TRIBUN TRAVEL UPDATE

Penemuan Gorong-gorong Belanda di Kota Bogor, Ada Rel Kereta hingga Ruangan Bawah Tanah

Jumat, 15 Oktober 2021 13:53 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Tim peneliti dari Balai Arkeolog Jawa Barat, Dosen Teknik Sipil Universitas Paluan, Dinas PUPR Kota Bogor dan Bappeda Kota Bogor melakukan survey obeservasi keberadaan gorong-gorong yang diduga dibangun pada zaman Belanda.

Sebelumnya gorong-gorong tersebut ditemukan oleh tim pemeliharaan kebinamargaan PUPR Kota Bogor saat sedang melakukan pembersihan gorong gorong dari sampah di Jalan Nyi Raja Permas.

Ketika melakukan pembersihan petugas dikejutkan dengan adanya bangunan bata merah berbentuk setengah lingkaran di bawah gorong-gorong tersebut dan diduga sebagai bangunan Zaman Belanda.

Setelah dibersihkan dari sampah dan sedimentasi rupanya didalam terdapat sebuah ruangan segi empat yang memanjang hingga Jalan MA Salmun dan terhubung dengan Depo Stasiun Bogor hingga Kali Cipakancilan di Jalan MA Salmun.

Selanjutnya pada Kamis (14/10/2021) Tim peneliti pun melakukan survey obeservasi dari titik Taman Wihelmina yang saat ini akan dibangun Alun-alun Kota Bogor, kemudian Bangunan Stasiun Bogor 1881 hingga ke Cipakancilan.

Dari penelusuran itu didapati sebuah ruang bawah tanah di depo Stasiun Bogor.

Kemudian Tim pun memcoba masuk ke dalam gorong gorong itu sambil didampingi petugas PUPR.

Saat masuk ke dalam rupanya gorong gorong tersebut berukuran besar seperti ruang bawah tanah.

Baca: Kuliner Ekstrem Daging Ular Piton di Manado Banyak Digemari Wisatawan Asing, Ini Khasiatnya

Baca: Coba Sajian Tiwul Sambal Bawang dan Mie Lumpang yang Legendaris, Kuliner Khas Gubuk Tiwul Klaten

Saking besarnya orang yang berada di dalam gorong-gorong bisa berdiri bebas dan berjalan baik ke arah samping maupun depan belakang.

Namun meski demikian gorong-gorong tersebut tidak bisa ditelusuri lebih dalam lantaran masih ada sedimentasi yang tebal dan minimnya oksigen.

Di dalam ruang bawah tanah di area Depo Stasiun Bogor tersebut ada sebuah ruang berbentuk segi empat dan ada sebuah bangunan bata merah setengah lingkaran sama seperti bangunan awal yang ditemukan.

Tak hanya itu di dekat sedimentasi arah Depo Stasiun Bogor terdapat besi memanjang seperti tel kereta yang sudah tertutup sedimentasi.

Ketua Tim Peneliti Gorong-gorong Zaman Belanda Kota Bogor Wahyu Gendam Prakoso yang juga Dosen Teknik Sipil Universitas Pakuan Mengatakan bahwa luasan bangunan yanga ada di dalam gorong-gorong tersebur belum final lantaran masih harus dilakukan penelusuran lebib lanjut.

"Tadi juga saya masuk bisa berdiri tegak kemudian karena dia pertemuan saluran diujung ujungnya semakin mengecil itu yang belum terpetakan baik karena kondisinya dipenuhi sedimen seperti yang ke arah sungai Cipakancilan itu tertutup sedimen dan kearah Nyi Raja Permas itu ditutup," ujarnya.

Langkah selanjutnya dari tim peneliti kata Wahyu akan mengumpulkan fragmen-faragmen yang ditemui tadi.

"Kami akan melakukan pembuatan laporan dan rekomendasi awal dari temuan tadi berdasarkan fragmen tadi kami akan laporkan kepada Wali Kota Bogor untuk menentukan langkah apa yang akan diambil selanjutnya," ujarnya.

(Tribun-Video.com)

Baca: Hasil Penelusuran Tim Peneliti di Gorong-gorong Zaman Belanda, Temukan Ini di Depo Stasiun Bogor

Editor: Dimas HayyuAsa
Reporter: Ratu Budhi Sejati
Videografer: Bintang Nur Rahman
Video Production: Muhamad RisqiMei
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Bogor   #gorong-gorong   #Belanda   #traveling
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved