TRIBUNNEWS UPDATE

Fakta Ritual Lempar Celana Dalam untuk Buang Sial di Gunung Sanggabuana, Juru Kunci Gadungan Berulah

Rabu, 27 Oktober 2021 18:00 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Baru-baru ini jagad maya dihebohkan dengan ritual buang sial di Gunung Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat.

Pasalnya, warga yang berziarah di lokasi itu disyaratkan untuk membuang celana dalam mereka sebagai Rsimbol buang sial.

Selain itu, pemungutan tarif masuk lokasi ritual diduga dilakukan oleh oknum yang bukan berasal dari warga setempat.

Dikutip dari Kompas.com, ritual buang sial di Pegunungan Sanggabuana diduga dipasangi tarif oleh kuncen yang bukan berasal dari warga Karawang.

Menurut Ketua Ekspedisi Flora dan Fauna Pegunungan Sanggabuana Bernard T. Wahyu, timnya pernah melakukan penjelajahan di tempat wisata tersebut dan menemukan sejumlah fakta.

Pertama, ia menemukan empat mata air yang digunakan untuk ritual, yaitu mata air Pancuran Mas, Pancuran Kejayaan, Pancuran Kahuripan, dan Pancuran Sumur Tujuh.

Kedua, ditemukan pula sebanyak 14 makam kuno yang menjadi tujuan ziarah para pengunjung.

Namun Bernard menyebut, kini mulai muncul makam-makam baru yang perlu dikaji lebih dalam dari segi sejarah dan budaya.

Ia mengatakan, sebelumnya warga lokal dan pegiat Sanggabuana pernah membongkar makam tersebut, namun seiring berjalannya waktu muncul kembali.

Fakta ketiga adalah munculnya oknum yang mengaku sebagai kuncen, namun nyatanya bukan berasal dari warga sekitar.

Dari keterangan warga, kuncen asli di tempat wisata tersebut sudah tidak ada setelah makam-makam itu dibongkar.

"Setelah pembongkaran, beberapa tahun kemudian, banyak lagi bermunculan orang yang mengaku kuncen tapi bukan asli warga Tegalwaru (Karawang), kebanyakan pendatang dari wilayah lain,” terang warga.

Mengenai tarif ritual tersebut, para peziarah dipungut biaya Rp250 ribu, termasuk di dalamnya biaya pemandu ritual oleh kuncen dan aneka sesajian.

"Bahan setiap ritual dikenakan tarif perorang yang dipandu kuncen itu sekitar Rp250 ribu, buat memandu ritual dan ubo rampenya (bunga tujuh rupa untuk sesajian)," ungkap Bernard saat dihubungi, Selasa (26/10/2021).

Bernard mengatakan ada pula yang gratis, namun peziarah hanya sekadar mandi di pancuran lalu membuang celana dalam saja.

"Ada juga yang gratis tapi hanya sekadar mandi di pancuran lalu buang celana dalam dan pakaian lalu balik," ungkap Bernard.

Sebelumnya, ritual buang sial itu mendadak viral lantaran para pendaki menemukan celana dalam tersangkut di semak belukar pegunungan.

Saat dikumpulkan, jumlahnya sangat banyak dan mencapai satu karung.

Bahkan, warga sekitar bernama Solihin menyebut dulunya warga menemukan hingga 10-20 karung tumpukan celana dalam.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang Yudi Yudiawan mengatakan, pihaknya menyayangkan adanya aksi peziarah yang membuang pakaian dalam itu.

Hal tersebut berdampak pada kondisi lingkungan sekitar yang menjadi kumuh.

"Kita menyayangkan dengan adanya aktivitas tersebut, karena mengotori wilayah Sanggabuana. Di kawasan wisata alam seharusnya kebersihan harus dijaga," ungkapnya Senin (25/10/2021).

Terlebih, tidak ada yang mengetahui para peziarah yang datang dalam kondisi sehat tau tidak.

Sehingga dikhawatirkan bukan menjadi tempat mencari berkah, namun justru penyebaran penyakit.

(Tribun-Video.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ritual Buang Sial di Gunung Sanggabuana Diduga Dipasangi Tarif oleh Kuncen Bukan Warga Karawang"

# TRIBUNNEWS UPDATE # Karawang # Gunung Sanggabuana # ritual

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Reporter: Agung Tri Laksono
Video Production: Andy Prasetiyo
Sumber: Kompas.com

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved