Sabtu, 18 April 2026

Terkini Nasional

Tak Undang Junta Myanmar di KTT ASEAN, Menlu Retno Sebut Keputusan yang Tepat

Senin, 18 Oktober 2021 14:59 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA – ASEAN memutuskan untuk tidak mengundang perwakilan pemerintah militer Myanmar atau Junta Myanmar untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang akan diselenggarakan pada 26-28 Oktober 2021 mendatang.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan keputusan ASEAN tidak mengundang perwakilan Myanmar pada level non politis adalah keputusan yang tepat.

Menurutnya upaya ASEAN sebagai satu keluarga tidak mendapat respon yang baik dari militer Myanmar.

Hal ini ditegaskan Menlu pada konferensi pers yang dilakukan bersama Menlu Malaysia Saifuddin Abdullah pada Senin (18/10/2021).

“Dengan pertimbangan menghormati prinsip non interference dan pentingnya menghormati prinsip lain di dalam charter atau piagam ASEAN seperti demokrasi, good governance, penghormatan HAM dan pemerintahan yang constitutional serta guna memberikan ruang bagi Myanmar untuk mengembalikan demokrasi melalui proses politik yang inklusif, maka untuk KTT ASEAN mendatang, ASEAN hanya akan mengundang wakil pada level non politis. Keputusan ini saya kira merupakan keputusan yang tepat,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui tanggal 15 Oktober, Menlu ASEAN telah melakukan pertemuan darurat para Menteri Luar Negeri ASEAN untuk membahas implementasi 5 Points of Consensus.

Baca: RI Peringkat Pertama di ASEAN dalam Pemulihan Covid-19, 18 Provinsi Kini Berstatus Nol Kematian

Baca: Ketua DPR RI Ajak Seluruh Anggota ASEAN Bersatu Melawan dan Menghadapi Pandemi Covid-19

Utusan khusus ASEAN menyampaikan kendala untuk bertemu dengan pihak-pihak di Myanmar, termasuk bertemu Aung San Suu Kyi.

Indonesia dan Malaysia memiliki pandangan yang sama bahwa tidak terdapat perkembangan signifikan di dalam implementasi 5 Points of Consensus.

Menlu menegaskan keputusan ASEAN ini tidak menghentikan komitmen ASEAN untuk menawarkan bantuan, termasuk bantuan kemanusiaan.

Ia mengatakan rakyat Myanmar memiliki hak dan pantas mengenyam perdamaian dan kesejahteraan.

“Safety and wellbeing rakyat Myanmar akan terus menjadi prioritas Indonesia,” ujarnya. (*)

# ASEAN # Myanmar # Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) # Retno Marsudi

Editor: Aprilia Saraswati
Reporter: Larasati Dyah Utami
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved