PON XX PAPUA
Mengenal Sempe dan Hote, Gerabah Tradisional untuk Menyajikan Papeda di Kampung Abar
Laporan Wartawan Tribun-Video.com, Sigit Ariyanto
TRIBUN-VIDEO.COM, JAYAPURA - Masyarakat Kampung Abar masih sangat menjaga tradisi mereka, terutama dalam penggunaan gerabah untuk kehidupan sehari-hari.
Dalam menyajikan hidangan papeda dan ikan mujair, masyarakat menggunakan berbagai gerabah sesuai dengan fungsinya masing-masing.
Kepala Kampung Abar, Naftali Felle menunjukkan dan menjelaskan fungsi dari gerabah hasil kerajinan warganya.
Helai atau Sempe
Helai atau Sempe adalah wadah menyerupai cawan berukuran sedang yang digunakan untuk putar (membuat) papeda.
Bentuk cawan tersebut setengah lingkaran seperti bola yang dibelah dua, badan bulat, bagian tepian terbuka, dan tidak memiliki bibir.
Ebe Hele atau Olomebe
Ebe Hele adalah belanga tanah liat yang berfungsi untuk memasak ikan.
Bentuknya hampir sama seperti helai tetapi pada bagian tepiannya lebih tertutup dan juga tidak memiliki bibir.
Hote
Hote adalah piring dari tanah liat yang digunakan sebagai tempat menyajikan ikan dan sayuran.
Bentuk piring bulat lonjong bagian dalam cekung, tepian terbuka serta tidak memiliki bibir.
Forna
Forna adalah cetakan untuk membakar sagu, benda ini memiliki bentuk persegi panjang dengan kondisi ruang di dalamnya terdapat sekat sekat.
Bentuk forna mirip cetakan kue pukis.
Warga Kampung Abar memproduksi sendiri gerabah yang mereka pakai sehari-hari.
Bahkan Kampung Abar diyakini menjadi satu-satunya kampung yang memproduksi gerabah di Papua khususnya di Jayapura.
Naftali Felle yang juga menjadi ketua kelompok pengrajin gerabah tradisional "Titian Hidup" menjelaskan bahwa kampungnya juga menggelar festival Helai Mbai Hote Mbai.
Festival Helai Mbai Hote Mbai adalah festival makan papeda yang digelar setahun sekali setiap tanggal 30 September.
Helai adalah sebutan lain untuk sempe, mbai berarti satu, hote adalah wadah ikan.
Jadi Helai Mbai Hote Mbai berarti satu Sempe, satu Piring Ikan.
Filososi dari Tradisi Helai Mbai Hote Mbai adalah satu keluarga makan papeda dari satu sempe sebagai tanda ikatan kekeluargaan.(*)
Videografer: Sigit Ariyanto
Video Production: Sigit Ariyanto
Sumber: Tribun Video
LIVE UPDATE
Bupati Jayapura Larang Keras Penjualan Lahan di Atas Kawasan Pohon Sagu, demi Jaga Ketahanan Pangan
Selasa, 31 Maret 2026
LIVE UPDATE
Pemuda GIDI Siap Hadapi Tantangan Kemajuan Teknologi, Gelar Seminar Sehari di Kota Jayapura
Kamis, 26 Maret 2026
Ngabuburit Asyik
Suasana Sore di Pasar Pagi Paldam, Tempat Favorit Ngabuburit Warga Jayapura
Kamis, 19 Maret 2026
Ngabuburit Asyik
Hangatnya Sore di Pasar Pagi Paldam: Cerita Ngabuburit di Jayapura
Kamis, 19 Maret 2026
Ngabuburit Asyik
Ngabuburit di Lapangan Trisila Jayapura, Serunya Berburu Takjil dan Olahraga Sore Saat Ramadan
Rabu, 18 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.