TRIBUNNEWS UPDATE

Gelombang Ketiga Covid-19 Pasti Terjadi di Indonesia, Ini Kata Kemenkes soal Tingkat Keparahannya

Sabtu, 23 Oktober 2021 10:26 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia telah memprediksi bahwa gelombang ketiga Covid-19 pasti melanda Indonesia.

Kemenkes menyebut virus penyebab Covid-19 memiliki sifat yang bisa menimbulkan gelombang berkali-kali.

Gelombang ketiga di Indonesia diprediksi terjadi setelah Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Dikutip dari Kompas.com, gelombang ketiga Covid-19 pasti akan terjadi di Indonesia.

Hal itu karena banyak negara yang saat ini sudah mengalaminya, meskipun tingkat vaksinasinya tinggi dan kepatuhan prokesnya sudah ketat.

Keterangan tersebut disampaikan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi pada Kamis (21/10/2021).

"Gelombang ketiga itu niscaya pasti terjadi, karena banyak negara yang saat ini sudah mengalami gelombang ketiga, di mana mereka memiliki cakupan vaksinasi yang tinggi, juga memiliki tingkat prokes yang sudah baik," ungkap Nadia, dalam webinar VivaTalk, Kamis (21/10/2021).

Adapun negara yang sudah mengalami gelombang ketiga Covid-19 seperti di beberapa negara Eropa, di antaranya Inggris, serta Amerika Serikat.

Gelombang ketiga ini diprediksi terjadi setelah Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, karena pada peringatan tersebut, mobilitas masyarakat meningkat.

"Setiap ada peningkatan pergerakkan atau mobilitas, itu selalu terjadi peningkatan kasus Covid-19," imbuh dia.

Nadia mengatakan sudah ada beberapa modeling yang dibuat oleh ahli epidemiologi terkait gelombang ketiga Covid-19.

Ia menyebut, pola penularan Covid-19 hingga saat ini masih didominasi varian Delta.

Varian ini memiliki tingkat penularan yang lebih cepat sehingga berpotensi meningkatkan kasus Covid-19.

Akibatnya, ada kemungkinan gelombang ketiga nantinya bisa lebih tinggi dari gelombang-gelombang sebelumnya.

"Kalau kita bandingkan gelombang pertama, pasti kemungkinan akan lebih tinggi, karena kita tahu jenis virusnya berbeda. Bahkan kita tahu, kita mengalami yang jauh lebih tinggi kasusnya di Juli kemarin," tutur dia.

Di Indonesia sendiri, kasus infeksi Covid-19 paling banyak disebabkan oleh varian Delta, yaitu mencapai 90 hingga 98 persen.

"Ternyata juga merupakan varian yang paling banyak ada di negara kita. Hampir 90 sampai 98 persennya adalah varian Delta," kata Nadia.

Sementara itu, Nadia juga menyampaikan beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk antisipasi gelombang ketiga Covid-19.

Di antaranya perluasan cakupan vaksinasi, memperbanyak testing, termasuk di dalamnya melacak atau melakukan tracing kepada mereka yang terkonfirmasi positif sedini mungkin.

Selain itu juga masyarakat harus tetap patuh protokol kesehatan dan membatasi mobilitas untuk kegiatan yang esensial.

Nadia kembali menegaskan, meskipun cakupan vaksinasi di Indonesia sudah cukup baik, masyarakat dihimbau untuk tidak bereuforia dahulu, sebab pandemi belum berakhir.

"Ini tidak akan cukup juga, sehingga memang bagaimana memastikan stroling tetap dilakukan. Walaupun cakupan vaksinasi sudah baik, kita enggak boleh euforia. Karena itu tidak cukup menahan gelombang ketiga," imbuh dia.

(Tribun-Video.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gelombang Ketiga Covid-19 di Indonesia akan Separah Apa? Ini Kata Kemenkes"

# Siti Nadia Tarmizi  # Siti Nadia Tarmizi  # Kementerian Kesehatan # TRIBUNNEWS UPDATE

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Reporter: Agung Tri Laksono
Video Production: Muhammad Gana Wirawanda
Sumber: Kompas.com

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved