PON XX PAPUA

Cerita Atlet Peraih Medali Emas Pulang Naik Pikap dan Kondisi Rumahnya yang Sederhana, Ini Sosoknya

Jumat, 15 Oktober 2021 23:13 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Susanti Ndaptaka, atlet muaythai peraih medali emas PON Papua dijemput memakai mobil pikap saat pulang ke kampung halamannya di Nusa Tenggara Timur.

Atlet asal Pulau Sumba ini terbang dari Papua dan tiba di Bandara El Tari Kupang pada Rabu (6/10/2021) pukul 06.00 Wita.

Setibanya di bandara, Susanti dijempuit keluarga dan rekan-rekannya menggunakan mobil pikap.

Setelah mendapatkan selendang oleh pimpinan KONI NTT di ruang VIP Bandara El Tari Kupang, Susanti langsung menemui keluarganya yang sudah menunggu.

Susanti dan pelatihnya sempat ditawari untuk menumpang kendaraan yang telah disediakan.

Namun mereka lebih memilih untuk menumpang mobil pikap.

Sang pelatih, Angga Silitonga mengaku mereka menumpang pikap karena dijemput oleh teman-teman mereka dari Laksar Timor Indonesia.

Susanti tampak ditemani ayah dan ibunya bersama dua adiknya.

Ia tampak santai dan sesekali menyapa para pengunjung yang lalu lalang di area parkiran bandara El tari Kupang.

Rombongan yang berangkat pun tanpa pengawalan layaknya atlet lainnya di provinsi berbeda. Susanti hanya ditemani para pemuda LTI serta beberapa kerabatnya.

Baca: Cerita Atlet Peraih Medali Emas Pulang Naik Pikap dan Kondisi Rumahnya yang Sederhana, Ini Sosoknya

Baca: Serba-serbi PON Papua 2020: Cabor Tinju dan Gulat Berakhir Ricuh dan Berakhir Adu Jotos

Terkait hal ini, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Ne Soi, membantah pihaknya membiarkan atlet muaythai peraih medali emas PON XX Papua, Susanti Ndapataka, menumpang mobil pikap saat pulang ke kampung halamannya.

Menurut Josef, mobil telah disiapkan oleh tim dari Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT.

Namun Susanti dan pelatihnya memilih menumpang pikap yang disediakan tim Muaythai Kupang dan Laskar Timor Indonesia.

Bersamaan dengan foto dan video Susanti Ndapataka yang viral di media sosial, kondisi rumah sang atlet juga menjadi sorotan.

Pasalnya, kondisi rumah Susanti ternyata sangat sederhana.

Rumah yang terletak di Desa Kuamasi, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, itu hanya beratap daun, berdinding pelepah pohon gewang, dan berlantai tanah.

Di rumah tersebut, Susanti hanya memiliki satu kamar tidur, satu ruang makan, dan kamar tamu.

Susanti tinggal bersama ayah dan juga empat orang saudaranya.

Susanti adalah seorang anak bungsu yang sudah lama ditinggalkan oleh orangtuanya.

Ayah Susanti, Maskur Ndapataka, berprofesi sebagai penggembala ternak dan petani lahan kering.

kondisi ekonomi yang pas-pasan membuat mereka sulit untuk membangun rumah yang layak huni.

Bahkan, Susanti untuk berlatih Muaythai juga menggunakan alat seadanya.

Dia hanya mengandalkan sarung tinju bekas, sebuah samsak yang digantung di pohon dan ban bekas yang ditancapkan di pohon.

Namun, dengan kondisi yang serba terbatas itu, Susanti mampu berprestasi di sejumlah kejuaraan nasional, termasuk meraih emas di PON XX Papua.(*)

# PON XX Papua # Muaythai # Bandara El Tari # Nusa Tenggara Timur

Editor: Aprilia Saraswati
Reporter: Nila
Video Production: Muhammad Gana Wirawanda
Sumber: Tribunnews.com

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved