Jumat, 24 April 2026

HOT TOPIC

Penyebab Polisi di Medan Diserang Puluhan Preman, Ternyata karena Masalah Sewa Truk oleh Ormas

Senin, 1 November 2021 13:38 WIB
Tribun Medan

TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang polisi di Medan menjadi korban penyerangan puluhan preman hingga nyaris tewas.

Selain itu, mobil hingga rumah milik kakak korban juga menjadi target penyerangan .

Kini terungkap penyebab atau masalah awal insiden tersebut.

Baca: Pengakuan Saksi Mata Insiden Polisi Diserang Puluhan Orang di Medan, Sempat Menoleh ke Belakang

Kasus penyerangan yang berujung upaya pembunuhan ini bermula saat Edi Susanto, kakak kandung korban, Aipda Eko Sugiawan berbisnis rental truk dengan salah satu Ormas di Kabupaten Langkat.

Anggota Ormas bernisinial DK mengunjungi Edi pada Rabu (13/10/2021) lantaran hendak menyewa truk sebanyak tujuh unit ke Kabupaten Langkat.

Edi mengaku sudah mengenak DK dan seudah pernah berbisnis dengannya.

"Awalnya datanglah DK ini, sebelumnya memang sudah kenal. Sudah pernah merental sama kita sekali dua kali, enggak ada masalah. Makanya kita percaya sama dia," katanya.

Ia mengatakan, dirinya tak memiliki unit truk sebanyak yang dibutuhkan.

Namun Edu menyebut akan mencarikan unit lain ke rekannya yang bernama Pohan dan Anto.

Dari dua temannya tersebut, Edi mendapatkan tiga unit truk dari Anto dan empat unit dari Pohan.

Baca: Penyerangan Polisi di Medan, Aipda Eko Sugiawan Mengalami Luka Bacok, Mobil dan Rumah Dihancurkan

Edi menambahkan, penyewaan truk tersebut dihitung perhari, satu truk Rp 900 ribu.

Hal itu telah disetujui oleh DK dan menyewa selama enam hari.

Keesokan harinya, empat truk diberangkatkan, sementara tiga truk menyusul di siang hati.

Namun setelah berjalan dua hari, tiba-tiba DK menghubungi Edi dan menyebut tak sanggup membayar biaya sewanya serta meminta penyewaan dibatalkan.

Setelah itu, Edi menelepon DK untuk menghitung biaya sewa selama dua hari, tetapi DK tidak datang.

Lalu, hari berikutnya, anggota ormas mendatangi kantor Edy dan memaki-maki.

Saat itu Edy sedang tak berada di kantor sehingga anggota Ormas hanya menemui karyawannya.

Baca: Polisi di Medan Hampir Tewas Diserang Puluhan Anggota OKP, Ternyata Berawal dari Masalah Sewa Truk

Tak lama kemudian, Edy pulang bersamaan dengan DK yang datang meminta pengembalian uang.

Edi menjelaskan, semua urusan sudah selesai, tetapi tiba-tiba anggota ormas kembali datang.

Mereka datang untuk protes lantaran uang pengembalian disebut ada yang selisih.

"Selisih berapa lagi, kan sudah sepakat, si DK juga yang bilang sepakat. Jadi saya pun pulang," katanya.

Malam harinya, rumahnya diserang puluhan orang.

Saat itu Aipda Eko yang berencana membantu melakukan mediasi masalah sang kakak malah turut menjadi sasaran amukan.

Baca: Kronologi Polisi Medan Diserang Puluhan Preman Pakai Pedang, Stik Golf, hingga Tombak & Masuk Mobil

Eko dibacok hingga bersimbah darah dan nyaris tewas.

Hingga kini kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian. (Tribun-Video.com/Tribun-Medan.com)

Baca juga berita terkait di sini

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Kapolda Sumut Bilang Enggak Ada Preman, Anggotanya Malah Dibacoki Hendak Dibunuh Anggota OKP

# HOT TOPIC # penyerangan # preman # polisi # Medan # Ormas

Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: Ratu Budhi Sejati
Sumber: Tribun Medan

Tags
   #HOT TOPIC   #penyerangan   #preman   #polisi   #Medan   #Ormas

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved