HOT TOPIC

Terungkap Sejumlah Fakta Seorang Kakek Penjual Mainan Cabuli Anak-anak di Musala di Penjaringan

Sabtu, 20 November 2021 16:00 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Belakangan ini publik dihebohkan dengan seorang kakek beriisial Y (60) penjual mainan diduga melakukan pencabulan terhadap bocah di Penjaringan, Jakarta Utara.

Diketahui, pelaku kerap melakukan tindakan asusila itu di mushola.

Terungkap sejumlah fakta terkait kasus ini.

Dikutip dari Kompas.com pada Sabtu (20/11/2021), pertama, polisi mengungkap bahwa korban lebih dari satu.

Hal ini disampaikan oleh Kanit IV PPA Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Ipda Arif Widodo pada Jumat (19/11/2021).

Ia membeberkan, bahwa kakek Y diduga melakukan tindak pelecehan seksual kepada anak-anak di bawah umur.

Arif berujar, terduga pelaku sudah melakukan pencabulan selama satu bulan.

"Iya benar memang benar adanya laporan tentang pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, korban ini lebih dari satu," ujarnya.

Kini, pihaknya tengah mendalami kasus tersebut.

Sedangkan identitas pelaku sudah diketahui.

Baca: 5 Pria Bertopeng Rampok Pasutri di Empat Lawang, Suami Harus Saksikan Istrinya Diperkosa Pelaku

Kedua, kakek Y sering memberikan uang dan mainan gratis kepada anak-anak.

hal itu diungkapkan oleh seorang ibu korban berinisial MW.

MW menjelaskan, biasanya kakek Y memberikan uang jajan senilai Rp5.000 hingga Rp10 ribu.

"Dikasih mainan biasa dikasih uang jajan RP 10.000 kadang Rp 5.000, dipikirnya kasihan sama anak yatim enggak taunya begini," katanya.

MW menerangkan, awalnya dirinya merasa heran karena putrinya N (8) tak mau lagi beribadah ke mushola dekat rumah mereka.

Saat ditanya, N mengaku takut bertemu dengan Y yang biasa dipanggil abah.

Rupanya, N dan beberapa anak lain kerap mendapat tindakan pelecehan dari Y.

"Kalau disuruh shalat enggak mau, takut, saya bilang takut kenapa? 'enggak apa-apa mah takut diomelin ada abah'," imbuhnya.

MW mengaku anaknya mengalami trauma atas tindakan yang dilakukan Y.

Baca: Janji Palsu Oknum Polisi di Deli Serdang yang Perkosa Istri Napi Hamil: Nikah Sama Aku,Kubuat Senang

Tak hanya takut ke mushola, N juga enggan pergi ke pasar malam, tempat Y menjual mainannya.

Ketiga, Y melakukan tindak pelecehan seksual berdalih kasih sayang terhadap anak-anak.

Hal ini diakui oleh Y saat diinterogasi oleh keluarga korban dan disaksikan ketua RT setempat.

Seorang ibu korban lainnya berinsial LD (31) menyangkal pengakuan kakek tersebut.

Ia menganggap apa yang dilakukan Y adalah masalah yang berlebihan.

LD tak menyangka Y membujuk putrinya yang masih usia 7 tahun dengan memberikan mainan gratis.

"Saya kira dia kasihan sama anak saya kan anak saya anak yatim, dia jual mainan katanya setiap dia datang dikasih mainan," tukasnya.

DL baru mengetahui putrinya menjadi korban pencabulan setelah mendengar beberapa anak tetangganya mengalami hal serupa.

Keempat, keluarga korban meminta pelaku Y dihukum berat.

MW menuntut keadilan atas apa yang telah dialami putrinya.

Ia berharap Y dihukum sesuai perbuatannya.

"Saya pengin keadilan ya, minta keadilan. Semoga dikasih pelajaran lah pelakunya, dihukum berat. Soalnya ini kan anak di bawah umur belum tahu apa-apa," pungkasnya.

MW tak terima Y melakukan pencabulan terhadap putrinya dan sejumlah anak lainnya.

"Sebagai orang tua ya pada marah lah namanya anaknya digituin," bebernya.

(Tribun-Video.com/ Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kakek Penjual Mainan Diduga Cabuli Bocah, Korban Lebih dari Satu dan Kerap Beri Uang"

# tindakan asusila #pencabulan # Penjaringan # Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Editor: Aprilia Saraswati
Reporter: Bima Maulana Rahmad Hidayat
Video Production: Andy Prasetiyo
Sumber: Kompas.com

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved