LIVE UPDATE

Dinilai Bermuatan Politis dan Bahayakan Posisi Jokowi, Ahmad Sahroni Diminta Mundur dari Formula E

Jumat, 3 Desember 2021 11:06 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Penetapan Bendahara Umum Partai Nasdem Ahmad Sahroni sebagai Ketua Pelaksana Formula E rupanya menuai polemik.

Polemik ini datang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Langkah Ahmad Sahroni ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana Formula E dinilai bermuatan politis.

Selain itu, jabatan ini dinilai dapat membahayakan posisi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sekjen DPP PSI, Dea Tunggaesti dalam keterangannya pada Selasa (30/11) lalu, mengatakan, ajang balap ini masih memiliki persoalan yang membelit.

Baca: Ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana Formula E, Sahroni Tak Ambil Pusing Ada Isu Politik

Utamanya yakni dugaan korupsi yang saat ini tengah diselidiki oleh KPK.

Untuk itu, pihaknya mendesak Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh untuk meminta Ahmad Sahroni melepas jabatannya.

Dikatakan Dea, saran tersebut berangkat dari keprihatinan sebagai sesama anggota koalisi pemerintahan Jokowi, antara PSI dan Partai Nasdem.

Baca: Ahmad Saroni Ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana Formula E, Disebut Diorbitkan untuk Pilgub DKI 2024

Menurutnya, tidak ada yang salah jika PSI mengingatkan Partai Nasdem.

Di sisi lain, Sahroni membantah dirinya melibatkan Presiden Jokowi dalam pelaksanaan Formula E.

Ia beralasan, tujuan menghadap Presiden Jokowi bukan untuk melibatkannya, namun melaporkan lokasi sirkuit tempat Formula E digelar.

Dia juga menegaskan, penyelenggaraan Formula E keseluruhan akan dikerjakan dan dipertanggungjawabkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI, IMI, dan Jakpro.

# Ahmad Sahroni # Formula E # Jokowi # Partai Solidaritas Indonesia # Partai NasDem

Baca berita lainnya terkait Formula E

Editor: Purwariyantoro
Reporter: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Video Production: Cesar Aini Soekendro
Sumber: Tribunnews.com

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved