News

Bea Cukai Semarang Berhasil Gagalkan Impor 288.000 Bolpoin Palsu Asal Cina

Minggu, 7 November 2021 07:47 WIB
Tribun Jateng

TRIBUN-VIDEO.COM, SEMARANG - Bea Cukai Tanjung Emas Semarang gagalkan importasi ratusan bolpoin palsu yang diimpor oleh perusahaan PT. Vikom Cahaya Cemerlang (PT. VCC) yang berdomisili di Semarang, dengan nama pemasok Yiwu Nine Valley Import and Export Co asal China.

Bolpoin tiruan itu diduga melanggar hak kekayaan intelektual (HKI), total bolpoin yang diamankan sejumlah 100 karton berisi 288.000 dengan perkiraan nilai produk sebesar Rp362,8 juta.

Berhasilnya petugas mengungkap kasus itu hasil dari pemeriksaan gabungan dari petugas Bea Cukai Tanjung Emas, Bea Cukai Wilayah Jawa Tengah dan DIY, Pengadilan Niaga Semarang, dan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham.

Beberapa lembaga tersebut melakukan pemeriksaan fisik bersama atas penindakan dugaan pelanggaran HKI, di penimbunan Pabean Bea Cukai Tanjung Emas, Kota Semarang, Jumat (5/11/2021).

Baca: Protes soal Krisis Iklim di Jateng, 10 Manekin Wajah Pemimpin Daerah Ditenggelamkan di Semarang

Temuan barang palsu itu berawal dari kecurigaan anggota Bea Cukai Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Mekera mendeteksi bolpoin impor dari China yang fisik dan kemasannya sama dengan bolpoin Standard AE7 Alfatip 0.5 milik PT. Standardpen Industries.

Atas dasar kecurigaan tersebut, pihak Bea Cukai segera melakukan konfirmasi dan notifikasi kepada PT. Standardpen Industries selaku pemilik merek Standard AE7 Alfatip 0.5 yang sudah terekam dalam sistem otomasi kepabeanan barang-barang Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Hakim Pengadilan Negeri Semarang mengabulkan permintaan penangguhan sementara terhadap bolpoin merek Standard AE7 Alfatip 0.5 yang diketahui diimpor oleh perusahaan tersebut, Jumat (22/10/2021).

Kepala KPPBC TMP Tanjung Emas Semarang Anton Martin mengatakan, temuan barang palsu itu ditindaklanjuti pihaknya dengan meminta notifikasi pencegahan kepada pihak pemegang hak cipta (right holder) yaitu PT Standarpen Industries yang kemudian memberikan notifikasi balasan.

Selepas itu pihaknya mengajukan permohonan penangguhan sementara ke Pengadilan Niaga Semarang.

Lembaga tersebut lantas mengabulkan permohonan dari Bea Cukai Semarang, ditindaklajuti oleh Right holder dengan mengajukan jadwal pemeriksaan fisik bersama pada 29 Oktober 2021.

Keberhasilan penindakan ini tak lepas dari peran right holder karena yang bersangkutan sebelumnya telah melakukan perekaman atau rekordasi dalam sistem CEISA HKI pada 5 Maret 2021.

"Rekordasi HKI sendiri telah diimplementasikan oleh Bea Cukai Semaran sejak tahun 2018.

Dengan adanya sistem ini Bea Cukai dapat segera memberikan notifikasi kepada right holder apabila terjadi dugaan importasi atau eksportasi barang yang melanggar HKI," paparnya.

Menurut Martin, penindakan barang yang melanggar HKI sangat penting dilakukan untuk melindungi industri dalam negeri terutama right holder maupun industri kreatif agar tumbuh dan memiliki daya saing sehingga memberikan kontribusi kpada negara melalui pembayaran pajak.

"Selain itu sebagai bukti bahwa Indonesia sangat peduli terhadap perlindungan HKI sehingga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan dunia internasional dan menambah poin Indonesia agar dapat dikeluarkan dari Priority Watch List United States Trade Representative (USTR) untuk isu perlindungan HKI," jelasnya.

Untuk mewujudkan hal itu, sambung dia, sinergi antar kementrian lembaga dan aparat penegak hukum mutlak dilakukan sebagai wujud keseriusan pemerintah dalam perlindungan HKI.

Baca: Detik-detik Wamen Parekraf Angela Tanoesoedibjo Pingsan di Keraton Solo, Langsung Dibopong Kapolres

Termasuk peran aktif dan kesadaran masyarakat terutama right holder untuk melakukan rekordasi hak cipta ke Bea Cukai sehingga tindakan secara ex-offico dapat segera dilakukan tanpa harus menyampaikan aduan.

Sebab, pemalsuan HKI tidak hanya berdampak buruk bagi sektor industri namun juga bagi kesehatan dan keselamatan konsumen semisal kosmetik palsu, obat palsu, onderdil palsu dan lainnya.

"Bahkan barang palsu dapat dijadikan sebagai sumber pendanaan bagi kejahatan terorganisir dan terorisme," terangnya.

Di sisi lain, upaya hukum akan dilanjutkan PT. Standardpen Industries setelah uji fisik dan penetapan dari Pengadilan Negeri mengenai adanya pelanggaran HKI terhadap bolpoin AE7 Alfatip 0.5 , sesuai dengan sanksi UU Merek dan Indikasi Geografis nomor 20 tahun 2016 Pasal 99.

PT. Standardpen Industries selaku pemilik merek bolpoin Standard AE7 Alfatip 0.5 yang sah menjamin bahwa tidak pernah mengimpor ataupun mengekspor bolpoin AE7 ini dan hanya memproduksi produk ini di Indonesia, karena sudah memiliki pabrik sendiri yang berlokasi di kawasan Tangerang, Banten.

Penggagalan peredaran bolpoin AE7 palsu ini bukan yang pertama kalinya, sebab pada 6 Desember 2019 pernah digagalkan juga peredaran AE7 palsu di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya sebanyak 858.240 buah yang juga berasal dari China dengan nilai perkiraan barang sebesar Rp 1 miliar.

CFO PT. Standardpen Industries Johannes Herwanto mengatakan, tindakan tegas diambil karena peredaran bolpoin AE7 palsu ini sangat mengganggu dan merugikan.

"Hal ini berpengaruh terhadap citra perusahaan yang sudah dibangun selama 50 tahun, menurunnya omset, dan menurunnya kepercayaan konsumen," tandasnya. (Iwn)

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Bea Cukai Semarang Gagalkan Impor 288.000 Bolpoin Palsu Asal Cina

Editor: Khaira Nova Hanugrahayu
Sumber: Tribun Jateng

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved