Jumat, 24 April 2026

Terkini Daerah

Siswi SMA di Blitar Nekat Akhiri Hidup di Depan Kelas, Diduga Baru Putus Cinta

Senin, 20 Desember 2021 23:18 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Fakta baru soal FV, siswi kelas 10 di SMAN 1 Srengat, Blitar, Jawa Timur yang tewas mengakhiri hidupnya di sekolah terungkap.

Polres Blitar Kota menyebut masih terus menyelidiki penyebab kematian remaja 15 tahun itu.

Namun, ada sejumlah informasi mengenai pemicu korban nekat mengakhiri hidupnya.

Mulai dari masalah asmara sampai dugaan FV menjadi korban perundungan (bullying) di sekolahnya.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Yudhi Hery Setiawan menyampaikan, setelah temuan siswi meninggal itu, pihaknya masih melakukan penyelidikan.

Dari dugaan sementara, Yudhi menyebut korban baru saja putus cinta.

"Dugaan sementara (korban) baru putus cinta, tetapi kami masih menyelidikinya," kata Yudhi, Senin (20/12/2021), dilansir Surya.co.id.

Mengenai informasi bahwa korban menjadi korban bullying, polisi belum bisa memastikan.

"Soal (bullying) itu belum tahu, hasil penyelidikan sementara dugaannya ada hubungan asmara (putus cinta)," ujar Yudhi.

Yudhi mengatakan polisi sudah melakukan olah TKP di lokasi kejadian.

Polisi juga masih menunggu hasil autopsi korban.

"Pihak keluarga (korban) minta (kasus) ditindaklanjuti, kami masih melakukan penyelidikan. Kami juga menunggu hasil autopsi," katanya.

Sebelumnya diberitakan, FV ditemukan meninggal dunia setelah mengakhiri hidupnya di depan ruang kelas sekolahnya, Senin (20/12/2021).

FV nekat mengakhiri hidup menggunakan dasi seragam sekolahnya, tepat di depan ruang kelas MIPA 4 yang berada di lantai dua sekolah.

Berikut sejumlah fakta siswi SMA di Blitar mengakhiri hidup di depan ruang kelas:

Korban Gantung Diri di Papan Nama Ruang Kelas

Kapolsek Srengat, Polres Blitar Kota, AKP MS Yusuf membenarkan kejadian tewasnya siswi SMA di depan ruang kelasnya.

Yusuf mengatakan, polisi menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 12.00 WIB.

"Kami menerima laporan sekitar pukul 12.00 WIB. Kami segera mengecek ke lokasi," kata Yusuf, dikutip dari Tribun Jatim.

Menurutnya, polisi sudah mendapati posisi korban tewas menggantung di papan nama ruang kelas yang berada di lantai dua.

"Korban gantung diri menggunakan dasi panjang warna abu-abu di papan nama ruang kelas," ujarnya.

Sekolah sedang Mengadakan Maulid Nabi

Kapolsek Srengat AKP MS Yusuf mengatakan, kejadian tewasnya siswi SMA berlangsung saat sedang ada kegiatan Maulid Nabi.

Menurut Yusuf, kegiatan Maulid Nabi hanya diikuti perwakilan 10 siswa muslim di masing-masing kelas.

Sementara, saat kegiatan Maulid Nabi berlangsung, kondisi di lantai dua kelas sepi.

"Korban Nasrani, seharusnya dia tidak masuk. Saat kejadian kondisi di lantai dua sepi," ujarnya.

Motif Korban Gantung Diri Masih Diselidiki

Kapolsek Srengat AKP MS Yusuf melanjutkan, korban sudah menjalani visum.

Hasil visum menunjukkan korban dinyatakan murni tewas bunuh diri.

Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Untuk motifnya, kami masih proses penyelidikan," katanya.

Kronologi Tewasnya FV Menurut Pihak Sekolah

Kepala Sekolah SMAN 1 Srengat Sumino menjelaskan kronologi saat FV ditemukan gantung diri di depan kelasnya.

Sumino mengatakan, kelas FV saat itu sedang kosong karena seluruh siswa dan pengajar sedang mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad di Aula Sekolah.

Sedangkan FV yang tidak memeluk agama Islam, tidak mengikuti kegiatan tersebut.

"Teman-temannya FV dan juga para pengajar sedang ada kegiatan Maulid Nabi di aula belakang itu."

"Pukul 11.00 WIB ketika kegiatan sudah selesai, dua temannya hendak kembali ke kelas dan melihat dia sudah itu (menggantung)," ujar Sumino kepada wartawan, Senin, dilansir Kompas.com.

Sumino mengungkapkan, teman-teman FV yang juga pemeluk agama selain Islam, seluruhnya tidak berangkat ke sekolah.

Sebab, agenda kegiatan sekolah hari itu adalah peringatan Maulid Nabi Muhammad.

"Apa yang menimpa FV ini di luar kuasa kami karena hari ini ada kegiatan Maulid Nabi. FV berada di luar pantauan kami hari ini," ujar Sumino.

Menurut Sumino, jumlah siswa yang datang pada hari ini pun dibatasi yaitu sebanyak 10 orang setiap kelas.

Bahkan siswa dan siswi yang beragama Islam pun tidak seluruhnya datang ke sekolah guna mengikuti kegiatan peringatan Maulid Nabi.

Sumino mengatakan, siswa dan siswi yang terdaftar untuk mengikuti kegiatan peringatan Maulid Nabi di Aula sekolah datang ke kelas masing-masing sekitar pukul 07.00 WIB untuk mengisi absensi.

Setelahnya, kata dia, mereka meninggalkan kelas menuju aula sekolah.

"Jadi kondisi kelas memang kosong setelah jam 7 pagi. Semua bersih ke sana semua," ujarnya.

Kepala Sekolah Sebut Tak Ada Kejanggalan

Terkait pribadi FV, Sumino mengaku tidak banyak mengetahui.

Tapi menurutnya, tidak ada tanda-tanda kejanggalan perilaku FV dalam beberapa waktu sebelumnya.

"Informasi sementara, keseharian dia tidak ada masalah. Berlangsung biasa," kata Sumino.

Kontak Bantuan

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.

Anda tidak sendiri. Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website: https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/ (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Fakta Baru Siswi SMA di Blitar Tewas Akhiri Hidup di Depan Kelas, Diduga Baru Putus Cinta

Editor: Tri Hantoro
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #siswi SMA   #Blitar   #bunuh diri   #Putus Cinta

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved