HOT TOPIC

Kasus Prostitusi Online Anak di Bawah Umur Terungkap, Polisi: Apartemen Kalibata City Jadi Markasnya

Rabu, 13 Oktober 2021 21:34 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Kasus prostitusi online terhadap anak di bawah umur yang marak di Jakarta berhasil diungkap oleh pihak kepolisian.

Dari penyelidikan Polres Metro Jakarta Selatan , diketahui pelaku menggunakan kamar di Apartemen Kalibata City dalam melakukan aksi bejatnya.

Dilansir oleh Kompas.com, korban kasus prostitusi online adalah dua gadis di bawah umur berinisial ZR dan RCL yang keduanya masih berusia 16 tahun.

Baca: Janda & Pemuda Jadi Muncikari Prostitusi Online di Langsa, Pasang Tarif Rp700 Ribu Sekali Kencan

Mereka dijual ke pria hidung belang dengan tarif tertentu.

Menurut keterangan Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Andriansyah, salah satu pelaku berinisial AM (36 tahun) diketahui menyewa kamar di Apartemen Kalibata City.

“Iya (korban tinggal di Apartemen Kalibata City) tapi ketika dia diajak di tempat lain, bisa,” ujar Azis di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Rabu (13/10/2021) siang.

Kamar AM digunakan oleh para pengguna jasa prostitusi anak untuk memuaskan hawa nafsunya.

Azis menyebut kamar apartemen itu disewa secara harian dengan tarif Rp300 ribu.

Namun, para korban juga bisa diajak ke tempat lain sesuai kesepakatan muncikari dan pengguna jasa prostitusi.

Baca: 2 Remaja Pelaku Begal di Tebet Tertangkap, Hasil Kejahatan Digunakan untuk Prostitusi Online

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Achmad Akbar menyebut apartemen itu layaknya sekretariat atau markas prostitusi.

Hal itu karena menjadi lokasi berkumpul pelaku dan anak-anak di bawah umur yang menjadi korban.

“Jadi kamar apartemen itu (Kalibata City) seperti sekretariat ya, tempat berkumpul pelaku dan si anak itu,” ucap Akbar.

Kepada polisi, seorang gadis yang menjadi korban bahkan mengaku sudah melayani pria hidung belang lebih dari 17 kali.

Adapun seorang pelaku berinisial CD (25) bertugas sebagai orang yang mengantar dan menjemput kedua korban.

Dalam kasus prostitusi online anak di bawah umur, polisi menangkap lima orang pria berinisial AL (19), FH (18), AM (36), CD (25), dan DA (19).

Baca: Korban Prostitusi Online di Sumsel Akui Dapat Rp300 Ribu, Padahal Tarifnya Rp1 Juta Sekali Kencan

Selain CD dan AM, pelaku lainnya berperan sebagai muncikari.

Muncikari tersebut menjajakan korbannya dengan tarif mulai dari Rp250 ribu hingga Rp750 ribu.

“Harga Rp 250.000 sampai Rp 750.000, itu merupakan tarif yang dipasarkan. Jika Rp 250.000, masing-masing dapat Rp 50.000. Jika dijual Rp 750.000 masing-masing mereka dapat lebih, bisa Rp 150.000 sampai Rp 200.000,” kata Azis.

Diketahui para pelaku sudah berkawan sejak lama.

Baca: Cynthiara Alona Jalani Sidang Perdana soal Prostitusi Online di Tangerang, Didakwa 10 Tahun Penjara

Mereka mengiming-imingi korban dengan uang agar mau terjun ke dunia prostitusi online.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat pasal tentang perlindungan dan perdagangan anak dengan maksimal hukuman 15 tahun penjara. (Tribun-Video.com/Kompas.com)

Baca juga berita terkait di sini

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Polisi: Kamar Apartemen Kalibata City Jadi Sekretariat Pelaku Prostitusi Anak

# HOT TOPIC # prostitusi online # anak di bawah umur # Kalibata City # apartemen # pria hidung belang # Polres Metro Jakarta Selatan

Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: Agung Tri Laksono
Video Production: Unzila AlifitriNabila
Sumber: Kompas.com

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved