Rabu, 8 April 2026

Terkini Daerah

Balita Dinyatakan Selamat dari Kecelakaan Perahu Penyeberangan Terguling di Sungai Bengawan Solo

Kamis, 4 November 2021 12:00 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM, TUBAN - Nyawa balita bernama Abdullah Dimiati (3) selamat dari kecelakaan tenggelamnya perahu penyeberangan di Sungai Bengawan Solo, wilayah Tuban.

Tragedi tersebut berawal saat perahu penyeberangan Tuban-Bojonegoro yang dikemudikan Kasian (60), warga Kanor, Bojonegoro, terbalik lalu tenggelam akibat dihempas arus kencang sungai.

Saat itu perahu bermuatan sekitar 17 penumpang dan memuat sekitar 7 sepeda motor. Kapal tersebut

Sejumlah 10 orang dikabarkan selamat dan mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Rengel.

Ternyata ada sosok pahlawan dalam peristiwa tersebut.

Baca: Pengakuan Korban Perahu Terbalik di Sungai Bengawan Solo, Berenang Sekuat Tenaga agar Tak Hanyut

Novi Andi Susanto (29), seorang penumpang yang selamat menceritakan detik-detik kapal terguling.

Bahkan, ia juga menyelamatkan nyawa balita Abdullah Dimiati (3).

"Saat kapal terguling, semua penumpang terseret arus, termasuk saya," kata pria asal Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Tuban itu.

Ditemui di puskesmas, ia bercerita posisinya saat itu berada di tengah-tengah penumpang.

Begitu kapal tenggelam dan ia terseret arus, kemudian melihat bayi yang dipeluk ibunya.

Secara spontan, ia lalu menggapai bayi itu dengan tujuan untuk menyelamatkan hingga akhirnya terseret arus hingga ke tepian.

"Ya saya langsung gapai bayi tersebut dari pelukan ibunya, saya ajak berenang, alhamdulillah bisa selamat," terangnya.

Ia tak merasakan ada keanehan atau firasat apapun mengenai akan terjadinya tragedi kapal yang ditumpanginya tenggelam.

Sebab, sehari-hari ia biasa menggunakan jasa perahu penyeberangan untuk berangkat bekerja dari Tuban ke Bojonegoro.

Baca: Tragedi Perahu Terbalik, Dishub: Warga Tetap Mengoperasikan Perahu Penyeberangan karena Alasan Perut

Dengan naik perahu penyeberangan, ia bisa menghemat waktu untuk sampai di tempat kerjanya.

"Tidak merasakan keanehan apapun, saya biasa saja," pungkas Andi menceritakan detik-detik kapal tenggelam.

Data yang dihimpun, bayi tersebut anak dari pasangan Basori (54) dan Tasmiatun (34), warga Desa Maibit, Kecamatan Rengel.

Mereka akan berangkat untuk hajatan ke Bojonegoro, juga mengajak kakaknya Abdul Hadi atau Aab (9). Namun, Basori belum ditemukan.

Data sementara dari posko terpadu yang berada di Balai Desa Ngadirejo, ada 10 korban yang dinyatakan selamat. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Balita Selamat dari Kecelakaan Perahu Penyeberangan Tuban-Bojonegoro yang Terguling di Bengawan Solo".

#Bengawan Solo #Perahu Terbalik #Bojonegoro

Editor: bagus gema praditiya sukirman
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved