HOT TOPIC

Bripda RB, Polisi Pasuruan Hamili dan Terlibat Aborsi Mahasiswi Mojokerto yang Meninggal, Ditangkap

Minggu, 5 Desember 2021 08:38 WIB
Surya

TRIBUN-VIDEO.COM - Anggota Polres Pasuruan Bripda RB diamankan dan ditahan Bidpropam Polda Jatim pada Sabtu (4/11/2021).

Bripda RB merupakan kekasih NWR (23), mahasiswi asal Mojokerto yang tewas akibat menenggak racun di makam ayahnya.

Wakapolda Jawa Timur, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo membenarkan adanya anggota Polres Pasuruan yang terlibat aborsi mahasiswa Mojokerto hingga korban mengakhiri hidupnya.

Bripda RB, yang merupakan anggota Polisi aktif berdinas di Polres Pasuruan Kabupaten. Dia merupakan mantan pacar korban.

Terduga pelaku Bripda RB menghamili korban dan terlibat tindakan aborsi terhadap mahasiswi NW.

Motif tersebut diduga kuat menjadi latar belakang korban depresi hingga nekat mengakhiri hidupnya dengan menenggak minuman beracun (Potasium).

Terungkapnya kasus ini bermula dari penemuan mayat seorang wanita diduga mengakhiri hidupnya dengan minum racun di makam Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, pada Kamis (2/12/2021) sore.

Hasil olah TKP, polisi menemukan botol bekas minuman bercampur Potasium.

Kemudian hasil visum yang dilakukan oleh petugas Puskesmas Sooko tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan terhadap tubuh korban.

Selanjutnya, jajaran Polda Jatim mengumpulkan bukti-bukti terkait yang diduga menyebabkan mahasiswi NW mengakhiri hidupnya lantaran persoalan asmara dengan mantan pacarnya.

"Kami mengamankan seseorang yang berinisial RB, yang bersangkutan profesinya Polisi berpangkat Bripda, bertugas umum di Polres Pasuruan Kabupaten," ungkap Brigjen Slamet dalam konferensi pers di Polres Mojokerto, Sabtu (4/12/2021) malam.

Dia menjelaskan hasil penyelidikan tim gabungan Ditreskrimum, Polres Mojokerto dan Propam berdasarkan interogasi yang bersangkutan mengungkap terduga pelaku Bripda RB memiliki hubungan khusus dengan korban.

Mereka saling mengenal saat datang di acara Kik Post Launching Distro baju di Malang, sejak Oktober Tahun 2019.

Keduanya bertukar nomor telepon dan setelah itu menjalin hubungan asmara.

Keduanya berpacaran dan melakukan perbuatan layaknya suami istri di hotel dan rumah kos di Malang, tahun 2020 hingga 2021.

Sebelum korban meninggal, korban sudah melakukan dua kali aborsi bersama terduga Bripda RB.

Pelaku meminta korban untuk meminum obat penggugur kandungan yang dibeli di kawasan malang.

Dikutip dari Surya.co.id, tindakan aborsi pertama dilakukan saat usia kandungan korban dalam hitungan minggu, di rumah kos.

Kemudian, tindakan aborsi kedua usia kandungan empat bulan. Terduga pelaku membeli obat penggugur kandungan seharga Rp 1,5 juta dan meminta korban meminum sebelum pulang ke Mojokerto.

Setelah itu, dalam perjalanan pulang korban sempat mengalami pendarahan di sebuah warung sate wilayah Kabupaten Mojokerto.

"Selama pacaran, Oktober 2019 sampai dengan Desember 2021, sudah melakukan tindakan aborsi bersama, yang mana dilaksanakan pada Maret Tahun 2020 dan yang kedua Agustus 2021," bebernya.

Brigjen Slamet menyebut, pihaknya akan menindak tegas terhadap pelanggaran kode etik Kepolisian tesebut.

"Kami tidak akan pandang bulu, siapapun ketika ada pelanggaran kami akan melakukan penindakan," pungkasnya. (Tribun-Video.com/ Surya.co.i)

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Wakapolda Jatim: Bripda RB Hamili dan Terlibat Aborsi Mahasiswi yang Meninggal di Mojokerto

# Polda Jatim # racun # mantan pacar # Potasium # HOT TOPIC

Editor: Radifan Setiawan
Reporter: Rena Laila Wuri
Video Production: Benedikta SwastiRenaningtyas
Sumber: Surya

Tags
   #Polda Jatim   #racun   #mantan pacar   #Potasium   #HOT TOPIC
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved