Terkini Daerah
Pohon Natal Unik di Gereja Klaten, Terbuat dari Sapu Lidi Setinggi 7 Meter, Ini Penampakannya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo
TRIBUN-VIDEO.COM, KLATEN - Momen perayaan Hari Raya Natal di Kabupaten Klaten ada saja sisi unik yang menarik perhatian umat.
Kini ada di Gereja Katolik Santa Perawan Maria Bunda Kristus di Desa Tanjunganom Gadungan, Kecamatan Wedi.
Di gereja tersebut ada penampakan pohon Natal tak biasa, karena dibuat dari 150.000 lidi.
Ya, ratusan ribu lidi itu disusun hingga rapi setinggi tujuh meter layaknya pohon dari Cemara.
Keunikan pohon Natal tidak hanya dihiasi pernak-pernik bertema pandemi Covid-19.
Baca: Gemerlap Warna-warni Tugu Lilin Manado di Malam Hari Jelang Natal dan Tahun Baru 2022
Seperti bola yang berbentuk virus Corona, jarum suntik hingga boneka relawan yang mengenakan alat pelindung diri.
Sontak banyak jemaat tak lupa mengambil momen foto sebelum masuk ke gedung untuk ibadah misa karena saking uniknya.
Pelaksana pembuatan pohon Natal, Ignatius Yunanto mengaku, pihaknya menghabiskan sapu lidi yang sudah diikat dengan jumlah sekitar ratusan buah.
Baca: SMS Ucapan Selamat Natal Pertama di Dunia Laku Terjual di Perancis, Harganya Capai Rp 1,7 Miliar
Untuk lingkar bawah pohon tersebut terdiri dari 65 rangkaian sapu lidi.
"Ini total sekitar 750-an sapu lidi, plus minusnya," kata dia kepada TribunSolo.com, Sabtu (25/12/2021).
Tim Kerja Kreatif Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Antonius Supriyadi, menambahkan, pembuatan pohon tersebut sebagai bentuk semangat untuk bangkit dari pandemi covid-19.
"Dan ini bentuk semangat untuk bangkit dari pandemi itu," ucap dia.
Supriyadi menjelaskan sapu ini didapat dari lingkungan sekitar gereja.
"Dari umat mengirimkan sapu-sapu, dari lingkungan mengirimkan sapu untuk dibentuk menjadi pohon natal ini," jelas Supriyadi.
Pastor Gereja Katolik Santa Perawan Maria Bunda Kristus, Romo Aloysius Gonzaga Luhur Prihadi, menjelaskan bahwa penggunaan sapu lidi dipilih karena filosofinya.
"Kita mengambil filosofinya, bahwa kalau kita bersatu, kita bisa membuat segala sesuatu itu indah," kata dia.
"Sapu itu bisa dipakai untuk membersihkan, kalau tidak diikat dalam satu kesatuan juga tidak efektif," terangnya membeberkan.
Romo menegaskan bahwa jumlah sapu lidi bukan jadi yang paling penting.
"Yang penting keterlibatan seluruh umat melalui lingkungan," jelasnya.
Dia menambahkan, setiap tahunnya, pohon Natal di Gereja Katolik Santa Perawan Maria Bunda Kristus selalu berbeda.
"Disesuaikan dengan tema dan harapan yang dibangun sebagai simbol kebersamaan," aku dia.(*)
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Unik, Gereja di Wedi Klaten Bikin Pohon Natal dari Sapu Lidi : Tinggi 7 Meter, Ada Pesan Menyentuh
# Pohon Natal # Unik # gereja # Klaten # Sapu Lidi
Sumber: TribunSolo.com
Local Experience
Misteri Kampung Siluman, Hutan Pinus yang Menyimpan Sejarah Erupsi Merapi Tahun 1930
6 hari lalu
LIVE UPDATE
Wapres Gibran Kunjungi Gereja Katolik Bunda Hati Kudus Yesus Minahasa, Lihat Kondisi Pascagempa
7 hari lalu
Local Experience
Inilah Candi Plaosan! Sebuah Bukti Cinta Beda Agama di Masa Kerajaan Mataram Kuno
Senin, 6 April 2026
Local Experience
Hanya Bisa Ditemui Hari Kamis, Ini Keunikan Legondo Khas Klaten
Senin, 6 April 2026
Local Experience
Asal Usul Nama Balerante, Desa di Lereng Merapi dengan Jejak Sejarah dan Legenda yang Mengakar Kuat
Senin, 6 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.