Terkini Daerah

Tiga Saksi Kunci Kasus Subang Dipanggil Polda Jabar, Yosef Sebut Yoris Pernah Dirukiah di Tahun 2018

Jumat, 26 November 2021 08:47 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUN-VIDEO.COM - Tiga saksi kunci kasus perrampasan nyawa Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) dipanggil Polda Jawa Barat.

Seperti diketahui, kasus yang sudah hampir 100 hari berlalu itu kini penanganannya diambil alih Polda Jabar.

Penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar, meminta keterangan kepada Yosef, Yoris, dan Muhammad Ramdanu alias Danu.

Yosef merupakan suami Tuti atau ayah Amalia.

Yoris anak tertua Yosef dan Tuti atau kakak Amalia.

Sedangkan Danu merupakan keponakan Tuti.

Yosef bersama kuasa hukumnya terlihat mendatangi gedung Ditreskrimum, Kamis (25/11/2021) sekitar pukul 11.45 WIB.

Sementara Danu dan Yoris sudah datang lebih dulu dan langsung masuk ke gedung Ditreskrimum.

 

Sementara Yosef datang menggenakan kaus polo putih, lengkap dengan pecinya.

Sebelum masuk gedung Ditreskrimum, Yosef menyatakan siap kembali menjalani pemeriksaan.

"Ya, siap (diperiksa)," ujar Yosef.

Kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat, mengatakan, Yosef sudah 16 kali menjalani pemeriksaan.

Namun pemeriksaan di Polda Jabar baru hari ini.

"Ya, ada pemanggilan lagi ini pertama di Polda. Kalau dihitung sama yang di Subang, ini sudah yang ke-16 kali BAP," ujar Rohman.

Sebelumnya, warga Kabupaten Subang digegerkan dengan temuan mayat ibu dan anak bersimbah darah di dalam bagasi mobil.

Mereka ditemukan di rumahnya di Dusun Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Rabu (18/8/2021) pagi.

Polisi memastikan mayat tersebut merupakan korban pembunuhan.

Hingga saat ini, Polisi belum dapat mengungkap siapa pelaku dari perampasan nyawa ibu dan anak tersebut.

Sejumlah saksi sudah diperiksa. Bahkan, jenazah kedua korban pun sempat dilakukan autopsi ulang.

Baca: Korban Minta Tolong Lewat Mimpi, Jadi Alasan Dr Hastry Terjun di Kasus Subang

Yosef ditanya tentang rokok

Yosef pernah ditanya soal rokok saat diperiksa penyidik Polres Subang.

Pertanyaan soal rokok pada Yosef itu saat dia dipanggil penyidik Polres Subang pada Selasa (9/11/2021).

Dalam pemeriksaan itu, Yosef ternyata ditanya soal asbak rokok, Yoris anaknya yang temperamental, kucing peliharaan Amalia hingga diminta menulis keseharian Yosef pada 16-19 Agustus 2021.

"Pada BAP kali ini juga, pihak penyidik menanyakan terkait asbak rokok yang berada di rumah bahkan kucing yang dimiliki allmarhumah itu juga dipertanyakan pihak penyidik dalam BAP ini kepada Pak Yosef," ucap Rohman Hidayat kuasa hukum Yosef di Polres Subang, Selasa (9/11/2021).

Terkait asbak, Rohman menerangkan bahwa sebelum kasus perampasan nyawa Amalia dan Tuti itu terjadi pada 18 Agustus 2021, dia sudah berhenti merokok.

"Pak Yosef punya dua asbak rokok. Tapi itu buat tamu karena Pak Yosef sudah tidak merokok sejak sebelum kejadian," kata Rohman Hidayat.

Penyidik Polres Subang menanyakan soal karakter dari Yoris yang temperamental dan pernah rukiah.

"Fokus pertanyaan BAP kali ini yang pertama adalah bahwa Yoris pernah dirukiah itu kurang lebih di tahun 2018," ucap Rohman Hidayat di Polres Subang, Selasa (9/11/2021).

Baca: Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Kuasai Ilmu Forensik,Tapi Ceroboh karena Terburu-buru" href="https://video.tribunnews.com/view/288558/pelaku-pembunuhan-ibu-dan-anak-di-subang-kuasai-ilmu-forensiktapi-ceroboh-karena-terburu-buru">Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Kuasai Ilmu Forensik,Tapi Ceroboh karena Terburu-buru

Danu juga ditanya soal rokok

Soal DNA di rokok, Danu mengaku memang pernah merokok di lokasi perampasan nyawa Tuti dan Amalia Mustika Ratu.

"Kan hujan dulu, sudah lihat polisi ke dalam Danu ngerokok, setelah selesai buang di samping," kata Danu.

Sedangkan soal sidik jari di mobil, Danu mengaku sempat diajak oleh polisi.

"Disuruh sama polisi, sama polisi ikut, Danu juga tadinya enggak mau ikut, jadi ikut aja, nurut," kata Danu.

Ketika itu menurutnya, semua polisi menggunakan sarung tangan, sedangkan Danu tidak.

"Polisi pakai sarung tangan, cuma Danu tidak," katanya.

Selain itu terungkap ternyata Danu sempat membersihkan kamar mandi di lokasi pembunuhan Tuti dan Amalia Mustika Ratu.

"Tim polisi suruh, Danu juga dari di SMK pagi disuruh bersihan kamar mandi, sempat diberesin. Ada pendampingan dari polisi," katanya.

Sekadar mengingatkan, dari hasil olah TKP Kapolres Subang AKBP Sumarni menduga bahwa jasad Tuti sempat dibersihkan di kamar mandi sebelum dibawa ke bagasi mobil Alphard.

"Korban ini kemudian digeser ke kamar mandi diduga untuk dibersihkan, baru kemudian menggesernya ke bagasi," kata AKBP Sumarni.

Danu pun mengungkap kondisi kamar mandi saat itu.

"(Bak mandi isi) air sih, kalau di pinggir dekat rak piring itu darah, belum dibersihin," kata Danu.

"Disuruh bersihin bak mandi, 'Nu kadieu heula (kesini dulu) bersihan ceunah ini, keruk weh airnya, dikuras," kata Danu.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul KASUS SUBANG, Polda Jabar Panggil Tiga Saksi, Bukan Wajah Baru, Ada yang Jalani Pemeriksaan Ke-16

# Polda Jawa Barat # Saksi kunci # rukiah # Tuti Suhartini # Amalia Mustika Ratu # Yoris # Yosef # Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang # kasus Subang # Update Kasus Pembunuhan di Subang

Editor: Tri Hantoro
Sumber: Tribunnews.com

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved