Terkini Nasional

Dituding Jadi KSAD karena 'Anak Emas' Jokowi dan Megawati, Klarifikasi Dudung: Bebas dari Politik

Senin, 22 November 2021 11:42 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Presiden Jokowi telah memilih dan melantik Jenderal Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).

Dudung menggantikan Jenderal Andika Perkasa yang dipromosikan menjadi Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto yang memasuki masa pensiun.

Meski pemilihan KSAD adalah hak penuh dari presiden, masih ada juga sebagian pihak yang beranggapan miring dan menuding terpilihnya mantan Pangdam Jaya itu lantaran sosoknya adalah "anak emas" Jokowi dan Megawati Soekarnoputri.

Apalagi tudingan itu kemudian dikaitkan dengan pembuatan patung Soekarno di Akademi Militer, ketika Dudung menjadi Gubernur Akmil dengan pangkat Mayjen TNI.

Lebih jauh, ada juga yang kemudian mengaitkan terpilihnya Dudung sebagai KSAD karena berani melawan FPI secara terang-terangan.

Seperti diketahui, organisasi tersebut kerap bersebrangan dengan pemerintah selama ini.

Benarkah anggapan-anggapan demikian? Apa kata Jenderal Dudung terkait hal-hal ini?

Menurut Jenderal Dudung Abdurachman, dipilihnya dia sebagai KSAD dilihat dari pengabdian dan profesionalitasnya selama ini.

Hal tersebut disampaikan Dudung menepis tudingan bahwa dia merupakan anak emas Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Megawati Soekarnoputri sehingga dipilih menjadi KSAD menggantikan Andika Perkasa yang diangkat sebagai Panglima TNI belum lama ini.

Baca: Tanggapan Menantu Luhut yang Diisukan Bakal Jadi Pangkostrad Gantikan Dudung Abdurrachman

Baca: Presiden Jokowi Lantik Jenderal Andika Jadi Panglima TNI dan Letjen Dudung Jadi Kepala Staf TNI AD

"Sebetulnya Pak Jokowi lebih kepada bagaimana melihat dari pekerjaan, melihat dari pengabdian, lebih kepada profesional," kata Dudung, dikutip dari tayangan video Kompas TV di YouTube, Minggu (21/11/2021).

Dudung juga memastikan bahwa pemilihannya sebagai KSAD TNI bebas dari unsur politik. Ia pun mengaku akan menolak jika pemilihannya dibawa-bawa ke arah politis.

"Saya lihat tidak ada arah politik dan saya juga tidak akan mau kalau dibawa-bawa ke politik. Tidak akan mau saya," ucap dia.

Dudung mengaku baru mengenal Jokowi dan Megawati Soekarnoputri saat memiliki pangkat bintang dua.

Bahkan, ketika Jokowi menjadi Wali Kota Solo atau Gubernur DKI Jakarta, Dudung tidak pernah menjadi komandan distrik militer (dandim) di wilayah tersebut.

"Kalau saya lihat, Pak Jokowi dan Bu Mega itu tidak ada spesial anak kesayangan tetapi lebih cenderung kepada profesionalisme," ujar mantan Dandim Kodam Jaya itu.

"Saya yakin yang ditunjuk oleh beliau tidak semudah membalikkan telapak tangan. Saya dari bintang 4 juga bukan berarti tidak ada sejarah di belakangnya. Mungkin Pak Jokowi melihat apa yang selama ini saya lakukan dari Kodam Jaya menimbulkan suatu ketentraman dan kedamaian," ucap dia.

Adapun Dudung dilantik Jokowi menjadi KSAD di Istana Negara, Rabu (17/11/2021) menggantikan Panglima TNI terpilih, Jenderal Andika Perkasa.

Pelantikan Dudung sebagai KSAD berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 107 TNI Tahun 2021 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Angkatan Darat.

Baca: Resmi Jadi KSAD, Jenderal Dudung Abdurachman akan Kunjungi Daerah Operasi di Poso dan Papua

Tetap Netral

Menanggapi isu Pilpres 2024 yang belakangan ramai diperbincangkan, KSAD Jenderal Dudung Abdurachman menegaskan bahwa TNI harus netral dan dilarang memihak salah satu partai politik.

Pasalnya TNI harus bertugas untuk mengamankan negara jika terjadi situasi politik yang tidak menentu.

TNI juga harus tampil untuk menjaga negara agar terhindar dari perpecahan.

"Jangan memihak kepada salah satu partai politik. Jangan cenderung kepada kontestan tertentu. Jangan memilih itu. Kamu (anggota TNI AD) harus netral."

"Karena kamu juga harus mengamankan apabila situasi politik itu tidak menentu, maka TNI-lah yang harus tampil untuk mengamankan negara ini dari terjadinya perpecahan," kata Dudung dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Minggu (21/11/2021).

Dudung juga menekankan kepada para anggotanya agar tidak memihak suatu kelompok atau partai politik tertentu.

Karena dalam undang-undang sudah tercantum dengan jelas, bahwa TNI tidak boleh berpihak.

"Saya akan tekankan keras. Jangan coba-coba nanti ada anggota TNI Angkatan Darat memihak salah satu kelompok, salah satu partai tertentu."

"Itu ditetapkan oleh undang-undang bahwa TNI itu tidak boleh berpihak," tegasnya.

Ungkap Pesan Jokowi

Setelah dilantik, Dudung Abdurachman mengaku akan melaksanakan visi dan misi dari Panglima TNI Andika Perkasa.

Selain itu, dirinya juga memberi apresiasi atas pencapaian dari Andika Perkasa selama menjadi KSAD.

"Saya tentunya akan mengimplementasikan visi dan misi Panglima TNI yang disampaikan pada saat fit and proper test di DPR RI. Saya mengapresiasi apa yang sudah dicapai oleh Jenderal Andika Perkasa pada saat KSAD," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Disebut Bisa Jadi KSAD karena Anak Emas Jokowi dan Megawati, Apa Jawaban Jenderal TNI Dudung?

#KSAD Jenderal Dudung Abdurachman #Letjen Dudung Abdurachman KSAD baru #Jokowi

Editor: Ramadhan Aji Prakoso
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: Tribunnews.com

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved