata motivasi yang disambut tepuk tangan hadirin.

Namun, ada suatu momen di mana Edy tak melihat Coki bertepuk tangan karena tertidur.

Ia pun memanggil Coki ke atas panggung dan menjewernya setelah sempat menyinggung Coki tak pantas jadi pelatih.

"Tak cocok jadi pelatih ini," kata Edy, dikutip dari Kompas.com.

Tak hanya menjewer, Edy juga mengusir Coki dan mengatakan sang pelatih biliar itu tak layak dipekerjakan lagi.

"Sudah, pulang. Tak usah dipakai lagi. Kau langsung keluar. Tak usah lagi di sini," tegas Edy.

Coki kemudian angkat kaki dari ruangan tersebut, sementara Edy melanjutkan kata sambutannya.

Usai insiden itu, Edy masih menyinggung sikap Coki yang dinilainya tak pantas dan meminta agar pihak terkait mencopot Coki.

Baca: Coki Buat Laporan ke Polda Sumut, Buntut Edy Rahmayadi Jewer Pelatih Biliar karena Tak Tepuk Tangan

Disarankan agar Minta Maaf

Atas perbuatannya pada Coki Aritonang, Edy Rahmayadi didesak agar meminta maaf secara terbuka pada masyarakat dan Coki.

Menurut Wakil Direktur Lembaga Bantuan Hukum Medan, Irvan, sikap yang ditunjukkan Edy seolah merendahkan harkat dan martabat seseorang.

Tak hanya itu, Irvan juga menilai Edy telah bersikap arogan.

"Terkait kejadian tersebut, Edy Rahmayadi sudah seharusnya meminta maaf secara langsung kepada Coki Aritonang, keluarganya, dan masyarakat Sumatera Utara."

"Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab dan etika sebagai seorang pemimpin Sumatera Utara dan seraya memperbaiki sikap arogansinya dan memberikan pelayanan kepada masyarakat," urai Irvan, Rabu (29/12/2021), dikutip dari TribunMedan.

Desakan agar Edy meminta maaf juga datang dari Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Sibarani.

Ia menyarankan agar Edy segera meminta maaf dan mengklarifikasi perbuatannya lantaran kasus ini sudah viral.

Baca: Dijewer Gubernur Sumut karena Tak Tepuk Tangan, Pelatih Biliar PON Nilai Pernyataan Edy Biasa Saja

"Alangkah bermartabatnya bila Gubernur Sumut segera menggelar klarifikasi agar masyarakat tidak bertanya-tanya."

"Lebih bermartabat juga bila Gubernur meminta maaf secara langsung. Ini juga menyangkut nama baik Gubernur," ujar Bakhtiar, Rabu, dilansir Kompas.com.

Wakil Ketua Umum Gerindra, Habiburokhman, juga menyarankan agar Edy Rahmayadi meminta maaf agar tak ada pihak yang merasa disakiti dan dipermalukan.

Menurutnya, cara Edy memperingatkan Coki adalah hal yang salah.

Terlebih, Coki bukan anak buah langsung Edy.

"Saran saya beliau minta maaf saja, agar tidak ada yang merasa disakiti dan dipermalukan," kata Habiburokhman kepada wartawan, Rabu, mengutip Kompas.com.

"Tetapi itu kan di ruang terbuka, dan juga si pelatih biliar juga bukan anak buah langsung, jadi enggak bisa diperlakukan demikian," tambahnya.

(TribunVideo.com/Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kronologi Edy Rahmayadi Jewer Pelatih Biliar, karena Tak Tepuk Tangan, lalu Mengusirnya

# Gubernur Sumatera Utara # Edy Rahmayadi # Coki Aritonang # Medan

Video Production: Abdul Salim Maula Safari Thoyyib
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved