Terkini Daerah

Demo 2 Tahun Jokowi-Ma'ruf di Depan Kantor DPRD NTB Berakhir Ricuh, Beberapa Mahasiswa Luka-luka

Jumat, 22 Oktober 2021 08:42 WIB
Tribun Lombok

TRIBUN-VIDEO.COM - Aksi unjuk rasa dua tahun kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf berakhir ricuh, di depan kantor DPRD NTB, Kamis (21/10/2021).

Mahasiswa dipukul mundur polisi hingga menyebabkan beberapa mahasiswa luka-luka.

Unjuk rasa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mataram ini awalnya berlangsung damai.

Dimulai sekitar pukul 10.00 Wita, di depan gerbang DPRD NTB.

Kericuhan terjadi ketika mahasiswa melakukan aksi bakar ban bekas.

Pada saat bersamaan massa yang menyampaikan orasi dua tahun kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf menimbulkan reaksi dari aparat Polresta Mataram yang mengawal aksi.

Massa pun dipukul mundur dan dibubarkan paksa.

Dalam situasi gaduh itu, beberapa mahasiswa terkena pentungan.

Salah satunya, mahasiswa bernama Wawan.

Baca: Mahasiswa Tolak Makanan Pemberian Aparat TNI-Polri di Tengah Aksi Demo, Singgung Pencitraan

Kepalanya bocor hingga mendapatkan perawatan dari teman-temannya.

“Tiga kader HMI alami luka-luka, satu terparah, alami luka robek pada bagian kepala,” kata Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Dwi Alan Ananami Putra.

Ia mengaku menyanyangkan sikap aparat yang bertindak represif terhadap massa aksi.

Menurutnya tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan.

Ia menjelaskan, demo dilakukan HMI Cabang Mataram itu untuk menyambut dua tahun kepemimipinan Jokowi-Ma'ruf.

Mereka mengusung #Rapor Merah Dua Tahun Kabinet Indonesia Maju.

Mahasiswa tidak puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo dan wakilnya KH Ma'ruf Amin.

Ia mengutip janji kampanye Presiden Jokowi pada Pemilu 2019.

Baca: Demo BEM SI Hari Ini, Kritik Soal Pemerintah hingga Minta Pulangkan Jokowi

Bahwa lima tahun ke depan Jokowi-Ma'ruf akan menuntaskan segala jenis masalah, mulai kemiskinan, pembangunan, pendidikan.

Namun rogram-program pemerintahan menurutnya tidak bisa dibuktikan.

Sementara itu, Pj Ketua Umum HMI Cabang Mataram Pahri Rahmat mengatakan, salah satu kegagalan itu adalah Undang-undang Cipta Kerja atau Omnibus Law.

Undang-undang tersebut sangat eksploitatif dan hanya berpihak kepada majikan pengeruk keuntungan.

Dengan sejumlah kajian yang dilakukan oleh akademisi dan guru besar.

Mereka berkesimpulan sama, undang-undang ini berpotensi meningkatkan eksploitasi, cacat dan sarat akan kepentingan.

"Bisa kita lihat apa yang terjadi di kepemimpinan hari ini," cetusnya.

Belum lagi kasus kekerasan, tercatat 402 orang jadi korban kekerasan brutal aparat saat melakukan aksi demonstrasi.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunLombok.com dengan judul Demo 2 Tahun Jokowi - Ma'ruf Ricuh di Depan DPRD NTB, Kader HMI Mataram Luka-luka

# Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) # Lombok Sumbawa (NTB) # ricuh # Presiden Joko Widodo

Editor: Kharis Ardiyansah
Video Production: Andy Prasetiyo
Sumber: Tribun Lombok

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved