Lifestyle
Sebelum Membeli Pembalut Kain, Pertimbangkan Kelemahan dan Kelebihannya
TRIBUN-VIDEO.COM - Semakin kesini pembalut memiliki banyak variasi yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan.
Dari pembalut sekali pakai hingga pembalut berbahan kain.
Pembalut berbahan kain terbilang lebih mahal, namun bisa dipakai berkali-kali.
Sebenarnya keduanya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing yang dapat kamu pertimbangkan sesuai dengan kebutuhan.
Berikut ini Tribun Shopping akan merangkum beberapa kelemahan dan kelebihan dari pembalut kain:
Kelemahan Pembalut Kain
1. Perlu Dicuci Dulu Sebelum Digunakan Kembali
Jika pembalut sekali pakai bisa langsung kamu buang, pembalut kain perlu dicuci terlebih dahulu.
Mencucinya pun tak bisa asal, harus benar-benar bersih sampai tak ada darah yang tersisa.
Saat menjemur pembalut kain, pastikan pembalut ini kering dengan merata dan sempurna.
Baca: Harganya Terjangkau dan Mudah Didapat, Berikut 4 Rekomendasi Pembalut Laurier Terbaik Anti Bocor
Baca: 3 Rekomendasi Obat yang Bisa Digunakan untuk Atasi Iritasi akibat Pembalut
Pembalut yang setengah kering atau lembap dapat mengundang pertumbuhan bakteri serta jamur sehingga berbahaya bagi kesehatan vagina.
2. Vagina Mudah Lembap
Menggunakan pembalut kain terlalu lama akan menyebabkan area vagina dan sekitarnya menjadi mudah lembap.
Vagina yang lembap tentu akan memicu pertumbuhan bakteri pada organ kewanitaan.
3. Rentan Muncul Bakteri
Bakteri yang berlebihan pada vagina dapat menyebabkan iritasi, peradangan, infeksi, bau tak sedap setelah berhubungan intim, keputihan abnormal, dan gejala lainnya.
Untuk mencegah kondisi vaginosis bakterialis, kamu tetap harus rutin mencuci, membilas, dan mengeringkan pembalut kain setelah penggunaannya.
Kelebihan Pembalut Kain
1. Ramah Lingkungan
Pembalut kain memiliki kelebihan yaitu ramah lingkungan.
Jika dibandingkan dengan pembalut sekali pakai, kamu tidak perlu berkali-kali membeli pembalut saat menstruasi.
Maka dari itu, jenis pembalut ini bisa mengurangi volume sampah di lingkungan.
Tak hanya itu saja, pembalut jenis ini juga tidak mengandung bahan kimia seperti pembalut sekali pakai.
2. Bisa Digunakan Berulang Kali
Berbeda dengan pembalut sekali pakai, pembalut kain bisa digunakan berulang kali yang penting mencucinya sebelum digunakan lagi.
Baca: 5 Tips Mencegah Pembalut agar Tak Mudah Bocor saat Dipakai Beraktivitas
Baca: 3 Rekomendasi Obat yang Bisa Digunakan untuk Atasi Iritasi akibat Pembalut
Hal ini yang membuat pembalut kain lebih hemat biaya daripada pembalut sekali pakai.
Bahkan, ada pula produk yang mengklaim lama penggunaannya sekitar 3 – 5 tahun.
3. Tidak Menyebabkan Iritasi
Apabila menggunakan pembalut yang kurang cocok, tak jarang wanita mengalami gatal, ruam, hingga iritasi.
Memakai pembalut yang aman dan nyaman dapat mengurangi risiko ruam iritasi akibat pembalut pada area selangkangan karena bahannya berkualitas baik.
Kondisi ini tergolong sering muncul akibat bahan pembalut sekali pakai yang umumnya kasar dan mengandung bahan kimia tambahan.
Sementara pembalut kain memiliki bahan halus dan tidak berbahan kimia sehingga mengurangi risiko iritasi.
Dari kelebihan dan kelemahan diatas, kamu bisa menentukan sendiri mana yang sesuai dengan kebutuhan. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunshopping.com dengan judul Kelemahan dan Kelebihan Pembalut Kain, Pertimbangkan Sebelum Membelinya
# ganti pembalut # pembalut # Wanita Menstruasi
Sumber: Tribunnews.com
Regional
Truk Satpol PP Kendari Angkut Bantuan Banjir, Warga Sumatera dan Aceh Dapat Selimut hingga Pembalut
Kamis, 11 Desember 2025
TRIBUNNEWS UPDATE
Stok Pembalut Langka Imbas Serangan Israel, Wanita di Gaza Terpaksa Konsumsi Pil Penunda Menstruasi
Rabu, 1 November 2023
Shopping
Review EcoTalk Menstrual Cup sebagai Pengganti Pembalut Sekali Pakai, Amankah untuk Miss V
Jumat, 17 Februari 2023
Travel
PT KAI Makin Manjakan Penumpang dengan Hadirkan Fasilitas Pembalut Gratis Bagi Penumpang Wanita
Selasa, 10 Januari 2023
Travel
Beri Pelayanan Terbaik, PT KAI Sediakan Pembalut untuk Penumpang Wanita yang Membutuhkan
Senin, 9 Januari 2023
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.