Selasa, 21 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Guru Honorer di NTT Tak Terima Gaji Selama 7 Bulan, Kini Bertahan Hidup dari Berkebun dan Beternak

Selasa, 30 November 2021 20:04 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang guru honorer di Nusa Tenggara Timur (NTT) belum menerima gaji selama tujuh bulan terakhir.

Ia pun hanya bisa mengandalkan penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari dari berkebun atau beternak.

Cerita sosok bernama Wilfridus ini disampaikannya dalam diskusi dari bertajuk "Cerita Guru Honorer' pada Senin (27/11/2021).

Wilfridus menuturkan bahwa satu bulan mengajar, gaji yang biasa ia terima adalah Rp700 ribu.

Besaran honor tersebut ia dapatkan sejak tahun 2018.

Baca: Mengabdi Puluhan Tahun, Guru Honorer Urung Diangkat Jadi ASN, FSGI: Masih Banyak KKI hingga Purna

Sementara Wilfridus bekerja sebagai guru honorer dari 2015 lalu.

Diakui sang guru, gajinya saat itu senilai Rp400 ribu per bulannya.

"Baru naik pada 2018 lalu. Jadi sampai sekarang gaji Rp700.000,- per bulan. Tetapi sudah tujuh bulan ini gaji belum dibayar," ungkap Wilfridus.

Gaji satu bulan diakuinya sangat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dirinya beserta keluarga.

"Dengan nominal tadi sangat sangat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.

Untuk menutupi kekurangan kebetulan kan di sini di kampung sendiri. Jadi setiap pulang sekolah itu kita makan, selesai makan kita berkebun, beternak di sini," ujarnya.

Baca: Hari Guru Nasional, Wali Kota Serang Sebut akan Naikkan Uang Kadedeuh Guru Honorer dengan Syarat Ini

Dirinya lantas mengandalkan penghasilan dari sampingan, dengam berkebun, beternak atau berjualan.

Wilfridus sendiri tak tahu apa penyebab honornya tak kunjung diberikan.

Dia hanya mengungkapkan, pembayaran gaji para guru honorer biasanya diberikan sebulan sekali.

"Biasanya bayarnya tergantung dana komite. Kalau dana ada berarti langsung bayar," kata dia.

"Dengan kondisi (belum dibayar) gaji itu sangat mempengaruhi mengajar kami. Kadang tidak maksimal saat mengajar," lanjutnya.

Baca: Ribuan Guru Se-Kabupaten Banjar Peringati HUT PGRI dan Hari Guru Nasional di Stadion Demang Lehman

Di sekolahnya saat ini terdapat 24 orang guru honorer dan hanya ada dua guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) yang telah resmi diakui negara.

Berbagai upaya pun telah dlakukan agar nasibnya lebih baik.

Misalnya, mengikuti seleksi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dan tes ujian kompetensi guru (UKG).

"Tapi belum ada hasilnya (belum berhasil)," tambah Wilfridus.

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Guru Honorer di Ende yang 7 Bulan Belum Terima Gaji"

Editor: Bintang Nur Rahman
Reporter: Nila
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved