Kamis, 9 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Dokter Penemu Varian Omicron Beberkan Gejala Virus, Mulai Capek 2 Hari hingga Sakit Kepala

Jumat, 17 Desember 2021 09:37 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Setelah Covid-19 varian omicron telah terdeteksi di Indonesia sejak Rabu (15/12/20), muncul berbagai informasi terkait gejala-gejala terinfeksi Omicron yang berbeda dengan varian delta.

Diketahui, varian ini terdeteksi pertama kali di Afrika Selatan oleh seorang dokter bernama Angelique Coetzee.

Berikut deretan gejala-gejala omicron menurut dokter penemu varian Omicron, Angelique Coetzee.

Dikutip dari Kompas.com pada Jumat (17/12/2021), seseorang mengalami gejala-gejala Covid Omicron di antaranya sangat capek selama satu atau dua hari, tenggorokan serak, sakit kepala, dan badan terasa sakit.

Akan tetapi tidak disertai batuk, tidak kehilangan indra penciuman dan indra perasa.

"Keluhan yang disampaikan pasien (Omicron) biasanya adalah mereka merasa sangat capek selama satu atau dua hari. Gejala lain adalah, sakit kepala dan badan terasa sakit. Tenggorokan serak. Mereka tidak batuk-batuk, tidak juga kehilangan indra penciuman maupun indra perasa," kata Coetzee dalam wawancara dengan BBC, yang dikutip Kompas.com pada 29 November 2021.

Kendati demkian, dokter yang mengepalai Asosiasi Medis Afrika Selatan (SAMA) itu menjelaskan, pasien-pasiennya bergejala ringan bisa rawat jalan di rumah.

Hal ini mengacu pada kejadian pada (18/11/2021).

Baca: Kronologi Varian Covid 19 Omicron Masuk Indonesia, Awalnya Ada 3 Pasien Positif di Wisma Atlet

Baca: 3 Kasus Probable Omicron Ditemukan di Manado, Ketiganya Merupakan Warga Negara China

Saat itu, klinik yang ia kelola menerima sejumlah pasien yang menunjukkan gejala berbeda dari sakit yang diakibatkan oleh varian Delta.

Para pasiennya mengaku sangat capek selama dua hari.

Mereka mengatakan, badan sakit yang disertai mengalami sakit kepala.

Ia menggambarkan gejala ini berbeda dengan gejala pasien Delta.

Lantas Coetzee berpikir ada sesuatu yang tengah terjadi.

Kemudian, ia memutuskan untuk melaporkannya ke otoritas kesehatan di Afrika Selatan.

Menurutnya, varian Omicron memengaruhi orang yang berusia 40 tahun atau lebih muda.

Coetzee menerangkan, hampir 50 persen pasien yang terinfeksi varian Omicron tidak menerima vaksin Covid-19.

Sementara itu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak pemerintah negara-negara di seluruh dunia berhati-hati.

(Tribun-Video.com/ Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gejala Omicron Menurut Dokter Penemunya: Tidak Batuk atau Anosmia, Sangat Capek 1-2 Hari"

# Afrika Selatan # Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) # Varian Delta # Omicron

Editor: Aprilia Saraswati
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved