TRIBUNNEWS UPDATE

Buntut Meninggalnya Korban Tenggelam yang Terlantar 1,5 Jam, Wali Kota Batam Copot Kepala Puskesmas

Sabtu, 16 Oktober 2021 17:53 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Pasca kejadian meninggalnya seorang bocah korban tenggelam yang sempat terlantar di puskesmas, kini Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengambil sikap tegas.

Pihaknya langsung mencopot kepala Puskesmas Tanjungbuntung karena dianggap lalai dalam bertugas.

Dikutip dari Kompas.com, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengambil sikap tegas dan langsung mencopot Kepala Puskesmas Tanjungbuntung dari jabatannya.

Hal itu karena pihak puskesmas dianggap lalai dalam menjalankan tugas setelah kejadian meninggalnya korban tenggelam akibat terlantar tak ada dokter.

Pencopotan itu dilakukan saat Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (15/10/2021).

Untuk mengisi jabatan tersebut, Rudi kemudian menunjuk Pra Reda Gusti, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala UPT Puskesmas Rempang Cate.

Rudi mengatakan pencopotan jabatan ini tak serta merta dilakukan tanpa alasan.

Ia juga mendapatkan laporan dari RW setempat atas keluhan pelayanan puskesmas Tanjungbuntung selama ini.

"Saya sudah ganti langsung. Ada laporan dari Pak RW-nya. Namanya kepala, bertanggung jawab atas anak buah. Misalnya soal ambulan, penanganan dan lainnya," kata Rudi menegaskan melalui telepon, Sabtu (16/10/2021).

Baca: Korban Tenggelam di Riau Tak Tertolong seusai Menunggu 1,5 Jam di Puskesmas dan Tak Ada Dokter Jaga

Rudi mengaku dirinya juga sudah mengundang dan mengumpulkan seluruh kepala puskesmas di Batam, agar hal ini tidak terjadi lagi dan bisa menjadikan kejadian kemarin sebagai pembelajaran ke depannya.

"Mereka sudah saya undang semua. Dengan adanya kegiatan ini mereka bisa bercermin, kan sudah dewasa semua. Intropeksi dirilah masing-masing," terang Rudi.

Sebelumnya diketahui, seorang bocah bernama Meri Destaria Nainggolan (12) tenggelam di Pantai Tanjungbuntung pada Kamis (14/10/2021).

Ia pun diselamatkan oleh warga.

Ketua RW 17 Kawasan Bengkong Wahyu, Ferry Saragih menceritakan awalnya korban dibawa ke pulang ke rumah karena tak sadarkan diri.

Setelah itu, pihak keluarga membawa Meri ke Puskesmas Tanjungbuntung yang lokasinya hanya sekitar 10 menit dari rumahnya.

Setibanya di puskesmas, Ferry mengaku tidak melihat dokter maupun petugas medis di puskesmas.

Ia hanya melihat satu orang saja di meja resepsionis yang mengaku seorang bidan.

Setelah diletakkan di kasur medis, Ferry lalu meminta bidan tersebut untuk menghubungi dokter, namun katanya tidak ada jawaban.

Hal itu membuat Ferry dan keluarga korban kecewa.

Pasalnya waktu 1,5 jam berada di puskesmas terbuang sia-sia menunggu nyawa Meri diselamatkan.

Hingga akhirnya nyawa Meri pun tak tertolong.(Tribun-Video.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Menunggu 1,5 Jam di Puskesmas, Korban Tenggelam Tak Tertolong karena Tak Ada Dokter Jaga

 # TRIBUNNEWS UPDATE  # Korban Tenggelam  # Puskesmas Tanjungbuntung

Editor: fajri digit sholikhawan
Reporter: Agung Tri Laksono
Video Production: Aditya Hellen
Sumber: Kompas.com

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved