Senin, 18 Mei 2026

Begini Komentar Paul Pogba Sebagai Muslim yang Tinggal di Manchester

Jumat, 30 Juni 2017 15:12 WIB
Sumber Lain

SUPERBALL.ID, MANCHESTER -- Gelandang Manchester United, Paul Pogba, menyebut serangan bom di Manchester Arena merupakan aksi yang kejam.

Setidaknya 20 orang tewas dalam konser Ariana Grande bulan di bulan Mei 2017.

Pogba mengutuk keras tragedi yang terjadi dua hari sebelum final liga Europa dengan Ajax Amsterdam berlangsung.

“Ini saat yang sangat sulit tetapi Anda tidak bisa menyerah,” kata Pogba, sebagaimana dikutip SuperBall.id dari laman Manchester Evening, Jumat (30/6/2017).

“Kita tidak bisa membiarkan mereka berada di dalam isi kepala kita (paham radikalisme) dan kita harus berjuang untuk itu,” ujar Pogba.

“Anda tidak bisa menggunakan manusia untuk membunuh manusia,” imbuh pemain berusia tahun itu.

“Itu adalah sesuatu yang gila, jadi saya tidak ingin menyematkan agama apa pun terhadap pelaku teror,” imbuh Pogba.

“Ini bukan Islam dan kebanyak orang mengetahuinya,” kata Pogba.

Pogba juga turut memberikan penghormatan bagi ayahnya yang meninggal dunia di bulan Mei lalu.

“Bila Anda kehilangan seseorang yang Anda cintai, kesedihan pasti menghampiri,” ucap Pogba.

“Ayah saya adalah orang yang sangat kuat di usianya dan sangat keras kepala seiring waktu berjalan,” ujar pemain Timnas Prancis itu.

“Namun dia adalah orang yang sangat baik dan saya bangga menjadi anaknya,” imbuh Pogba.

“Dia selalu membuat lelucon yang membuat kita tertawa karena dia seorang profesor yang pintar,” kata pria berusia 24 tahun itu. (*)

Editor: ndaruguntur
Video Production: ndaruguntur
Sumber: Sumber Lain

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved