Terkini Nasional

Untuk Perkuat Modal, BNI dan BTN Gelar Rights Issue pada 2022

Kamis, 2 Desember 2021 22:44 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Dua bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) merencanakan menggelar rights issue pada tahun depan.

Kedua milik milik pemerintah tersebut melakukan aksi korporasi tersebut dengan tujuan untuk memperkuat permodalan kedua bank.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bilang, Bank BTN memerlukan permodalan yang cukup untuk menyediakan pembiayaan perumahan bagi masyarakat di Indonesia.

Melalui rights issue, diharapkan rasio kecukupan modal (CAR) BTN juga semakin kuat.

"Adanya permodalan yang cukup baik untuk pembangunan perumahan rakyat, memang tugas dari BTN," kata Erick, dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Kamis (2/12/2021).

Baca: Konsisten Dukung Kampanye Cinta Produk Dalam Negeri, BNI Sulut Dukung Kemendag Gernas BBI dan BWI

Sementara untuk BNI, dana yang diperoleh dari rights issue akan digunakan untuk menggerakkan perekonomian dan mendukung pelaku UMKM masuk pasar ekspor.

Hal ini sesuai dengan penugasan BNI sebagai bank internasional.

"Sebagai platform bank internasional, kehadiran BNI untuk mendorong ekspor, mendorong UMKM dan diaspora yang ada di luar negeri sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi ke depan. Nah, itu tujuan untuk BNI," terang Erick.

Sayangnya, Erick tidak mengungkapkan berapa dana yang dibidik dari aksi korporasi tersebut.

Ia hanya mengungkapkan, rights issue sebagai cara BUMN untuk memperoleh pendanaan tanpa membebankan anggaran negara.

"Kita berusaha keras, tidak ingin memberikan beban terus menerus kepada pemerintah.

Seperti kita tahu, defisit anggaran sudah melebih 3%, ke depan harus kembali 3%," terangnya.

Sebelumnya, BTN sempat mengungkapkan rencana tersebut.

Wakil Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari pemegang saham terkait rights issue, termasuk jumlah dana yang dibidik.

"Kalau rencana, pastinya kami ingin di 2022. Untuk (angka dananya) masih kita tunggu," terangnya.

Baca: BTN Realisasikan Pembiayaan 5 Juta Unit Rumah, Mayoritas KPR Bersubsidi

Sambil menunggu keputusan pemegang saham, Bank BTN terus fokus menyediakan pembiayaan perumahan di dalam negeri karena market Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Indonesia, termasuk paling besar di kawasan Asean.

Tahun depan, bank pelat merah ini bidik pertumbuhan kredit sebesar 8% - 10%.

Pertumbuhan kredit, salah satunya akan didukung dengan peningkatan alokasi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan segmen rumah yang potensial digarap Bank BTN.

"Segmen harga jual rumah di bawah Rp 600, dan rumah tapak (landed houses) juga masih bagus banget," tutupnya. (Ferrika Sari)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "BNI dan BTN Gelar Rights Issue Pada 2022 Untuk Perkuat Modal"

#BTN #BNI #Rights Issue

Editor: bagus gema praditiya sukirman
Video Production: Okwida Kris Imawan Indra Cahaya
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #BTN   #BNI   #rights issue
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved