Wiki Update
Bangunan di Pulau Selayar Roboh Pasca Gempa NTT, Tembok Rumah Warga Runtuh Tinggal Setengah
TRIBUN-VIDEO.COM - Pascagempa di NTT pada Selasa siang, sejumlah bangunan di Pulau Selayar, Sulawesi Selatan mengalami kerusakan.
Sebagian bangunan rumah roboh dan hanya menyisakan setengah temboknya saja.
Kemudian ada pula tembok bangunan yang roboh seketika.
Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers virtual.
Baca: Gempa di Nusa Tenggara Timur Tidak Terkait Aktivitas Gunung Semeru dan Gunung Awu
Namun ia menjelaskan, rumah yang roboh terjadi pada bangunan yang kondisinya kurang bagus.
"Selokan retak dan beberapa bangunan rumah juga roboh. Kalau kita lihat kerusakan justru di rumah-rumah kondisinya kurang bagus," kata Dwikorita dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (14/12/2021).
Dwikorita mengatakan, pihaknya belum menerima informasi terkait adanya korban jiwa akibat gempa bumi tersebut.
BMKG, lanjutnya, akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengetahui jumlah korban dan kerusakan bangunan.
"Kita akan koordinasi dengan BPBD," ujarnya.
Sementara itu melalui Twitternya, Koordinator Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono turut membagikan kondisi bangunan yang rusak akibat gempa.
Beberapa di antaranya terlihat rumah yang roboh menyisakan sebagian temboknya saja.
Kemudian ada pula tembok yang membatasi bangunan langsung roboh secara berjajar.
Baca: Warga Khawatir karena Adanya Gempa Susulan, Ramai-ramai Mengungsi ke Halaman Kantor Bupati Sikka
Dapur warga yang terdampak juga ikut hancur.
Sebagian perabotan rumah tangga rusak karena terjatuh saat gempa mengguncang.
Sebelumnya diberitakan, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami menyusul gempa bumi magnitudo 7,4 di barat laut Larantuka, NTT, Selasa (14/12/2021).
Dikutip dari situs BMKG, gempa terjadi pada 10.20 WIB.
Lokasi gempa berada 113 km barat laut Larantuka, NTT tepatnya di 7.59 lintang selatan dan 122.24 bujur timur.
Gempa tersebut memicu munculnya peringatan dini tsunami di beberapa daerah, yaitu Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku.
Saat ini, BMKG resmi mengakhiri peringatan dini tsunami di daerah-daerah Nusa Tenggara Timur, setelah kenaikan permukaan air laut tidak lagi terdeteksi dalam 2 jam terakhir. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BMKG: Sejumlah Bangunan di Pulau Selayar Roboh akibat Gempa di NTT"
Video Production: Abdul Salim Maula Safari Thoyyib
Sumber: Kompas.com
Local Experience
Masjid Rahmatullah Lampuuk Tetap Kokoh Saat Tsunami Aceh 2004 Menerjang dan Menghancurkan Sekitarnya
Kamis, 9 April 2026
Local Experience
Masjid Raya Baiturrahman, Saksi Bisu Tsunami Aceh 2004 yang Tetap Tegak di Tengah Kehancuran
Kamis, 9 April 2026
Tribunnews Update
48 Kali Gempa Bumi Susulan Guncang Flotim-Lembata, BMKG Sebut Akibat Sesar Aktif
Kamis, 9 April 2026
Tribunnews Update
Dampak Gempa M 4,7 Guncang Lembata NTT: Puluhan Rumah Rusak, 1 Orang Terluka Tertimpa Bangunan
Kamis, 9 April 2026
Local Experience
Misteri Kelabba Maja, Ngarai Pelangi yang Memukau di Ujung Timur Indonesia
Kamis, 9 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.