Mancanegara

Taliban Larang Televisi Tayangkan Program dengan Aktor Perempuan atau Tokoh Nabi Muhammad

Senin, 22 November 2021 09:16 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Otoritas Taliban Afghanistan pada Minggu (21/11/2021) mengeluarkan "pedoman agama" baru yang meminta saluran televisi negara itu untuk berhenti menayangkan drama dan sinetron yang menampilkan aktor wanita.

Pedoman pertama kepada media Afghanistan itu dikeluarkan oleh Kementerian Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan.

Dalam arahannya, Taliban juga meminta jurnalis televisi perempuan untuk mengenakan jilbab Islami saat mempresentasikan laporan mereka.

Kementerian juga meminta saluran tersebut untuk tidak menayangkan film atau program yang menampilkan Nabi Muhammad SAW atau tokoh lain yang dihormati.

Baca: Aktivis Pejuang Hak Perempuan di Afghanistan Ditembak Mati Taliban, Banyak Peluru di Tubuhnya

Pedoman ini menyerukan pelarangan film atau program yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan Afghanistan.

"Ini bukan aturan tapi pedoman agama," kata juru bicara kementerian Hakif Mohajir kepada AFP, seperti dilansir dari Al Arabiya.

Arahan baru itu beredar luas di jaringan media sosial pada Minggu (21/11/2021).

Taliban berulangkali menyatakan akan memerintah lebih moderat dibandingkan periode mereka sebelumnya.

Namun kenyataannya, Taliban memberlakukan aturan pakaian wanita di perguruan tinggi.

Taliban juga dilaporkan memukuli dan melecehkan sejumlah wartawan Afghanistan, padahal mereka berjanji akan menegakkan kebebasan pers.

“Pedoman agama” Taliban untuk jaringan TV ini muncul setelah dua dekade pertumbuhan eksplosif media independen Afghanistan di bawah pemerintah yang didukung Barat yang memerintah negara itu hingga 15 Agustus.

Puluhan saluran televisi dan stasiun radio didirikan dengan bantuan Barat dan investasi swasta segera setelah Taliban digulingkan pada tahun 2001.

Selama 20 tahun terakhir, saluran televisi Afghanistan menawarkan berbagai program. Seperti kontestasi penyanyi gaya "American Idol" hingga video music dan beberapa opera sabun Turki dan India.

Baca: Taliban Diduga Bunuh 13 Warga Etnis Hazara dalam Baku Tembak di Afghanistan, Termasuk Remaja Putri

Ketika kelompok itu sebelumnya memerintah dari tahun 1996 hingga 2001, tidak ada acara media Afghanistan yang menjadi topik pembicaraan.

Saat itu Taliban melarang televisi, film, dan sebagian besar bentuk hiburan lainnya, karena menganggapnya tidak bermoral.

Orang-orang yang tertangkap menonton televisi menghadapi hukuman, termasuk perangkatnya dihancurkan. Warga yang memiliki alat putar video akan dihukum cambuk di depan public.

Saat itu, hanya ada satu stasiun radio, Voice of Sharia, yang menyiarkan propaganda dan program-program Islam. (Tribunnews.com/Alarabiya/Hasanah Samhudi)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Taliban Larang Televisi Menayangkan Drama dan Sinetron dengan Aktor Perempuan".

#Taliban #Afghanistan #Taliban Larang #Larang Sinetron #Larang Perempuan Main Film

Editor: bagus gema praditiya sukirman
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: Tribunnews.com

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved