TRIBUNNEWS UPDATE

Aset Negara di Jakarta Dipakai Danai Ibu Kota Baru, Ini Respons Wagub hingga Penjelasan Kemenkeu

Selasa, 30 November 2021 19:02 WIB
Warta Kota

TRIBUN-VIDEO.COM - Aset negara yang ada di wilayah DKI Jakarta sekira Rp1.000 triliun akan dimanfaatkan untuk mendanai pembangunan Ibu Kota Negara baru di Kalimantan Timur.

Menanggapi itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengaku belum diajak berdiskusi terkait wacana pemanfaatan aset pemerintah untuk modal pembangunan Ibu Kota baru.

Meski begitu, pria yang akrab disapa Ariza ini mengungkapkan, pihaknya yakin akan dilibatkan dalam monetisasi aset di Jakarta untuk mendanai ibu kota baru.

Dikutip dari WartakotaLive.com, menurutnya rencana itu nantinya psati akan dibahas juga dengan Pemprov DKI.

"Soal itu memang belum dibahas, nanti teman-teman bersama DPRD kita akan bahas, kita akan tindaklanjuti apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat terkait Ibu Kota. Pasti nanti kami Pemprov dan DKI Jakarta akan dilibatkan," ucap Ariza di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (29/11/21).

Orang nomor dua di Ibu Kota ini mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan DPR RI.

Dalam hal ini erkait wacana untuk pemindahan aset negara di DKI Jakarta.

"Ya itu semuanya nanti akan bersama sama pempus dengan DPR RI kami di DKI bersama pemprov dan DPRD DKI bersama sama akan carikan solusi terbaik terkait aset aset DKI Jakarta," ucapnya.

Baca: Pembangunan Ibu Kota Baru Pemerintah Indonesia Butuh Dana Rp501 Triliun

Sementara itu dikutip dari Kompas.com, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana mengoptimalisasi aset negara di DKI Jakarta.

Aset itu senilai Rp 1.000 triliun, akan digunakan untuk mendanai pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur.

"Uangnya nanti akan digunakan untuk pembangunan di IKN," kata Direktur BMN DJKN Kemenkeu Encep Sudarwan dalam media briefiing, Jumat (26/11/2021).

Direktur BMN DJKN Kemenkeu Encep Sudarwan menjelaskan, aset di Jakarta yang akan dioptimalisasi meliputi tanah dan bangunan.

Saat ini, DJKN tengah memilih mana saja aset yang dapat dimonetisasi tersebut.

Optimalisasi aset di Jakarta tidak hanya dilakukan melalui penjualan saja, tetapi juga lewat kerja sama dengan jangka waktu sekitar 30 tahun.

"Karenanya kami tidak terburu-buru, artinya kami harus atur terlebih dahulu, termasuk memilih mana saja aset yang dapat dimonetisasi," ujarnya.

DJKN mencatat aset negara pada tahun 2020 mencapai Rp 11.098,67 triliun.

Sejumlah Rp 6.595,77 triliun di antaranya merupakan barang milik negara (BMN) seperti tanah, gedung, dan bangunan.

Kemudian adanya penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari pemanfaatan BMN, BMN sebagai penentu quality spending (belanja pemeliharaan dan belanja modal), salah satu sumber pembiayaan APBN (BMN sebagai underlying penerbitan sukuk), dan salah satu sumber pendanaan Ibu Kota Negara (IKN).(Tribun-video.com/WartakotaLive.com)

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Rencana Pemerintah Gunakan Aset Negara di Jakarta untuk Danai Ibu Kota Baru, Ini Respons Wagub Ariza

# TRIBUNNEWS UPDATE # Ibu Kota Baru # Kemenkeu # DKI Jakarta

Editor: fajri digit sholikhawan
Reporter: Dea Mita
Video Production: Fatkhul Putra Perdana
Sumber: Warta Kota

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved