Terkini Daerah

Cerita Warga Desa Singomodo yang Langgar Aturan hingga Disebut Menghilang, Juru Kunci: Tanpa Jejak

Selasa, 12 Oktober 2021 15:51 WIB
TribunSolo.com

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUN-VIDEO.COM - Dukuh Singomodo, Desa Kandangsapi, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen terkenal dengan pantangan membunyikan lantunan sinden di wilayahnya.

Hal itu, berkaitan dengan keberadaan Syekh Muhammad Nasher atau Mbah Singomodo, seorang prajurit Perang dari Keraton Surakarta Hadiningrat.

Berdasarkan cerita warga, sudah banyak kejadian yang terjadi, apabila ada seseorang melanggar pantangan tersebut.

Pantangan tersebut juga tidak hanya berlaku bagi warga Singomodo saja, melainkan bagi siapa saja yang berada di wilayah tersebut.

Baca: Cerita Awal Mula Kedatangan Syekh Muhammad Nasher di Dukuh Singomodo Sragen, Sempat Menyusuri Sungai

Area pantangan berlaku di satu RT di Dukuh tersebut, atau di sekitar makam Syekh Muhammad Nasher.

Menurut Juru Kunci Makam Syekh Muhammad Nasher, Slamet mengatakan dulu pernah ada seorang warga desa yang nekat membunyikan radio, hanya sebagai hiburan saja.

"Namanya manusia, ya ingin mencari hiburan, akhirnya nekat membunyikan lagu sinden, walaupun nggak keras, orang dan radionya hilang tanpa jejak hingga sekarang belum ketemu," katanya kepada TribunSolo.com, Kamis (9/9/2021).

Selain itu, waktu salah satu warga menggelar hajatan, dua orang yang bertugas di sound system mengatakan dengan lancang, jika dia tidak percaya dengan hal tersebut.

Kemudian, ketika hajatan sedang istirahat pada waktu jam maghrib, kedua sound man tersebut pergi mandi di sedang tak jauh dari lokasi hajatan.

Baca: Menelusuri Mitos di Dukuh Singomodo Sragen, Jangan Pernah Dengarkan Lagu yang Dinyanyikan Sinden

"Waktu selesai, dua orang tersebut ingin kembali ke tempat hajatan yang tak jauh dari sendang, tapi saat mau kembali mereka hanya berputar-putar dari sendang, makam, masjid, begitu terus," terangnya.

Kemudian, menurut Slamet kedua sound man bertemu dengan warga yang sedang mengambil air di sendang, dan ditanya mau kemana, dan menjawab akan ke tempat hajatan.

Warga yang menemui kedua pria tersebut bingung, karena dari posisi mereka berada, sudah terlihat tempat hajatan tersebut.

Kedua soundman tersebut diantar ke tempat hajatan, dan ketika sampai mereka tersadar dan kemudian pingsan.

Dengan rentetan kejadian tersebut, Slamet berharap siapapun yang datang ke Singomodo, untuk mengikuti adat dan kepercayaan yang ada.(TribunSolo/Septiana Ayu Lestari)

# Mbah Singomodo # Sragen # Dukuh Singomodo # sinden # radio # Eyang Nasher # Syekh Muhammad Nasher

Baca berita lainnya terkait Dukuh Singomodo

Editor: Purwariyantoro
Video Production: ilhamrefiantomalik
Sumber: TribunSolo.com

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved