Jumat, 24 April 2026

VIDEO OF THE WEEK

Demi Menolong Orang Sakit, Warga Harus Gotong Tandu dan Berjalan Sejauh 12 Kilometer

Minggu, 18 Juni 2017 13:58 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM -- Sebuah video menunjukkan realita miris yang terjadi di Desa Bahenap, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Terlihat empat orang pria membawa tandu.

Di atas tandu tersebut terbaring seorang penduduk yang sakit.

Tonton juga:

Pria Kemayu Daftar Jadi Anggota TNI, Panitia Kaget saat Lihat Kuku Kakinya

Dilecehkan, Pria Balas Dendam Tabrak Lima Orang yang Bersikap Rasis Kepadanya

Wajahnya tampak ditutupi kain untuk menghalangi panas matahari yang menyengat.

Video ini diunggah oleh akun Facebook Selvianus Saludan pada Sabtu (10/6/2017) dan telah ditonton lebih dari 300 ribu kali.

Bersama video ini disertakan juga beberapa foto yang menunjukkan beberapa kelompok warga membawa tandu orang sakit.

Mereka tampak melewati jalanan di tengah hutan dan jembatan kayu yang membentang di atas sungai.

Dalam keterangannya akun Facebook Selvianus Saludan menuliskan, "Fenomena sekitar. Ini bukan hoax, ini terjadi di sekitar kita."

"Dalam dua minggu terakhir saya sudah menjumpai dua kasus dimana warga yang sakit harus digotong oleh warga untuk menuju desa terdekat dan selanjutnya baru dibawa menggunakan pick-up maupun mobil."

"Ini dialami oleh masyarakat Desa Bahenap, Kecamatan Kalis, Kabupaten Kapuas Hulu."

"Kendala utama yang dihadapi masyarakat di tempat ini tidak lain dan tidak bukan ialah akses jalan menuju desa tersebut yang sangat rusak."

"Secara jarak tempuh sebenarnya untuk menuju desa ini tidak terlalu jauh, jarak dari desa terdekat yaitu desa Kensuray hanya berkisar 12 km, namun jalan yag berbukit dan rusak menjadikendala utama."

"Selain itu jarak tempuh ke kota kecamatan kurang lebih 39 km dan ke Kota Kabupaten jarak tempuhnya kurang lebih 57 km."

"Kendala kedua ialah tidak tersedianya fasilitas polindes didesa, selain itu hanya ada satu bidan di desa ini, apabila warga yang sakit tidak mampu di tangani oleh bidan setempat maka akan dibawa ke RS di Kota Kabupaten (Putussibau)."

"Selain itu, keberadan Desa ini yang secara wilayah berada dalam kawasan hutan lindung semakin mempersulit pembangunan di desa ini."

"Hal ini bukan kasus pertama yang dialami oleh masyarakat desa ini, setiap ada warga yang sakit dan dibawa ke RS, pilihannya hanya ada dua, pertama dibawa menggunakan motor kedua digotong ramai - ramai oleh warga."

"Kedua pilihan tersebut sama-sama beresiko, terutama bagi yang sakit, kalau tidak hati2, yang sakit bisa tambah saki atau semakin parah."
"Fenomena ini sebagian kecil saja, karena masih banyak daerah-daerah lain maupun desa-desa lain yang mengalami persoalan yang sama, luput dari perhatian orang-orang apa lagi dari pemerintah dan media."

"Jadi wajar kalau masih banyak yang berpendapat bahwa pembangunan didaerah ini masih terfokus pada daerah-daerah tertentu, karena ada daerah yang selalu mendapat bangunan dan tidak sedikit yang belum pernah mendapatkan sama sekali."

"Kalau pembangunan dari pemerintah itu ibaratkan kue, mungkin ada daerah atau desa yang sampai muntah-muntah makannya namun masih tetap dikasi bagian atau jatah, ini mungkin karna desa ini adalah basisnya (mungkin), tetapi disisi lain ada daerah atau desa yang tidak dapat sama sekali, sampai kelaparan, seolah seperti anak tiri."

"Seolah kami yang tinggal di pedalaman dilarang untuk sakit, karna apabila sakit untuk berobat ke RS bukan pekara mudah, salah-salah penyakit bisa semakin parah."

"Maaf kalau ada yang merasa tersinggung, kami hanya ingin menyampaikan apa yang kami alami sebagai masyarakat yang tinggal di pedalaman, jauh dari semuanya. Salam Jokowi presidenku".

Selengkapnya tonton video di atas. (*)

Editor: Sigit Ariyanto
Reporter: Cornelia Putri Indriastuti
Video Production: Sigit Ariyanto
Sumber: Tribun Video

Tags
   #Desa Bahenap

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved