Terkini Daerah

11 Anggota Polsek Tanjungbalai Disidang Kasus Narkoba, Sisihkan Sabu Temuan untuk Dijual

Kamis, 21 Oktober 2021 19:48 WIB
Tribun Medan

TRIBUN-VIDEO.COM, TANJUNGBALAI - Sidang pertama 11 Polisi Tanjungbalai di buka oleh ketua majelis Salomo Ginting di ruang Cakra, Pengadilan Negeri(PN) Tanjungbalai, Kamis(21/10/2021).

Sidang yang beragendakan dakwaan ini menghadirkan ke-14 tersangka secara virtual yang diikuti dari lembaga pemasangan (Lapas) Klas II B Tanjungbalai.

Selain itu, Jaksa yang sebelumnya melakukan sidang di kantor, memohon kepada majelis hakim untuk menghadiri sidang secara langsung di PN Tanjungbalai.

Seusai JPU menghadiri sidang, Ketua PN Tanjungbalai langsung membuka persidangan dan memeriksa identitas ke-14 orang terdakwa.

"Sidang perkara kasus atas nama Tuharno dan kawan-kawan dibuka untuk umum," ketok palu ketua majelis hakim.

Dalam dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rikardo Simanjuntak selaku kasi Pidum Kejari Tanjungbalai menjelaskan bahwa kasus ini berawal pada hari Rabu(19/5/2021).

Dimana, terdakwa Syahril Napitupulu bersama denhan Khoirudin yang merupakan anggota satuan polisi air Polres Tanjungbalai menemukan kapa kaluk yang membawa Narkotika jenis sabu seberat 76 kilogram di perairan tangkahan, Sei Lunang, Kecamatan Sei Kepayang Timur, Kabupaten Asahan yang di bawa oleh Hasanul Arifin dan Supandi di perbatasan Indonesia Malaysia.

Baca: Alasan Gaji Kecil, Oknum Guru Honorer di Bogor Nyambi Jual Narkoba, Polisi Sita 35 Klip Isi Sabu

"Kemudian, Syahril Napitupulu melaporkan ke Kasat Polair Polres Tanjungbalai, Togap Sianturi, dan langsung memerintahkan Tuharno, Juanda, Hendra, dan Jhon Erwin Sinulingga berangkat menuju lokasi kapal keluk menggunakan kapal patroli Kamtibmas," ujar JPU.

Selanjutnya, Leonardo Aritonang, dan Sutikno menggunakan kapal lainnya menyusul untuk mengawal dj lokasi penemuan.

"Sesampainya di lokasi, Syahril Napitupulu bersama denhan Khoirudin, Rizky Ardiansyah, Tuharno, Juanda, Hendra, Jhon Erwin Sinulingga, Leonardo Aritonang dan Sutikno membawa kapal kaluk yang membawa sabu 76 kilogram menuju dermaga polair polres Tanjungbalai dengan cara di tarik," jelas JPU.

Di pertengahan jalan, Tuharno lompat ke kapal kaluk untuk mengambil satu buah goni yang berisikan 13 kilogram sabu dan di pindah ke kapal Babinkamtibmas dan disimpan di lemari bahan bakar minyak kapal.

"Selanjutnya, Tuharno dan Khoirudin sepakat untuk menyisihkan kembali sabu-sabu untuk dijual sebagai uang rusa(Kibus). Kesepakatan di ambil, dan kembalj mengambil 6 kilogram sabu dari kapal kaluk dan di sembunyikan di bawah kolong kursi depan," katanya.

Selanjutnya, Tuharno menghubungi Waryono selaku Kanit Narkoba Polres Tanjungbalai untuk menginformasikan bahwa ada temuan sabu.

Selanjutnya, antara Waryono dan Tuharno sepakat untuk bertemu di dermaga tangkahan Sangkot Kurnia, Desa Sei Nangka untuk menyerahkan sabu seberat enam kilometer kepda Waryono yang selanjutnya di simpan di semak-semak demat Posko di Jalan Pendidikan, Kelurahan Pahang, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai.

Baca: Polres Bogor Ungkap 7 Kasus Narkoba, Sebanyak 9 Orang Jadi Tersangka, 5 Kg Sabu Jadi Barang Bukti

Setelah itu, sisa 57 kilogram sabu dibawa ke Polres Tanjungbalai, untuk dilakukan penyidikan oleh satuan narkoba Polres Tanjungbalai.

"Selanjutnya, Waryono dengan Hendra Tua Harahap, Agung Sugiarto Putra, Rizky Ardiansyah, Joshua, dan Kuntoro bertemu. Selanjutnya, Waryono menghubungi Tele(DPO) untuk menjual sabu satu kilogram dengan harga Rp 250 juta di belakang SMA 2 Jalan Pendidikan, Kelurahan Pahang, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai," jelasnya.

Satu jam kemudian, Agung menghubungi Boyot(DPO) dan menjual sabu seberat lima kilogram dengan harga Rp 1 miliar dan di setujui oleh Waryono. Namun, Boyot baru membayar Rp 600 juta kepada Agung dengan lima kali tahap.

Setelah berhasil menjual sabu, Tuharno dan Khoirudin, menyerahkan uang Rp 100 juta kepada Syahril untuk uang rusa(Kibus).

"Bahwa perbuatan tersangka yang telah menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan, menerima sabu tidak memiliki izin dari pihak yang berwenang," kata Rikardo Simanjuntak.

Sehingga perbuatan terdakwa melanggar sebagaimana diatur dan diancam Pidana Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana, Subsider pasal 112 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

(cr2/tribun-medan.com)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul 11 Anggota Polsek Tanjungbalai Disidang Kasus Narkoba, Didakwa Sembunyikan 19 Kg Sabu di Kapal-Semak

Editor: Tri Hantoro
Video Production: Nabila Afsya Nur Fadhila
Sumber: Tribun Medan

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved