Tips Kesehatan

Durasi yang Tepat saat Berjemur untuk Mendapatkan Vitamin D?

Jumat, 22 Oktober 2021 22:47 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Saat wabah virus corona, salah satu hal yang baik untuk mencegah virus itu menyerang tubuh bisa dilakukan dengan berjemur.

Untuk mendapat ultaviolet B yang mengandung vitamin B, waktu berjemur yang baik antara pukul 10.00-12.00.

Lalu bagaimana ketika pada saat itu mendung, apakah masih ada sinar ultraviolet B nya?

Sinar ultraviolet A umumnya adalah cahaya matahari yang ada di sekitar pukul setengah enam hingga jam tujuh pagi.

Menurut dokter spesialis kulit dr. Sondang Aemilia P Sirait, keberadaan sinar ultraviolet A menembus bumi terbanyak yaitu sekitar 90 persen.

Tepatnya saat matahari mulai beranjak naik dan gelombang cahaya matahari lebih panjang.

Sehingga sinar ultraviolet A lebih mudah menembus bumi dan kulit manusia namun itu bisa menyebabkan kanker kulit, penuaan dini, kolagen rusak

Sedangkan, cahaya matahari atau sinar ultraviolet B merupakan gelombang cahaya yang pendek dan hanya 5 persen.

Sinar ultraviolet B inilah yang dibutuhkan oleh tubuh.

Sinar ultraviolet B bisa Anda dapatkan saat matahari naik yaitu sekitar pukul 10.00 pagi.

Dengan sedikit ultraviolet B maka kita harus pintar memanfaatkan sinar ini untuk membentuk vitamin D bagi tubuh.

Ultraviolet B lebih pendek gelombangnya sehingga akan sulit menembus lapisan atmosfer bumi, dengan demikian sulit menembus ke kulit manusia.

"Nah paling tinggi indeks ultraviolet itu pada tengah hari sehingga hal ini menentukan jam berapa sinar ultraviolet yang baik buat tubuh kita yang bisa menghasilkan vitamin D," ujar dr Sirait Aemilia Sondang.

Warna kulit juga bisa menentukan seberapa cepat indeks ultraviolet diserap kulit manusia.

Semakin putih kulit maka penyerapan sinar ultraviolet semakin cepat ke dalam kulit.

"Semakin putih kulit maka semakin mudah membentuk vitamin D," kata dr Sirait Sondang.

Jenis kulit manusia itu ada 3, yaitu tipe 3 (putih), tipe 4 (sawo matang dan tipe 5 (gelap).

Sementara itu mereka yang punya kulit sawo matang dan gelap maka cenderung lebih sulit atau makan waktu lama untuk membentuk vitamin D.

Bagi yang berkulit putih hanya perlu 20 menit berjemur untuk bisa membentuk vitamin D.

Nah ada penelitian di Jakarta, UV indeks tertinggi bisa didapatkan bila berjemur dari pukul 11.00-13.00.

Jadi berjemur di waktu itu maka akan mendapatkan produksi vitamin D yang paling tinggi, dengan indeks 10-12.

Akan tetapi, juga diingatkan setidaknya hanya bisa berjemur badan sekitar 10-15 menit saja supaya ultraviolet A tidak banyak masuk ke tubuh.

Di Indonesia sendiri, intensitas ultraviolet B tidaklah setinggi di Eropa.

Buktinya meski terlihat lebih hitam, orang Indonesia terlihat lebih muda dibandingkan orang Eropa.

Walau demikian, Anda juga harus berhati-hati terhadap paparan UV B.

Karena ternyata intensitas UV B yang tertinggi ini justru terdapat di daerah pegunungan, saat cuaca sedang mendung, serta tertutup awan tebal.

"Jangan terkecoh dan menganggap cuaca yang adem karena tertutup awan tebal, dan ada di daerah pegunungan ini bebas dari sinar UV. Memang, sinar UV A-nya sedikit jadi tidak akan hitam, namun justru UV B-nya yang tinggi," ungkapnya.

Untuk menjaga kulit agar terhindari dari bahaya kedua UV tersebut, maka Nila menyarankan untuk selalu menggunakan krim tabir surya.

Hanya saja, sebaiknya gunakan krim tabir surya yang bisa melindungi kulit dari kedua sinar berbahaya itu.

Pastikan krim tabir surya Anda mengandung SPF (perlindungan terhadap UV B) yang sesuai dan juga PA (perlindungan terhadap UV A).

Selain menghindari diri agar tidak terbakar sinar matahari, disarankan, berjemurlah dengan tengkurap.

Karena bidang kulit belakang yang mendapati cahaya matahari akan banyak.

Ultraviolet B bersamaan dengan kolesterol dalam tubuh akan membentuk vitamin D3 yang memang dibutuhkan oleh kulit, dan hanya dihasilkan oleh sinar matahari. (*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cuaca "Adem" Tak Berarti Tak Disengat Matahari"

# Sinar ultraviolet # berjemur # cahaya matahari

Editor: Aprilia Saraswati
Sumber: Kompas.com

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved