Minggu, 12 April 2026

Kabar Selebriti

Kontroversi Distorsi Sejarah dalam Drama Snowdrop Belum Usai, Tuai Kritik Netizen

Selasa, 28 Desember 2021 11:11 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Belum reda kontroversi distorsi sejarah, drama Snowdrop kembali menuai kritik.

Baru-baru ini netizen menyoroti salah satu adegan dalam episode 4.

Dalam episode 4, ada adegan di mana dua wanita sedang mengobrol.

Dilansir dari Kbizoom, seorang netizen menyoroti meja permainan hijau yang digunakan sebagai penyangga.

Meja ini sebenarnya adalah meja mahjong.

Mahjong adalah permainan empat pemain yang berasal dari China.

Permainan ini telah menyebar dan berkembang terutama di negara-negara Asia Timur seperti Jepang.

Namun, permainan tersebut agak asing bagi orang Korea.

Banyak netizen lantas mengkritik kemunculan mahjong yang merupakan permainan tradisional China, dalam sebuah drama Korea.

Beberapa netizen di komunitas Theqoo meninggalkan komentar seperti “Film ini dikendalikan oleh China”, “Apakah itu bahkan mendistorsi itu?”, “Main mahjong di tahun 80-an? Itu konyol"

Sementara itu, pada 24 Desember, sebuah petisi berjudul "Saya mengajukan petisi untuk menutup JTBC, yang menayangkan drama anti-konstitusional" menarik perhatian saat diunggah di papan buletin petisi publik Blue House.

Pemohon menulis, “Terlepas dari reaksi publik yang keras terhadap Snowdrop, JTBC tidak menerimanya dan gagal membantah kontroversi dengan benar, mengulangi posisinya yang ada dan mendorong penayangan hingga episode 5. Penyiar seperti itu tidak memenuhi syarat untuk beroperasi di Korea.”

Sementara itu, belum lama ini terungkap alasan JTBC tak bisa batalkan penayangan drama Snowdrop.

Ada diskusi komunitas online viral mengapa sulit bagi JTBC untuk menghentikan produksi ini.

Menurut seorang netizen anonim, ada banyak faktor yang berperan dalam keseluruhan alasan mengapa Snowdrop kemungkinan besar akan terus disiarkan terlepas dari semua reaksi.

Berikut 3 alasannya dikutip dari Koreaboo pada Kamis (23/12/2021):

Baca: Rating Drama Snowdrop Anjlok, Usai Tayangkan 3 Episode

1. Kontrak Disney Plus

Snowdrop sebelumnya menjadi berita utama setelah bermitra dengan layanan streaming, Disney Plus.

Ini adalah kesepakatan yang luar biasa karena serial JTBC akan menjadi salah satu drama Korea pertama di platform streaming yang ditampilkan di situs.

Tidak hanya itu, Snowdrop hanya tersedia untuk ditonton di platform streaming ini.

Hal tersebut membuat aksesibilitasnya semakin terbatas dibandingkan produksi lainnya.

Mengingat semua faktor ini, netizen berspekulasi bahwa kontrak antara JTBC dan Disney Plus tidak terukur.

Melanggar kontrak semacam itu akan merugikan perusahaan penyiaran Korea.

Meskipun jumlah pastinya tidak diketahui, banyak yang percaya ini mungkin menjadi alasan terbesar mengapa JTBC tidak dapat membatalkan produksi Snowdrop .

2. Investasi Perusahaan Cina

Faktor besar lainnya yang mungkin menghalangi JTBC untuk membatalkan serial ini adalah investasi yang diterima K-Drama dari perusahaan China.

Menurut laporan yang berbeda, dipastikan bahwa Snowdrop menerima investasi besar sebesar 100 miliar KRW (sekitar $83,9 juta USD) dari perusahaan IT China bernama Tencent.

Perusahaan IT adalah platform layanan internet dan konglomerat besar China.

Sama halnya dengan kontrak Disney Plus, kesepakatan antara JTBC dan Tencent juga menjadi suram jika perusahaan penyiaran melanjutkan pembatalan Snowdrop.

Mereka akan diwajibkan secara kontrak untuk tidak hanya mengembalikan investasi ke Tencent, tetapi juga membayar kembali uang yang telah mereka habiskan saat syuting produksi.

Baca: Dinilai Menyimpang Sejarah, 200 Orang Minta Pemberhentian Drama Snowdrop

3. K-Drama Until the Morning Comes JTBC

Terakhir, namun tidak kalah pentingnya adalah produksi JTBC lainnya.

Lantas, apa hubungannya serial Korea lainnya dengan tuntutan pembatalan Snowdrop?

Menurut netizen, itu karena produksi JTBC yang akan datang, yakni Until the Morning Comes yang didasarkan pada novel Cina yang memiliki sentimen pemerintah yang mirip dengan Snowdrop, juga menerima kritik karena plotnya.

Plotnya mengikuti kisah Partai Komunis di Tiongkok dan dugaan kebenaran di baliknya.

Penulis asli novel tersebut mengkritik gerakan demokratisasi Hong Kong yang terjadi pada tahun 2019, bahkan sampai menyebut para pengunjuk rasa “malas.”

Meskipun plotnya tidak persis sama, ada elemen politik yang tumpang tindih di Snowdrop dan Until the Morning Comes.

Artinya, jika JTBC membatalkan produksi Snowdrop, mereka akan “dipaksa” untuk membatalkan produksi Until the Morning Comes.

Telah dilaporkan bahwa Until the Morning Comes telah melakukan syuting hingga episode ke-8.

Akan sangat sulit bagi tim produksi untuk mempertimbangkan untuk membatalkan serial tersebut.

(TribunTrends.com/ Tiara Susma/Suli Hanna)

Artikel ini telah tayang di Tribuntrends.com dengan judul Kontroversi Belum Reda, Drama Jisoo BLACKPINK 'Snowdrop' Kembali Tuai Kritik, Penyebabnya Benda Ini

# Kabar selebriti # Snowdrop # distorsi sejarah

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Rania Amalia Achsanty
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved