Terkini Nasional

Santai Temui dan Duduk Bareng Buruh Demo, Jawaban Anies Baswedan Soal Kenaikan UMP 2022

Selasa, 30 November 2021 11:05 WIB
TribunWow.com

TRIBUN - VIDEO.COM - Gabungan massa buruh yang terdiri dari berbagai elemen menggeruduk Kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menuntut pemerintah membalkan Surat Keputusan (SK) Upah Minimum Provinsi (UMP) Tahun 2022, Senin (29/11/2021).

Massa aksi mendesak masuk, Anies pilih temui massa aksi dan menyampaikan pernyataannya terkait kenaikan UMP 2022.

Baca: Duduk Bersama Para Buruh, Gubernur Anies Baswedan Janji Perjuangkan UMP DKI Tahun 2022

"Pemerintah dengan DPR dituntut melakukan perbaikan pembentukan sesuai dengan tenggang waktu sebagaimana yang telah ditentukan di dalam putusan tersebut," ucap Ketua Perwakilan Daerah (Perda) KSPI DKI Winarso, Senin (29/11/2021), dikutip dari Tribun Jakarta.

Menurut dia, tuntutan tersebut merupakan respon setelah UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) dinyatakan bertentangan dengan UUD 19945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara bersyarat oleh majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK).

Usai UU Cipta Kerja dianggap inskontitusional, ia menilai seharusnya seluruh kepala daerah, termasuk Gubernur Anies Baswedan wajib mencabut SK terkait kenaikan UMP 2022.

Menurutnya, massa buruh juga menginginkan bila Anies menetapkan UMP 2022 dengan berdasar pada UU sebelumnya yaitu UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Baca: Bela Tuntutan Buruh, Gubernur Anies Baswedan: Gak Masuk Akal UMP DKI Jakarta Naik Rp 38 Ribu

"KSPI akan memaksimalkan aksi massa sampai dengan gubernur memenuhi tuntutan terkait UMP DKI Jakarta tahun 2022 tanpa Omnibus Law yang sudah dinyatakan Inkonstitusional oleh MK," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Massa aksi diketahui mulai mendatangi Balai Kota DKI Jakarta mulai pukul 10.00 WIB.

Semakin siang, halaman Balai Kota DKI semakin dipenuhi dengan massa buruh dengan beragam bendera dan atribut.

Selain itu, massa aksi juga membawa bendera kuning yang di Jakarta identik dengan tanda ada orang meninggal.

Sejumlah buruh juga mewarnai badan mereka dengan warna silver seperti manusia silver yang biasa di lihat di jalan-jalan ibu kota.

Kata Anies Baswedan

Sempat saling dorong, Anies kemudian menghampiri para buruh dan menyatakan bahwa dirinya bersepakat dengan buruh bahwa kenaikan UMP 2022 terlalu kecil.

"Kenaikan yang hanya sebesar Rp 38.000 ini dirasa amat jauh dari layak dan tidak memenuhi asas keadilan," kata Anies, dikutip dari Youtube Kompas.com.

Ia, juga sempat duduk bareng bersama massa aksi yang menuntutnya mencabut SK yang ditandatanganinya.

Saat menyampaikan pernyataannya, Anies menyebut bahwa dirinya terpaksa menandatangani kenaikan UMP 2022 karena terikat aturan.

"Bila tidak mengeluarkan maka jadi melanggar, karena itu, kami keluarkan yang masih sesuai dengan PP Nomor 36," katanya.

Namun, ia menyebut bahwa surat keputusan itu dikirim ke Kementerian Ketenagakerjaan dibarengi dengan surat yang menyatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta terpaksa mengeluarkan itu.

Menurut dia, formula penetapan kenaikan UMP yang mengacu dengan PP Nomor 36 tidak sesuai bila diterapkan di Jakarta.

Pasalnya, berbeda dengan daerah lain yang di bawah UMP masih ada UMK.

"Jadi teman-teman sekalian, kami memahami dan kami sedang memperjuangkan agar UMP DKI Jakarta naik lebih tinggi dari formula yang ada," katanya.

Di sana ia juga menyinggung bila biasanya di DKI Jakarta kenaikan UMP selalu berkisar 8 persen hingga dilanda pandemi pada 2021 yang naiknya hanya 3,2 persen.

Karena itu, kenaikan di tahun 2020 dianggap sangat kecil.

"Jadi 3,2 tetapi, ketika ditetapkan tahun 2022 hanya 0,85 persen kami pun berpandangan ini angka yang amat kecil untuk di Jakarta," tambahnya.

Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Santai Temui dan Duduk Bareng Buruh yang Demo, Ini Jawaban Anies Baswedan soal Kenaikan UMP 2022

#aniesbasewedan#ump2022#kenaikanump#

Editor: Wening Cahya Mahardika
Video Production: muhammad imam arif syamsuddin
Sumber: TribunWow.com

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved