HOT TOPIC

Sadis! Penjual Sosis di Tangerang Disiram Bensin lalu Dibakar Preman, Berawal Tak Diberi Jatah Uang

Sabtu, 23 Oktober 2021 10:06 WIB
TribunJakarta

TRIBUN-VIDEO.COM - Nasib nahas dialami oleh LE, seorang pedagang sosis di wisata Tanjung Pasir, Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

Tubuhnya dibakar hidup-hidup lantaran tidak memberikan uang palak kepada seorang preman.

Korban selamay namun mengalami luka bakar 37 persen dan kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Dilansir TribunJakarta.com, pelaku berinisial IS (42) marah saat dirinya tidak diberi uang jatah preman oleh LE yang tengan manjajakan dagangan.

Kapolsek Teluknaga AKP Anton menjelaskan, kasus penganiayaan itu terjadi pada Jumat (24/9/2021) sekira pukul 23.00 WIB.

Menurutnya, kejadian ini berawal saat pelaku dalam kondisi mabuk dan memalak korban yang sedang berjualan sosis bakar.

Rencananya, uang hasil memalak tersebut akan digunakan IS untuk mabuk-mabukan.

Namun, korban tidak memenuhi permintaan IS karena alasan terjepit ekonomi di masa sulit seperti ini.

Kesal permintaannya tidak dipenuhi pemilik warung, IS langsung memukul korban menggunakan batang besi yang tergeletak dekat lokasi kejadian.

Tapi korban LE berhasil mengelak dan membuat IS semakin geram dan menyiramkan bensin ke tubuh korban lalu menyulutkan api.

"Akhirnya IS menyiramkan bensin ke tubuh korban, dan membakar korban dengan pemantik," ujar Anton di Mapolsek Teluknaga, Kamis (21/10/2021).

Adapun bensin didapat pelaku berasal area dagangan korban yang biasa dipakai korban untuk mencari nafkah.

"Motif pelaku karena merasa permintaannya tidak dituruti, tersangka minta uang untuk beli miras lagi. Oleh korban tidak diberikan karena saksi dan korban tidak mampu juga. Jadi, korban dibakar," beber Anton.

Pelaku yang melarikan diri berhasil ditangkap tanpa perlawanan di sebuah pondok pesantren wilayah Grobogan, Jawa Tengah.

"Pelaku berhasil kami tangkap di wilayah Grobogan, Jawa Tengah," kata Anton.

Anton menuturkan, pelaku berada di pesantren untuk melarikan diri, dengan alasan ingin tobat agar diterima pihak pesantren.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, IS disangkakan Pasal 351 Ayat 2 KUHP dengan ancaman paling lama lima tahun penjara.

Sementara itu, korban LE yang mendapat luka bakar 37 persen saat itu dirawat intensif di rumah sakit.

Biaya rumah sakit korban juga ditanggung oleh LPSK.

"Alhamdulillah biaya rumah sakit korban dicover oleh LPSK. Sehingga menambah kita untuk semangat mengungkap kasus ini," kata Anton.(Tribun-video.com/TribunJakarta.com)

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Tak Dapat Jatah Preman, Pria di Tangerang Aniaya Pedagang: Jadi Anak Pesantren Ngaku Tobat

# penganiayaan # preman # Kabupaten Tangerang # HOT TOPIC

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Reporter: Dea Mita
Video Production: Muhammad Eka Putra
Sumber: TribunJakarta

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved