News
Evaluasi Kemenag terhadap Program Beasiswa 5.000 Doktor Dalam Negeri
TRIBUN-VIDEO.COM, TANGERANG - Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (DIKTIS), Ditjen
Pendidikan Islam bersama 38 Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) Program 5000 Doktor Dalam Negeri melakukan evaluasi
beasiswa yang mencetak para doctor. Direktur Diktis Kemenag, Amin Suyitno, mengatakan pertemuan ini penting untuk evaluasi
program 5000 Doktor DL, mencari faktor-faktor internal dan eksternal, yang menghambat para mahasiswa menyelesaikan studi,
Senin Malam (15/11/2021). Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang ini menegaskan faktor internal terkait dengan tata kelola
Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP), yaitu mahasiswa, dosennya atau factor komunikasi dan lainnya. “Suatu hari Direktorat
Diktis harus melakukan dengar pendapat dengan para mahasiswa agar lebih clear dan didapatkan informasi yang sebenarnya,"
tegas Suyitno.
Suyitno menambahkan, kegiatan koordinasi menjadi kesempatan untuk membedah satu persatu faktor determinan penghambat
keterlambatan kelulusan peserta beasiswa. “Kalau keterlambatan kelulusan disebabkan oleh dosen pembimbing/promotor, maka
harus dicarikan promotor baru, apalagi diera digital saat ini bisa bimbingan melalui daring atau tatap maya," katanya. Mantan
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) ini juga menegaskan pentingnya pelayanan dan yang baik (good governance)
sebagai barometer utama layanan program 5000 Doktor. “Kami mempersilahkan PTP Mitra untuk mengevaluasi pihak Direktorat
Diktis, baik terkait hak PTP atau regulasi yang dianggap kurang tepat," katanya.
Terkait dengan regulasi Suyitno berpesan kepada Direktur Pascasarjana yang mewakili PTP, agar jangan sampai malah
menyusahkan diri sendiri, tetapi juga jangan semaunya sendiri.
Baik terkait masa studi beasiswa tentu mengikuti aturan yang ada.
Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi Penyelenggara Beasiswa 5000 Doktor berlangsung di Bintaro dari tanggal 15-17 November dan
diikuti oleh 38 PTP baik di bawah Kementerian Agama maupun Kemendikbudristek RI.
“Kehadiran para Direktur Pascasarjana, baik daring maupun luring menjadi harapan besar untuk memberi solusi atas problem-
problem yang ada," katanya. Kasubdit Ketenagaan Diktis Ruchman Basori mengatakan program 5000 Doktor Dalam Negeri dari
tahun anggaran 2015-2019 berjumlah 2.223 orang dengan perincian, 2015: 425 orang, 2016:529 orang, 2017: 530 orang, 2018: 442
orang, dan 2019:297 orang. Telah meluluskan di tahun 2015:682 orang, 2016: 233 orang dan 2017: 187 orang, dengan jumlah total
1.102 orang. “Mengingat angka kelulusan yang baru mencapai kurang 50% dari total peserta program, maka diperlukan langkah-
langkah akseleratif secara saksama baik dari aspek regulasi, PTP, mahasiswa dan hal-hal lainnya," kata Ruchman.
Hadir dalam Rapat Koordnasi Beasiswa 5000 Doktor DN dihadiri oleh Kasi Perencanaan dan Evaluasi Mustaqim, Kasi Bina Tenaga
Pendidik Efi Widianti dan Kasi Pengembangan Profesi Dosen PTKIN Ummu Shofiyah dan JFU Subdit Ketenagaan dan 38 Direktur
Pascasarjana yang mewakili PTP.(*)
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Kemenag Evaluasi Program Beasiswa 5.000 Doktor Dalam Negeri
Video Production: Okwida Kris Imawan Indra Cahaya
Sumber: Tribun Jateng
Tribunnews Update
KPK Buka Alasan Kasus Kuota Haji Tak Kunjung Tuntas dan Berjalan Lambat, Pertimbangan HAM Disorot
Selasa, 23 Desember 2025
Live Update
Bazar Murah hingga Doorprize Meriahkan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama Flores Timur NTT
Senin, 3 November 2025
Saat Prabowo Restui Pembentukan Ditjen Pesantren Hingga Singgung Resolusi Jihad
Senin, 27 Oktober 2025
Tribunnews Update
KPK Sita Uang Asing Biro Travel di Yogyakarta, Diduga Dipakai untuk Jual Beli Kuota Haji Kemenag
Jumat, 24 Oktober 2025
Tribunnews Update
KPK Telusuri Dugaan Korupsi Kuota Haji, Lebih dari Rp 1 Triliun Diduga Menguap ke Oknum Kemenag
Kamis, 23 Oktober 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.