Mancanegara
Penelitian Sebut Omicron Berkembang 70 Kali Lebih Cepat dari Varian Delta, Ini Penjelasannya
TRIBUN-VIDEO.COM – Varian Omicron dilaporkan berkembang 70 kali lipat lebih cepat daripada varian Delta di jaringan bronkus.
Bronkus merupakan cabang batang tenggorokan yang terletak setelah tenggorokan dan sebelum paru-paru.
Laporan tersebut disampaikan oleh para peneliti dari University of Hong Kong berdasarkan hasil eksperimen di laboratorium.
Temuan tersebut bisa menjadi salah satu penjelasan mengapa varian Omicron lebih menular dibandingkan varian sebelumnya.
Kendati demikian, varian Omicron berkembang sekitar 10 kali lebih lambat di jaringan paru-paru.
Baca: 3 WN China ke Manado, Kini Diisolasi dan Disebut Probable Omicron, Masih Tunggu Hasil Cek Sampel
Michael Chan Chi-wai, yang memimpin penelitian tersebut, mengatakan, hasil tersebut perlu ditafsirkan dengan hati-hati.
Pasalnya, keparahan gejala dari varian Omicron ditentukan tidak hanya oleh seberapa cepat virus bereplikasi, tetapi juga oleh respons imun seseorang.
Selain itu, ada faktor lain seperti sistem imunitas menjadi overdrive dan menyebabkan apa yang disebut sebagai badai sitokin.
“Perlu dicatat bahwa dengan menginfeksi lebih banyak orang, virus yang sangat menular juga dapat menyebabkan gejala yang lebih parah atau bahkan kematian meskipun virus itu sendiri mungkin kurang berbahaya,” kata Chan.
Dia menambahkan, penelitian mereka menemukan bahwa varian Omicron bisa lolos dari antibodi vaksin dan tetap bisa menginfeksi seseorang yang sudah terpapar Covid-19 sebelumnya.
Baca: Kronologi Masuknya Varian Omicron di Indonesia, Awalnya Ada 3 Pasien Positif di Wisma Atlet
“Ancaman dari varian Omicron kemungkinan akan sangat signifikan,” tutur Chan.
Seorang profesor mikrobiologi dan imunologi di Louisiana State University Health Shreveport, Jeremy Kamil, mengatakan bahwa varian Delta juga menunjukkan pola replikasi yang sama, yakni lebih lambat di paru-paru.
“Para penulis ini menemukan bahwa Omicron bereplikasi dengan sangat baik, bahkan jauh lebih baik daripada Delta atau virus asli di jaringan bronkus,” kata Kamil.
Itulah mengapa, sambung Kamil, perkembangan yang cepat di jaringan bronkus menjadi penyebab varian Omicron sangat menular.
Penelitian yang dilakukan Chan dan rekan-rekannya tersebut telah dirilis di dunia maya, tetapi belum di-peer-reviewed.
Mereka melakukan eksperimen menggunakan sampel jaringan paru-paru yang diambil dari sejumlah pasien selama operasi.
Meski bronkus bukanlah sistem pernapasan bagian atas, para ilmuwan mengatakan, ini dapat menyebabkan orang mengeluarkan lebih banyak virus dan menularkannya dengan lebih mudah.
(Kompas.com/Danur Lambang Pristiandaru)
# Omicron # Delta # Covid-19 # Penelitian # paru-paru
Baca berita lainnya terkait Omicron
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Penelitian Terbaru: Varian Omicron Berkembang 70 Kali Lebih Cepat daripada Delta
Sumber: Kompas.com
Tribunnews Update
Bahas Kasus Ijazah Jokowi, Taufik Bilhaki Ejek Penelitian Roy Suryo cs, Sebut Rismon Paling Hebat
Minggu, 22 Maret 2026
Nasional
Akui Keaslian Ijazah Jokowi, Rismon Sianipar akan Terbitkan Buku Guna Koreksi Penelitian Terkait
Senin, 16 Maret 2026
Berita Terkini
Trump Pertimbangkan Kirim Pasukan Elite Delta Force ke Iran, Targetkan Situs Nuklir Isfahan
Selasa, 10 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Donald Trump Bak Habis Kesabaran dan Pertimbangkan Kirim Pasukan Delta Force untuk Perang di Iran
Senin, 9 Maret 2026
Mancanegara
Delta Force akan Dikirim ke Iran Sasar Situs Penting, Trump Pilih Operasi Kilat & Senyap?
Selasa, 3 Februari 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.