HOT TOPIC

Prostitusi Berkedok Pijat Plus-plus di Tangerang, Pasutri Bos Panti Untung Ratusan Ribu per Jam

Jumat, 3 Desember 2021 17:48 WIB
Tribun Banten

TRIBUN-VIDEO.COM - Polisi menangkap tiga pelaku kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan bermoduskan Panti Pijat Mesum di Ruko Citra Raya, Tangerang.

Pengelola panti pijat yang merupakan pasangan suami istri mengaku sudah selama lima tahun menjalankan usaha tempat pijat plus-plus tersebut.

Ia merekrut sejumlah terapis dari luar Provinsi Banten yang berusia 18-30 tahun.

Praktik prostitusi ini terbongkar bermula dari laporan adanya perbuatan asusila di salah satu tempat pijat di sebuah Ruko di Citra Raya Tangerang.

Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga menjelaskan jajarannya melakukan penggerebekan pada tanggal 1 Desember 2021.

Dari situ pihaknya mengamankan 8 saksi termasuk pengelola panti pijat dan melakukan gelar perkara.

"Ada 8 therapist dan mereka semua membuka akses jasa asusila," kata Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga, ditemui di Mapolda Banten, pada Jumat (3/12/2021).

"Ketika tim Ditreskrimum Polda Banten melakukan rangkaian penyelidikan, petugas menemukan fakta-fakta hukum di lokasi," ujar Shinto.

Dari hasil gelar perkara, Polda Banten menetapkan 3 orang sebagai tersangka yang berperan mengelola panti pijat itu.

Baca: Keluarga TKW Irak Rokaya Laporkan Perekrut, Kasus Mengarah ke Tindak Pidana Perdagangan Orang

Baca: 25 WNI Korban Perdagangan Orang di Suriah Dipulangkan dari Lebanon

Mereka yakni AW (35) dan RAW (32) yang merupakan pasangan suami istri pemilik panti pijat.

Satu tersangka lagi yakni TF, karyawan yang berperan mencari tamu dan memyambungkan dengan therapist.

“Hasil gelar perkara kami menetapkan 3 orang pengelola sebagai tersangka yaitu AW (35), RW (32) dan TF (25). AW dan RW adalah pasangan suami istri yang memiliki dan mengelola tempat usaha, sedangkan TF adalah karyawan pada tempat usaha tersebut yang berperan mencari tamu dan menyambungkan dengan therapist, serta mendapat komisi dari tiap tamu yang dilayani," tutur Shinto.

Shinto menyampaikan bahwa di tempat pijat tersebut, diketahui ada delapan orang therapist.

Di mana kedelapan orang tersebut berasal dari luar Provinsi Banten yang usianya mulai dari 18-30 tahun.

Kepada polisi, pasutri itu mengaku menerima keuntungan sebesar Rp 100 ribu per jam dari para pelanggan.

Sementara para therapist menerima uang Rp 300-500 ribu per kali kencan.

Selain mengamankan tersangka, dalam penggerebekan disita pula sejumlah barang bukti seperti seprai, alat kontrasepsi hingga buku daftar pelanggan.

Para tersangka dijerat Pasal 2 atau Pasal 10 UU No. 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan TPPO dengan ancaman minimal 3 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara. (Tribun-video.com/TribunBanten.com)

Artikel ini telah tayang di TribunBanten.com dengan judul Pengakuan Mencengangkan Pengelola Tempat Pijat di Tangerang: 5 Tahun Buka Praktek Prostitusi

# Banten # tindak pidana perdagangan orang (TPPO) # pijat plus-plus # Polda Banten

Editor: Aprilia Saraswati
Reporter: Dea Mita
Video Production: Aditya Hellen
Sumber: Tribun Banten

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved