Terkini Daerah
TKP Pembunuhan Tuti Amalia Tercemar, Ahli Pidana: Polisi Salah Tetapkan Tersangka
TRIBUN-VIDEO.COM - Tindakan petugas Banpol memasuki TKP kasus Subang pada 19 Agustus 2021 masih menyisakan misteri.
Pasalnya, tindakan petugas Banpol yang mengajak Danu ke TKP kasus Subang itu terjadi sehari setelah penemuan mayat Amalia dan Tuti yakni pada 18 Agustus 2021.
Selain itu, kondisi TKP kasus Subang sendiri saat itu dipasangi garis polisi. Kemudian, polisi sendiri masih membutuhkan TKP kasus Subang untuk mencari alat bukti.
Bagi ahli hukum pidana Unpar Bandung, Agustinus Pohan, tindakan memasuki TKP saat baru saja terjadi tindak pidana sebagai kecerobohan fatal.
"Banpol harusnya paham kalau TKP tidak boleh dilakukan perubahan, kalau ini sampai ada perubahan, arahnya belum tentu juga pada pengungkapan," kata Agustinus Pohan saat dihubungi Tribun pada Rabu (3/11/2021).
Menurut dia, TKP merupakan sumber informasi untuk penyidik dari Kepolisian melakukan pengungkapan tindak pidana.
Baca: Ada Oknum Banpol yang Suruh Danu Bersihkan Kamar Mandi, Kuasa Hukum Yosef: Dia Harus Tanggung Jawab
"TKP itulah yang bisa memberikan informasi apa yang sebenarnya terjadi," ucap dia.
Jika TKP tersebut dicampuri pihak lain di luar polisi, ia khawatir pekerjaan polisi bakal terganggu sehingga akhirnya kesulitan mengungkap perkara perampasan nyawa Amalia dan ibunya, Tuti itu.
Bahkan, kata Agustinus Pohan, polisi bisa salah menetapkan tersangka.
"Kalau TKP rusak bisa menyesatkan penyidikan, dan itu berbahaya. Bisa mengarah kepada pihak yang tidak bersalah," katanya.
Tindakan masuki TKP kasus Subang itu semakin fatal karena petugas banpol tersebut ternyata menyuruh Danu untuk membersihkan kamar mandi, bahkan menguras bak mandi.
Di sisi lain, kamar mandi itu sendiri diduga jadi tempat pelaku membersihkan jasad Amalia dan Tuti. Artinya, bisa jadi ada jejak pelaku di kamar mandi tersebut.
Kuasa hukum Danu, Achmad Taufan menerangkan, dari informasi yang diterimanya, kamar mandi di lokasi perampasan nyawa Amalia itu jadi tempat kedua jenazah anak dan ibu itu dimandikan.
"Infonya kamar mandi itu jadi tempat pelaku memandikan jenazah Amalia dan ibu Tuti, besar kemungkinan dua jenazah dimandikan di bak itu, airnya sudah bercampur darah," kata dia.
Achmad Taufan menerangkan bahwa Danu tak ujug-ujug bisa masuk ke TKP kasus Subang. Pasalnya, Danu diajak oleh petugas banpol.
"Makanya polisi harus mengusut petugas banpol tersebut," kata Achmad Taufan.
Di kamar mandi tersebut, ternyata Danu menemukan barang-barang yang diduga terkait kasus perampasan nyawa Amalia dan Tuti.
Baca: Terkait Keterangan Danu Masuk TKP, Polisi Fokus pada Temuan Petunjuk, Tak Terpengaruh soal Banpol
"Jadi Danu saat menguras bak mandi, saat airnya surut, menemukan gunting dan pisau cutter. Danu tanyakan ke si banpol, ini apa, si banpol meminta Danu untuk menyimpan lagi gunting itu. Danu enggak tahu kalau itu barang bukti," ucap dia.
Jika lokasi vital terkait perampasan nyawa Amalia dan Tuti dicampuri pihak lain di luar polisi, Achmad Taufan setuju soal kemungkinan barang bukti rusak.
Namun, pihaknya mendapati jawaban bahwa petugas Banpol diperbolehkan masuki TKP karena olah TKP pada 19 Agustus sudah selesai dilakukan pada 18 Agustus.
Namun belakangan, ternyata olah TKP kedua justru dilakukan polisi pada September 2021.
"Tapi kalau olah TKP selesai, seharusnya pada 19 Agustus itu tidak ditemukan lagi barang bukti," kata Achmad Taufan. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul TKP Kasus Subang Tercemar, Ahli Pidana: Polisi Bisa Sulit Ungkap Perkara, Salah Tetapkan Tersangka
#PembunuhanTutiAmalia
#TKPtercemar
#Subang
Video Production: Jastika
Sumber: Tribun Jabar
Tribunnews Update
Polisi Gelar Olah TKP Kebakaran Rumah yang Tewaskan Anggota BPK Haerul Saleh, 3 Saksi Diperiksa
Jumat, 8 Mei 2026
KECELAKAAN BUS ALS VS TRUK TANGKI
Hasil Olah TKP Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk Tangki BBM, Ada Tabung Gas hingga 2 Unit Sepeda Motor
Kamis, 7 Mei 2026
LIVE UPDATE
Imbas Penutupan TKP Senopati, Taman Pintar Jogja Alihkan Penjemputan Rombongan ke Drop Zone
Senin, 4 Mei 2026
Live Tribunnews Update
Kronologi Nenek di Subang Ditemukan Tewas Terikat di Rumah, Uang Puluhan Juta & Emas 50 Gram Raib
Kamis, 16 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.