Yandex

Terkini Daerah

Alasan Nekat Mengarang Cerita Dibegal Rp1,3M, Wanita Pedagang Tahu Ternyata Terlilit Utang Miliaran

Selasa, 12 Oktober 2021 17:20 WIB
TribunJakarta
Editor: Dita Dwi Puspitasari | Video Production: Megan FebryWibowo

TRIBUN-VIDEO.COM - Lantaran mungkin sudah begitu pusing dengan utang miliaran rupiah, seorang wanita yang kesehariannya disebut sebagai penjual tahu nekat mengarang cerita dirinya menjadi korban begal.

Tak tanggung-tanggung, perempuan bernama Ineu Siti Nurjanah atau IS ini mengaku sebagai korban begal Rp 1,3 miliar di Jalan Raya Cisurupan-Cikajang, Garut, Jawa Barat.

Alih-alih jadi korban begal, ternyata Ineu terjerat urang Rp 2,5 miliar kepada rentenir.

Ia merupakan warga Cikajang, Kabupaten Garut.

Baca: Berawal dari Terjerat Utang Rentenir, Wanita yang Ngaku Korban Begal Rp1,3 M Nekat Bohongi Polisi

Polisi akhirnya menetapkan Ineu sebagai tersangka.

Selain Ineu polisi juga tetapkan seorang tersangka lain yakni MM (39) alias Amun.

Peran laki-laki ini bertugas mengamankan uang beserta motor Ineu.

Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan keduanya menjadi tersangka setelah ketahuan membuat pengakuan bohong yakni telah menjadi korban begal dengan kerugian miliaran rupiah.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, pelaku ketahuan telah berbohong yaitu berpura-pura telah menjadi korban tindak pidana pencurian dengan kekerasan," ujarnya saat konferensi pers di Polres Garut seperti dilansir dari Tribun Jabar, Senin (11/10/2021).

Setelah proses interograsi terhadap kedua pelaku, diketahui pelaku membuat keterangan palsu tersebut karena ingin menghindari masalah utang yang selama ini menjeratnya.

"Dikuatkan dengan pengakuan dari tersangka IS bahwa semua kejadian tersebut adalah rekayasa, guna untuk menghindari dari lilitan utang yang ditanggungnya," ucap Wirdhanto.

Buat Laporan Palsu

Sebelumnya pada Jumat (8/10/2021) petang Ineu mengaku telah menjadi korban begal, tas, dan motor yang dikendarainya dibawa oleh tiga orang tak dikenal.

IS sempat kesulitan untuk dimintai keterangan lantaran berpura-pura mengalami syok bahkan sempat dibawa ke pelayanan kesehatan dan diberi alat bantu pernapasan.

Atas perbuatannya tersebut IS dan MM terancam hukuman tujuh tahun penjara.

Ia dijerat dengan Pasal 242 Ayat (1) , Ayat (3) KUHP Barang siapa dengan sengaja memberi keterangan palsu di atas sumpah, baik dengan lisan atau tulisan , diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Dede Sopandi mengatakan uang miliaran rupiah yang disebut-sebut hilang direbut begal ternyata tidak pernah ada.

"Bohong, tidak pernah ada uang segitu," ujarnya saat dihubungi Tribunjabar.id, Senin (11/10/2021).

IS mengarang cerita lantaran terjebak utang kepada seorang rentenir di desanya.

Utang tersebut berawal dari pinjaman untuk modal usaha namun tersangka harus mengembalikan uang lebih sebagai syarat meminjam.

Baca: Pengakuan Gadis di Garut Ngaku Dibegal & Uang Rp1,3 Miliar Dirampas, Utangnya Ternyata Capai Rp25 M

Tersangka yang tidak mampu mengembalikan bunga yang wajib dibayarkan kepada rentenir itu lalu meminjam kembali dengan dalih ada banyak permintaan dari pelanggan.

"Pinjam 20 juta harus dikembalikan dengan lebih 8 juta, sekarang jual telur ke warung-warung, labanya enggak akan sampai 8 juta, akhirnya untuk nutupin itu dia pinjem 8 juta, nah dibalikin ke rentenir itu 8 juta," ucap Dede.

Kemudian dari pinjaman tersebut bunganya terus menggelembung hingga 40 juta rupiah.

"Nah dihitung bunganya diakumulasikan jadi enam miliar," ucapnya.

Dalam menjalankan usahanya IS diketahui sudah bisa mengambil balik keuntungan dalam waktu enam bulan.

"Sebenarnya dalam jangka enam bulan modal dia usaha udah kembali modal, tetapi bunganya dilipat gulipatkan sama rentenir itu akhirnya dijadikan 25 miliar utangnya," ucap Kasat Reskrim Dede Sopandi. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Pusing Terlilit Utang Miliaran, Pedagang Tahu Karang Cerita Dibegal Rp 1,3 Miliar Melayang

Sumber: TribunJakarta
Tags
   #begal   #utang   #Garut   #Jawa Barat   #Rentenir
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved