Terkini Daerah

Pengakuan Guru Honorer di Flores yang Rudapaksa Murid SMK, Ajak Korban Pacaran untuk Lancarkan Aksi

Jumat, 19 November 2021 09:55 WIB
Pos Kupang

TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang guru SMK berinisial SW kini harus berurusan dengan hukum gegara merudapaksa muridnya, Melati (bukan nama sebenarnya) yang duduk di bangku kelas dua.

Kasus rudapaksa anak di bawah umur tersebut terjadi di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dihimpun dari Pos-Kupang.com, kejadian nahas yang menimpa korban bermula saat pelaku menyatakan cintanya.

SW selanjutnya mengajak korban, sebut menjalin hubungan asmara.

Tanpa menaruh curiga, gadis lugu ini pun menerima pria yang juga gurunya itu sebagai kekasihnya.

Baca: Oknum Guru Cabuli 14 Bocah Laki-laki, Korban Dicekoki Film Gay hingga Alami Penyimpangan Seksual

Tak lama pacaran, SW pun mulai merencanakan aksinya.

Dengan modus mengerjakan tugas, ia mengajak Melati ke rumahnya di wilayah Watowiti.

Di rumah itulah, korban dirudapaksa oleh SW.

Kerabat SW berinisial MB memberikan kesaksiannya.

MB mengungkapkan, di hari kejadian, ia sedang mencuci pakaian di rumahnya.

Sekitar pukul 15.00 Wita, MB didatangi SW bersama dua remaja yang menggunakan sepeda motor milik SW.

Rupanya, dua remaja itu adalah korban dan salah satu rekannya.

Kepadanya, SW meminta agar ia menemani rekan korban.

"Dia minta saya temani teman korban, karena katanya, dia mau bertemu pacarnya. Karena sedang sibuk mencuci, saya suruh rekan korban duduk di kursi depan kamar mandi dan saya lanjut mencuci," ujarnya, dikutip dari Pos-Kupang.com, Kamis (18/11/2021).

Saat hendak menjemur pakaian, MB mengaku sempat melihat SW bersama korban masuk ke kamar rumah tua yang selama ini ditempati neneknya.

Baca: Tampang Pelaku Pembunuhan Ibu Guru di Aceh, Dicurigai Tiba-tiba Banyak Uang dan Bisa Lunasi Utang

Karena sibuk mencuci, MB bahkan mengaku tak mendengar suara teriakan dari korban.

"Tidak ada suara teriakan yang saya dengar. Mungkin karena bunyi air dan suara berisik saat saya sikat pakaian," katanya.

Saat kembali menjemur pakaian persis di depan rumah tempat pertemuan SW dan korban, ia mengaku tidak lagi melihat rekan korban, termasuk SW dan korban.

"Mereka pulang tidak pamit. Saya kaget saat jemur pakaian, ketiganya sudah tidak ada," tandasnya.

Menurut dia, rumah tempat kejadian itu merupakan rumah tua miliki orangtuanya yang selama ini ditempati neneknya.

Namun, karena sang nenek masih berada di Adonara, rumah itu pun dibiarkan kosong.

"Saya sudah beri keterangan di polisi sesuai yang saya sampaikan ke kalian (wartawan)," jelasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Pos-Kupang dengan judul Fakta Guru Rudapaksa Murid SMK di Flores, Ngaku Sudah Pacaran hingga Modus Pelaku

Editor: Dita Dwi Puspitasari
Video Production: Andheka Malestha
Sumber: Pos Kupang

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved